Tim Patroli Polair Amankan 135 Ton BBM Tanpa Izin Angkut

oleh -885 views

 

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar saat acara press release di Galangan Intan Sekunyit, Rabu (6/12/2017). foto:ist/net

PALEMBANG-Kabar Rakyat- Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Aparat penjaga perairan di Sumsel itu mengamankan 1 unit Tugboat bertuliskan Titian Abadi yang menggandeng tongkang bermuatan 135 ton  BBM tanpa izin angkut. Hal itu terjadi  pada Sabtu (2/12/2017) di Pulau Salah Nama, perairan Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin. Namun pihak Dit Polair Polda Sumsel baru menggelar press release pada Rabu (6/12/2017)  di Galangan Kapal Intan Sekunyit.

BACA JUGA =  Jelang Natal, BNNK, Dishub dan Polres Prabumulih Razia Kendaraan dan Pengendara

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar didampingi Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Zahrul Bawadi,  menjelaskan kepada wartawan , petugas satpolair ketika mengamankan tugboat yang sedang menggandeng tongkang. Ternyata setelah dicek tongkang itu membawa 135 ton minyak yang diduga tanpa dilengkapi surat dari pihak berwenang. Rincian 135 ton BBM itu terdiri  jenis solar sebanyak 60 ton dan premium seberat 75 ton. “Tim patroli memeriksa kelengkapan surat-surat, ternyata tidak ada izin angkut dari Kementerian ESDM atau Dirjen Migas,” kata Kombes Pol Robinson Siregar.

Petugas  mengamankan tugboat dan tongkang bermuatan BBM serta nakhoda dan 3 orang anak buah kapal (ABK). Akhirnya serta melalui proses berita acara pemeriksaan (BAP), penyidik Polair Polda Sumsel menetapkan Suherman (50), warga Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Kota Palembang yang merupakan  nakhoda dan orang yang bertanggungjawab penuh terhadap pengangkutan BBM tersebut sebagai tersangka.

BACA JUGA =  Residivis Mabuk Mencuri di Gudang Kosong Nyaris Tewas Dihajar Massa

Memang saat diperiksa tim patroli, surat-surat izin pembelian BBM yang dibeli dari Pertamina itu, ada  lengkap . Namun mereka tidak memiliki surat izin angkut dari pihak berwenang (Kementrian ESDM).

Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Zahrul Bawadi mengatakan, tersangka akan dikenakan pasal berlapis mulai dari UU Migas dan UU Pelayaran.

“Tersangka akan dikenakan pasal berlapis tentang Migas dan Pelayaran dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,” tambah Zahrul Bawadi. Menurut Zahrul perbuatan nakhoda selain melanggar UU Migas juga UU Pelayaran.

BACA JUGA =  Ribuan Warga Tegal Binangun 'Mencari' Bupati Banyuasin. Menolak Tegal Binangun Masuk Wilayah Banyuasin

Pertanyaan menggelitik. Apakah BBM tersebut memang milik Nakhoda (Suherman) atau dia hanya menerima upah untuk mengangkut BBM ? Jika BBM itu milik orang lain, seharusnya orang tersebut dijadikan tersangka juga. Mungkin Suherman tutup mulut dan pasang badan untuk melindungi ‘Bos’ BBM dimaksud. Pihak penyidik Polair sedang memproses tersangka serta berusaha membuka semua pihak yang terlibat dalam pengangkutan BBM tersebut.  (sj/kabarrakyat.website).