H-7 Hari Raya Idul Adha Hewan Kurban Mulai Diperiksa Kesehatannya

oleh -124 views

Sadi Purwanto SP MSi.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang masih dua pekan lagi, untuk hewan kurban yang sering dijual pedagang mendekati hari raya mulai dilakukan pemeriksaan kesehatannya H-7 lebaran mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten OKI, Ir Imlan Kairum melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto SP MSi, saat diwawancarai, Senin (5/7/2021).

” Kalau untuk sekarang ini penjual hewan kurban masih belum ada, kemungkinan mendekati lebaran idul adha baru mulai marak. Biasanya sih satu pekan mendekati lebaran sudah mulai ramai pedagang yang jual, ” ungkapnya.

Menurut dia, bila telah satu pekan lagi atau H-7 jelang lebaran petugas dari UPTD Puskeswan mulai meriksa kesehatan hewan kurban yang dijual oleh pedagang-pedagang yang tersebar di Kabupaten OKI.

BACA JUGA =  PDAM Tirta Agung Putus 257 Sambungan Air, Menunggak Lebih Tiga Bulan 

” H-7 petugas mulai bergerak periksa hewan kurban ke pedagang, Disbunnak OKI ada 5 UPTD Puskeswan yang tersebar di OKI. Nantinya petugas-petugas UPTD ini yang periksanya, ” ungkap Sadi.

Lebih lanjut dikatakan, adapun 5 UPTD Puskeswan itu UPTD Mesuji Raya meliputi Kecamatan Mesuji Raya, Mesuji Makmur dan Mesuji. Lalu UPTD Lempuing meliputi Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Teluk Gelam dan Pedamaran. Kemudian UPTD Kayuagung meliputi Kecamatan Tanjung Lubuk, SP Padang, Jejawi dan Kayuagung.

UPTD Pampangan meliputi Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan dan Air Sugihan. Terakhir UPTD Pedamaran Timur meliputi Kecamatan Sungai Menang dan Cengal dan Pedamaran Timur itu sendiri.

” Dalam meriksa hewan kurban petugas UPTD puskeswan dibantu oleh penyuluh pertanian lapangan. Karena kalau hanya mengandalkan petugas UPTD tidak akan mencukupi, ” terangnya.

BACA JUGA =  Kekhawatiran Masyarakat Terkait Larangan Mudik Membuat Harga Sembako Stabil. Konsumsi Masyarakat Menurun

Hewan-hewan kurban yang diperiksa masih kata Sadi, jelas diperiksa secara fisik terlebih dahulu, misalnya tidak cacat dan umur hewan masuk syarat sah kurban. Untuk syarat sah hewan kurban jenis kambing umurnya 1 tahun dan untuk sapi dengan umur minimal 2 tahun.

Dalam hal pemeriksaan hewan kurban di pedagang, kata Sadi, sering ditemukan hewan ada yang sakit, luka dan cacat. Biasanya hewan yang luka akibat benturan dalam perjalanan (transportasi). ” Apabila ditemukan hewan yang sakit di pedagang, maka kita sarakan agar diobati dahulu, sedangkan hewan yang cacat agar tidak untuk dijual termasuk yang belum cukup umurnya, ” tegasnya.

Sadi menuturkan, hewan-hewan kurban yang dijual oleh pedagang di Kabupaten OKI, kebanyakan didatangkan dari Provinsi Lampung dan Kabupaten OKU Timur dan ada sebagian dari Kecamatan Lempuing dan Mesuji Kabupaten OKI sendiri. Untuk harga jual hewan kurban tahun ini jenis kambing dijual mulai Rp 1,7 juta hingga Rp 3,5 juta. Sedangkan sapi dijual mulai harga Rp 17 juta, Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

BACA JUGA =  Gubernur Apresiasi Kesiapan SMSI Sumsel Untuk Bantu Sosialisasi Penanganan Covid-19

Dia menambahkan, adapun tujuan dari pemeriksaan hewan kurban oleh petugas yakni agar masyarakat membeli hewan kurban yang layak dan memang masuk umur untuk dikurbankan. Sehingga sesuai dengan syarat sah hewan kurban. Petugas juga meriksa hewan kurban hingga sampai disembelih dalam hal ke higienisnya. Dengan begitu masyarakat mengkonsumsi hewan kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal (Asuh). (nis/krw)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.