Puncak Kemarau Agustus-September, Curah Hujan Mulai Berkurang

oleh -96 views

Petugas manggala agni memadamkan api  saat terjadi karhutla.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Curah hujan belakangan ini sudah mulai berkurang, walaupun hujan masih sering turun. Sedangkan untuk puncak musim kemarau diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Agustus-September nanti.

Hal ini diungkapkan Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Candra Irfansyah SHut, kepada Kabar Rakyat, saat dikonfirmasi, Senin (31/5/2021). Menurut dia, sebenarnya saat ini sudah masuk musim kemarau, dengan alasan curah hujan sudah mulai berkurang.

” Mei sekarang ini curah hujan sudah mulai berkurang hingga September nanti dan sudah disebut kemarau. Tetapi untuk puncak musim kemarau Agustus hingga September nanti, ” kata Candra.

BACA JUGA =  Aparat Polda Sumsel Gerebek 'Pabrik' Miras Palsu. Omzet Sehari 48 Botol, Sebotol Dijual Seharga Rp500ribu.

Dia menjelaskan, untuk musim kemarau ditahun ini tingkat kemaraunya masih normal walaupun diprediksi kemaraunya lebih kering dari tahun 2020 lalu. Di Agustus hingga September inilah diperkirakan mulai terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terutama di lahan gambut.

” Prediksi puncak kemarau mulai terjadi karhutla khusus di daerah rawan karhutla terutama lahan gambut, tapi pihak kita tidak berharap demikian, ” ungkapnya.

Lanjutnya, terkait menghadapi karhutla ini pihaknya telah melakukan patroli mandiri sejak awal Februari lalu serta kegiatan-kegiatan pencegahan sedini mungkin. Apalagi pemerintah juga tetap fokus di pencegahan. Dimana belum lama pemerintah Kabupaten OKI dan stakeholder menggelar rapat koordinasi pencegahan karhutla. Sebagaimana di tahun 2020 lalu lebih siap menghadapi karhutla.

BACA JUGA =  Komisi IV DPRD Mura Akan Sidak Proyek-Proyek 2018

” Kuncinya tetap dipencegahan oleh karena itu pemerintah menggelar rapat koordinasi pencegahan karhutla, dengan tujuan apabila terjadi karhutla bisa terdeteksi dengan cepat, ” jelas Candra.

Sambung dia, tapi untuk saat ini lahan gambut yang merupakan lahan rawan karhutla masih basah sehingga masih aman. Kecamatan rawan karhutla di Kabupaten OKI terdapat Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Pampangan, Cengal dan Pedamaran Timur. Kecamatan ini merupakan wilayah dengan kerawanan tinggi karhutlanya.

BACA JUGA =  Drs H Edward Chandra Isi Kekosongan Pimpinan OKU, Sebagai Plh Ditunjuk Herman Deru

Diterangkan Candra, selain patroli mandiri juga dilakukan patroli terpadu atau gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri dan MPA. Untuk bulan depan patroli terpadu akan dilaksanakan di Pulau Beringin dan Cengal. Dimana personil langsung bertugas di posko tersebut. Seperti di posko Ujung Tanjung Kecamatan Tulung Selapan, petugas telah stand by.

” Untuk patroli mandiri Manggala Agni setiap bulan selalu dilaksanakan, setiap bulannya ada 6 sasaran kegiatan patroli mandiri dan terpadu. Dengan tujuan petugas lebih menguasai medan, ” pungkasnya. (nis/krw)