Puluhan Karyawan PKS Selapan Jaya PT Sampoerna Agro Mogok Kerja. Tuntut Mandor Mundur

oleh -131 views

Karyawan PKS Selapan Jaya saat melakukan mogok kerja, Kamis (3/6/2021) pagi. Foto : nis

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Puluhan karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Selapan Jaya PT Sampoerna Agro melakukan mogok kerja, dengan menyampaikan tiga tuntutan. Di halaman kantor PKS Selapan Jaya, Kamis (3/6/2021) pagi.

Disampaikan penggerak mogok kerja, Hotman, aksi mereka bersama dengan karyawan lain agar pihak perusahaan melakukan pergantian pimpinan PKS Selapan Jaya yang dipimpin oleh Fery. Lalu untuk mandor Imron yang merupakan karyawan agar dipindahkan dan memproses secara tegas kesalahan yang dilakukannya. Kemudian menuntut penambahan jam lembur karyawan.

” Kami menuntut mandor Imron dipindahkan dan pak Fery diganti serta meminnta penambhan Jam lembur untuk karyawan, ” ungkap Hotman.

Dalam giat mogok kerja puluhan karyawan itu, anggota Polres OKI dan Polsek Mesuji Raya berjaga-jaga guna tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA =  Presiden Jokowi Resmikan Tol Kapal Betung

Sementara itu manager PKS Selapan Jaya PT Sampoerna Agro, Fery mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh Hotman bersama karyawan lain pada mogok kerja hari ini tidaklah normatif dan tidak mendasar.

” Seperti tuntutan karyawan yang menginginkan nama Imron selaku mandor untuk mundur, itu sebenarnya bukan ranahnya para karyawan. Termasuk menginginkan saya diganti, ” terang Fery.

Lalu lanjut dia, untuk karyawan Imron yang dituntut untuk mundur ini memang jam kerja lemburnya lebih banyak dari karyawan lain, mulai lembur dari mengolah TBS dan juga dinas luar ke unit-unit dikarenakan yang bersangkutan merupakan pengurus SPSA Pusat (Serikat Pekerja Sampoerna Agro). Mungkin inilah yang membuat karyawan lain merasa tidak sama pendapatan setiap bulannya, dengan alasan karyawan lain tidak banyak jam lembur. Maka oleh karena itu, terjadilah mogok kerja pada hari ini.

BACA JUGA =  Lagi, Reserse Narkoba OKI Bekuk Pemakai Narkoba

” Terkait pergantian pimpinan, mandor atau jabatan lainnya di dalam perusahaan merupakan hak dan wewenang Management Sampoerna Agro, jadi apa yang mereka tuntut bukanlah bersifat normative, ” jelas Fery, seraya menyampaikan karyawan yang lain hanya ikut-ikutan saja dalam mogok kerja ini.

Masih kata dia, terkait menyinggung penambahan pendapatan jam lembur karyawan, pihaknya tidak ada masalah. Yakni semua gaji dan lembur Karyawan telah dibayarkan sesuai dengan UU yang berlaku. Hingga saat ini permasalahan karyawan yang melakukan mogok kerjapun telah bekerja kembali termasuk saudara Hotman.

BACA JUGA =  Sambut HUT Bhayangkara ke-74, Polres OKI Laksanakan Donor Darah

” Tadi kami jelaskan kepada karyawan bagi yang mau bekerja silakan bekerja dan bagi yang tidak mau kerja silahkan mogok. Tetapi tadi karyawan tetap memilih kerja, ” terangnya.

Fery menambahkan, untuk diketahui pelaksanaan mogok kerja hari ini tidak sesuai prosedur, yakni tidak ada negoisasi sebelumnya dan belum dilakukan mediasi oleh pihak Disnakertrans Kabupaten OKI. Yakni tidak ada surat bukti terima dari perusahaan untuk tuntutan dari karyawan yang dikeluarkan oleh unit bahwa akan melakukan mogok kerja. Sedangkan surat hanya dilayangkan ke kepolisian yaitu melalui Kepala Polsek Mesuji Raya. Karyawan Hotman ini bekerja di PKS Selapan Jaya sejak tahun 2007, selaku operator sirkulasi limbah. (nis/krw)