Kesulitan Sinyal, Guru Panjat Atap Rumah, Berikan Materi Pelajaran Kepada Siswa

oleh -294 views

Salah seorang guru naik atap rumah mencari sinyal untuk mengirimkan materi pelajaran kepada siswa-siswi nya yang belajar daring.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Pandemi virus Corona atau Covid-19 memaksa kegiatan belajar dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Tanpa terkecuali pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga memberlakukan belajar daring.

Namun, tidak sepenuhnya pembelajaran secara daring ini bisa dilaksanakan di semua tempat seperti halnya di desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur (Petir) masih belum terjangkau sinyal. Sehingga membuat gurunya harus memanjat atap rumah untuk mendapatkan sinyal agar bisa memberikan materi pelajaran kepada para siswa-siswi.

” Sulit sekali sinyal di desa kami ini, jadi sering naik atap rumah biar dapat sinyal itupun masih hilang-hilang karena sinyalnya rendah, “kata Sauji yang merupakan guru SD di desa Maribaya Kecamatan Pedamaran Timur, Selasa (10/11/2020).

BACA JUGA =  Dinyatakan Lengkap, Kasus Penganiayaan Ketua Masjid Diserahkan Ke Kejaksaan, Tersangka Segera Jalani Sidang

Dia menerangkan, bahwa ia sangat kesulitan sekali dalam mendapatkan sinyal yang ada di desanya Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur yang merupakan desa tertua di Kecamatan Petir. Maka oleh karena itu setiap akan memberikan materi pelajaran sekolah kepada siswa-siswi nya harus naik atap rumah terlebih dahulu.

Lanjutnya, memang dalam pembelajaran daring ini yang telah berlangsung sejak Maret lalu dan hingga kini masih berlangsung karena diperpanjang kembali oleh pemerintah, sangat banyak kendala. Yakni terutama jaringan atau sinyal.

” Setiap hari selalu berjuang mencari sinyal untuk siswa-siswi, ya dengan naik atap rumah tadi. Belum lagi dalam pembelajaran daring ini banyak kendala keluhan dari sejumlah siswa yang tidak bisa memahami materi pembelajaran ketika hanya di share lewat ponsel, “ungkapnya.

BACA JUGA =  Bupati OKI: Guru Harus Terus Kembangkan Metode Pembelajaran

Masih kata dia, pembelajaran daring ini tetap diberlakukan hingga saat ini walaupun terkendala sinyal tadi karena ada surat edaran dari dinas pendidikan Kabupaten OKI langsung. Sangat berharap ada tower di desa Pulau Geronggang biar sinyal mudah didapat dengan begitu bisa memberikan materi dengan cepat.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pulau Geronggang, Samsul Bahri mengatakan, memang di desa Pulau Geronggang tidak ada tower provider sehingga sinyal sulit didapat, seperti yang terjadi oleh salah seorang guru SD, membuat ia harus naik atap rumah untuk mendapatkan sinyal.

Sambungnya, di Kecamatan Petir ini untuk 6 desa tetangga ada semua tower jaringan, sedangkan di Desa Pulau Geronggang tidak ada. Seperti Desa Kayulabu, Maribaya itu ada. Maka dengan tidak adanya sinyal di desa juga membuat anak-anak sekolah disini juga mencari sinyal di desa tetangga dalam mengirimkan tugas sekolahnya.

BACA JUGA =  Dua Tahun Berturut-turut Batal Berangkat Haji oleh Pandemi, Hanya Bisa Menerima

” Desa kami ini memang tidak tower, jadi sulit sinyal, sehingga membuat anak-anak sekolah cari sinyal ke desa tetangga. Jadi bukan hanya guru yang mengeluhkan sinyal tapi anak-anak juga yang terpenting,”jelasnya.

Kades menuturkan, kepada pemerintah baik pemerintah Kabupaten OKI, provinsi atau pusat untuk segera membangun tower di desanya, karena sangat dibutuhkan dalam belajar daring baik guru ataupun siswa-siswi. Termasuk masyarkat banyak yang ada di desa untuk komunikasi. Saat ini di desa Pulau Geronggang memiliki 1.700 jumlah penduduk. (nis/krw)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.