Waduh… Turki Ancam Invasi Irak Setelah Kurdi Nekat Gelar Referendum

oleh -743 views

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan melakukan invasi ke Irak setelah etnis Kurdi di negara itu menggelar referendum kemerdekaan yang tak mengikat meski mendapat tentangan dari berbagai pihak. Dalam sebuah pidato bernada keras, Erdogan mengatakan bahwa melawan keinginan etnis Kurdi untuk merdeka bagi Turki adalah “masalah hidup dan mati”.

Pemungutan suara referendum tersebut dimulai pada Senin, 25 September walaupun ditentang oleh pemerintah di wilayah tersebut dan pemerintah negara-negara Barat. referendum itu dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakstabilan dan memperburuk situasi di Kawasan Tmur Tengah.

Turki melihat referendum tersebut sebagai masalah serius bagi keamanan nasionalnya. Negara yang terletak di antara Eropa dan Asia itu memiliki populasi Kurdi terbesar di kawasan dan telah bertempur dengan kelompok pemberontakan selama tiga dekade di wilayah tenggara yang dihuni suku Kurdi. Erdogan mengatakan, referendum yang digelar “kelompok separatis” tidak dapat diterima dan akan ada tindakan balasan dari sisi ekonomi, perdagangan dan keamanan yang akan dilakukan.

BACA JUGA =  Waw... Bocah Jenius Asal Indonesia Jadi Mahasiswa Kehormatan Universitas Waterloo Kanada. Namanya Diki Usianya Baru 12 Tahun

“Militer kami berada di bukan untuk berdiam diri saja. Kami bisa datang tiba-tiba pada suatu malam,” kata Erdogan sebagaimana dikutip dari Independent, Selasa (26/9/2017).

Pemimpin Turki tersebut juga mengindikasikan bahwa dia dapat memotong jalur pipa yang membawa minyak keluar dari Irak, untuk meningkatkan tekanan pada daerah otonomi Kurdi di sana.

“Setelah ini, mari kita lihat melalui saluran mana Pemerintah Irak utara akan mengirimkan minyaknya, atau ke mana ia akan menjualnya. Kami memiliki kerannya. Saat kita menutup keran itu, maka selesailah,” ujarnya.

BACA JUGA =  Kecilnya Angka Kriminalitas Penjara di Belanda Banyak 'Bangkrut'. Pemerintah Keluarkan Kebijakan Impor Narapidana

Perdana Menteri (PM) Irak Binali Yildrim  mengatakan, Ankara akan memutuskan tindakan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada Pemerintahan Regional Kurdistan (KRG) setelah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Pusat Irak. Yildrim tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah untuk menutup perbatasan dan pembatasan wilayah udara.

Turki dan Erdogan memang telah lama berjuang menghadapi pemberontakan warga suku Kurdi di tenggara Turki yang berbatasan dengan Irak. Militer Turki dalam beberapa hari terakhir telah melakukan serangan udara terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara.

BACA JUGA =  Wisata ke Singapura Tidak Lengkap Jika Tidak Mengunjungi Merlion Park

PKK melancarkan pemberontakan separatisnya pada 1984, dan lebih dari 40 ribu orang telah terbunuh sejak saat itu. Kelompok itu dianggap organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

No More Posts Available.

No more pages to load.