Tahun Ajaran Baru Siswa Sekolah Kembali Daring, Kesehatan dan Keselamatan Diutamakan

oleh -89 views

Siswa mengerjakan tugas sekolah melalui daring.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Tahun ajaran baru 2021 tahun ini seluruh siswa-siswi sekolah mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali daring, padahal sebelumnya diwanti-wanti akan belajar tatap muka. Dengan alasan OKI zona kuning.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, M Amin SPd melalui Kasi Kurikulum SMP, Drs H Marlian MM, saat dikonfirmasi, Minggu (11/7/2021). Menurut dia, keputusan belajar daring kembali diterapkan pada tahun ajaran baru ini oleh pemerintah daerah OKI dengan alasan kesehatan dan keselamatan pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik adalah yang utama.

” Iya sekolah tatap muka batal jadi tetap belajar daring untuk tahun ajaran baru ini. Padahal kita telah berharap sekolah tatap muka dan telah menyiapkan fasilitas pendukungnya, ” ungkap Marlian.

BACA JUGA =  Dua PAW Anggota DPRD Sumsel Gantikan Giri dan Joncik

Dia menjelaskan, sebelum diputuskan sekolah daring memang dilakukan rapat bersama stakeholder dan satgas Covid-19, sehingga dicapai kesepakatan bersama. Tetapi sebenarnya orang tua siswa, para guru dan siswa-siswi sendiri sangat berharap sekolah tatap muka.

Tetapi oleh karena, ada lonjakan Covid-19 di kota Palembang, kata Marlian, maka batal sekolah tatap muka. Dengan alasan demi kesehatan dan keselamatan walaupun di OKI tidak ada lonjakan Covid-19, tetapi ada sebagian guru OKI berasal dari kota Palembang.

” Karena ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga oleh pemerintah OKI sekolah tatap muka batal dan kembali daring, ” tegas dia.

Sambungnya, pihak sekolah telah jauh-jauh hari diberikan informasi agar sekolah menyiapkan untuk belajar tatap muka, yakni dengan membersihkan dan menyemprot disinfektan seluruh gedung dan lingkungan sekolah. Lalu menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

BACA JUGA =  Empat Mantan Kadin Hadiri Temu Kangen Alumni Dinas Tata Kota Palembang

Tak hanya itu masih kata dia, pihak sekolah juga telah menyiapkan aturan bila sekolah tatap muka yakni jumlah siswa-siswi dibatasi, untuk satu lokal diisi dengan jumlah siswa maksimal 18 anak saja. Lalu untuk jam belajar tetap seperti biasa hanya saja untuk waktu istirahat, dimana para siswa-siswi tetap berada dalam kelas digunakan untuk belajar. Ini bertujuan agar siswa-siswi tidak berkerumun di luar jam sekolah.

Kemudian, para siswa-siswi untuk olahraga prakteknya ditiadakan, tetapi diganti dengan materi teori saja. Lalu siswa juga diminta bawa bekal dari rumah. Dengan ini bertujuan mengurangi kerumunan yang terjadi di kantin, sehingga kantin sekolah tidak dibuka.

Terpisah kepala sekolah TK IT Al Azhar OKI, M Saleh SE mengatakan, bahwa pihak sekolah sangat berharap tahun ajaran baru ini tatap muka dengan alasan semua guru telah divaksin dan pihak sekolah juga membatasi jumlah siswa dalam satu kelasnya yaitu hanya 10 orang siswa saja dan tetap terapkan protokol kesehatan. Termasuk meniadakan jam istirahat dan mengurangi jam belajar.

BACA JUGA =  PININJAUAN ULANG TATA RUANG KABUPATEN MUARA ENIM PASCAPEMEKARAN KABUPATEN PALI

” Sekolah kembali daring hanya bisa menerima padahal sangat berharap belajar tatap muka terutama guru dan orang tua siswa, ” jelasnya.

Sementara Winda salah satu orang tua siswa, menuturkan, sedikit kecewa dengan kembali daring belajar di sekolah karena anaknya yang baru masuk sekolah telah antusiasme untuk belajar di sekolah. Apalagi sebelumnya telah diinformasikan bahwa OKI akan belajar tatap muka, tapi kenyataannya daring.

” Dengan keputusan sekolah daring hanya bisa menerima apapun alasannya. Semoga pandemi Covid cepat berlalu agar bisa belajar tatap muka seperti sediakala, ” tutupnya. (nis/krw)

No More Posts Available.

No more pages to load.