Desa Rawa Tenam Pangkalan Lampam Terima Sertipikat PTSL dari BPN

oleh -68 views

Kepala BPN Kabupaten OKI Zamili A SH MH, menyerahkan sertipikat PTSL kepada warga Desa Rawa Tenam Kecamatan Pangkalan Lampam OKI, di balai desa, Rabu (9/6/2021) sore.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyerahkan sebanyak 129 sertipikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga Desa Rawa Tenam Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI, Rabu (9/6/2021) sore.

Penyerahan sertipikat tersebut diberikan langsung oleh Kepala BPN Kabupaten OKI, Zamili A SH MH, didampingi Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Benny Kurniawan SH MSi. Bertempat di balai Desa Rawa Tenam, turut dihadiri kades setempat.

” Hari ini kita menyerahkan sertipikat tanah warga Desa Rawa Tenam yang masuk dalam program pemerintah PTSL. Karena telah selesai sehingga kita serahkan, ” ujar Zamili.

BACA JUGA =  Pemekaran Kabupaten Gelumbang Telah Disetujui. Gubernur dan Ketua DPRD Sumsel Tandatangani Daerah Persiapan Otonom Kabupaten Gelumbang

Dia mengungkapkan, untuk jumlah sertipikat PTSL untuk desa Rawa Tenam ada sebanyak 129 bidang. Ini merupakan program PTSL tahun ini untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mana ditarget 2000 bidang selesai di tiga Desa Kecamatan Pangkalan Lampam.

Lanjutnya, untuk dua desanya lagi yaitu Desa Rambai dan Perigi sertipikatnya masih dalam proses penyelesaian. Tetapi dibulan Juli mudah-mudahan selesai sertipikatnya, sehingga segera diserahkan kepada warga seperti hari ini.

” Selain desa Rawa Tenam, target program PTSL juga terdapat di desa Rambai dan Perigi, mudah-mudahan Juli nanti selesai sertipikatnya, ” jelas Zamili didampingi Benny.

Masih kata Zamili, dari target 2000 bidang di tiga desa tersebut, sangat berharap tercapai. Dimana batas waktu pendaftaran bagi warga tiga desa itu ditunggu hingga pertengahan Juli mendatang.

BACA JUGA =  IWO Sumsel-TVRI Bersinergi Sukseskan Asian Games 2018

” Saat ini masih ada dalam proses pengukuran tapi terus berjalan, sehingga nantinya tujuan pelaksanaan PTSL adalah menghasilkan seluruh bidang tanah terdaftar menjadi desa/kelurahan lengkap, ” terang Benny.

Untuk diketahui, lanjut Benny, untuk biaya dalam program PTSL ini warga yang bersangkutan mengeluarkan dana sebesar Rp 200 ribu. Ini diperuntukan antara lain perlengkapan dokumen seperti materai, pasang patok dan sejenisnya sebelum melakukan pendaftaran atau pra pendaftaran yang dibebankan kepada pemohon. Ini mengacu kepada aturan menteri.

Dikatakannya, sehingga melalui PTSL ini dapat menghasilkan Peta Bidang Tanah atau PBT serta Sertipikat Hak Atas Tanah atau SHAT. Dimana progam PTSL ini telah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Adapun 3 Desa di Kecamatan Pangkalan Lampam terpilih program PTSL tahun ini dengan alasan disana memang belum banyak tanah masyarakat yang memiliki sertipikat termasuk lahan pertaniannya. Malahan di Desa Perigi tak satu pun tanah warganya memiliki sertipikat.

BACA JUGA =  Dua Hari Menjelang Lebaran Pengunjung Pasar 16 Ilir Menurun. Kondisi Keamanan Dalam Keadaan Terkendali

Lalu, untuk pelaksanaan program ini kendala petugas di lapangan adalah pemilik tanah tidak ada di tempat sehingga sulit mengumpulkan persyaratan yang diperlukan, dimana masyarakat desa banyak pergi merantau ke provinsi Bangka Belitung.

” Program PTSL ini walaupun telah disubsidi pemerintah tetapi masih ada masyarakat yang tidak mau tanah miliknya diterbitkan sertipikat. Dengan alasan tidak perlu dan tidak mempunyai biaya walaupn telah disubsidi oleh pemerintah, ” terang dia. (nis/krw)