Menunggu Keputusan Resmi Pemerintah, Berharap JCH Berangkat Haji Tahun Ini

oleh -88 views

Jamaah menunaikan ibadah haji.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Tahun ini Jamaah haji asal Indonesia yang diberangkatkan ke tanah suci dalam ibadah tahunan, masih menunggu keputusan resmi pemerintah. Walaupun ada informasi Arab Saudi memperketat penerimaan jamaah haji 2021 dan Indonesia tak mendapatkan kuota keberangkatan jamaah haji untuk 2021.

Dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Drs H Subrata MPdi melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah, Drs H Mutawali MPdi, memang ada informasi Indonesia tahun ini tidak mendapatkan kuota keberangkatan jamaah haji. Tetapi itu masih sebatas informasi saja. Dan belum ada informasi secara resmi dari pemerintah Indonesia.

BACA JUGA =  Karyawan GCG Kembali Demo, Tuntut Tiga Bulan Gaji Belum Dibayar, Sempat Ingin Bakar Aset

” Yang jelas kita masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah kita Indonesia dan Arab Saudi terkait keberangkatan haji tahun ini. Kita menunggu dalam 2 hari ini, ” ungkap Mutawali saat dikonfirmasi, Kamis (3/6/2021).

Ditegaskannya, menteri Agama dalam waktu dekat ini segera bertemu dengan Presiden RI guna pemberangkatan jamaah haji tahun ini. Walaupun masih ada waktu sedikit, dimana hari raya idul adha tahun ini pada Juli nanti. Dengan harapan pemerintah bisa mengambil keputusan yang terbaik yakni bisa berangkat ke tanah suci.

” Kalau kita khususnya jamaah calon haji yang telah dijadwalkan akan berangkat haji tahun ini tetap bisa berangkat haji, ” kata dia.

BACA JUGA =  Jelang Asian Games Kapolresta Akan Bertindak Tegas Terhadap Pelaku Kriminal di Palembang 

Masih kata Mutawali, adapun jumlah jamaah calon haji yang dijadwalkan akan berangkat haji tahun ini ada sebanyak 440 jamaah. Dan semua jamaah itu telah siap, bila diumumkan dari pemerintah bahwa Indonesia bisa berangkat ke tanah suci.

Dari semua 440 jamaah itu, untuk lansianya telah dilakukan vaksinasi Covid-19 sedangkan jamaah calon haji yang usianya dibawah 55 tahun belum dilakukan vaksinasi Covid-19. Beberapa waktu yang lalu Arab Saudi memang memperketat penerimaan jamaah haji untuk tahun ini dengan jamaah yang akan diterima yakni jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Vaksin yang dimaksud adalah Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

BACA JUGA =  Pelaku Pembacokan Kades Pedamaran VI dan Anaknya Diringkus dari Persembunyian 

Sedangkan Indonesia saat ini hanya menggunakan AstraZeneca, itupun dalam jumlah terbatas. Sementara vaksin paling banyak yang digunakan di Indonesia, yakni Sinovac, saat ini masih belum mendapatkan EUL dari WHO.

” Tetapi terkait vaksin yang digunakan Indonesia saat ini telah mendapatkan Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Jadi dalam waktu dekat ini pemerintah Arab Saudi bisa memberikan kuota jamaah haji untuk berangkat tahun ini, ” pungkasnya. (nis/krw)