Enam Terdakwa Kasus Ilegal Akses Digital, Divonis Terbukti Bersalah. Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara

oleh -152 views

Sidang dengan enam terdakwa kasus ilegal akses digital rekening, di PN Kayuagung, Rabu (9/6/2021).  Foto : nis

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Enam terdakwa perkara ilegal akses digital rekening, Aldo Yohanes (19), Ginay Stoven (26), Kelik (53), Yendes Lanindo (25), Jakbar (50) dan Riyes Rapiko (19) semuanya warga Dusun 1 Desa Lebung Gajah Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masing-masing dijatuhi hukuman oleh Majelis hakim 3 tahun denda Rp 100 juta dan subsider 3 bulan kurungan.

Amar putusan tersebut dibacakan Majelis hakim diketuai Eddy D Sembiring SH MH anggota I Made Gede Kariana SH dan Anisa Lestari SH, di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung secara virtual, Rabu (9/6/2021) sore. Keenam terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah

melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hal atau melawan hukum turut serta mengakses komputer atau sistem elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi elektronik atau dokumen elektronik dan turut serta menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

BACA JUGA =  Pencuri Buah Sawit Ditangkap Diatas Perahu, Perusahaan Rugi 5 Ton Buah Sawit

” Dalam proses persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi, perbuatan para terdakwa terbukti bersalah melanggar dalam dakwaan alternatif kesatu Pasal 46 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan Kesatu pasal 3 UU RI No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dalam dakwaan Kombinasi penuntut umum, ” ungkap hakim.

Hukuman untuk keenam terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sosor Panggabean SH, M Fadly SH dan Santoso SH yakni 4 tahun 6 bulan denda Rp 100 juta dan subsider 3 bulan kurungan.

Terungkap dalam persidangan, perbuatan para terdakwa bertempat di Dusun 1 Rt 01/002 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI pada 10 Juni 2020 sekira pukul 20.46 Wib sampai 11 Juni 2020 sekira pukul 06.25 Wib melakukan dan turut serta melakukan memenuhi unsur sebagaimana pasal 30 ayat (2) yaitu dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk mempermudah informasi elektronik atau dokumen elektronik.

BACA JUGA =  KPU MUARA ENIM GELAR RAPAT PLENO REKAPITULASI PILGUB DAN PILBUP SUMSEL 2018

Dari keenam terdakwa ini masing-masing perannya berbeda-beda. Para terdakwa melakukan perbuatan ilegal akses dengan cara digital yaitu memindahkan uang dari rekening milik nasabah BRI ke rekening penampung uang hasil kejahatan yang telah disiapkan terdakwa Yendes, Jakbar dan Reyes dengan menggunakan sarana agen Brilink nama M Rizky dan Sugianto. Dimana agen tersebut sudah dikuasai oleh para terdakwa. Sehingga membuat kerugian materil BRI senilai Rp 855 juta.

Terungkap, terdakwa Jakbar, Yendes dan Riyes menyiapkan rekening tampungan hasil kejahatan sebanyak 5 rekening BRI. Untuk Terdakwa Aldo, Kelik dan Ginay bertugas mengakses rekening nasabah.

Lalu terdakwa Aldo membeli agen Brilink secara online melalui media Facebook senilai Rp 1,1 juta lalu dapat cek acak data nasabah. Kemudian ada OTP sebanyak 6 digit sehingga saldo pemilik muncul otomatis. Kemudian bisa transfer.

BACA JUGA =  Warga Talang Jambe Tewas Dibunuh Perampok yang Nyatroni Rumahnya Di Siang Bolong. Motor Satria dan Sebuah Dompet Raib

” Dalam sehari maksimal 5 juta untuk 1 nasabah, berhasil sebanyak 171 rekening hingga menghasilkan Rp 855 juta, ” kata hakim.

Usai dibacakan amar putusan, para terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Candra Eka Septawan SH, menyampaikan menerima.

” Kami menerima majelis hakim amar putusan yang dibacakan, ” ucap penasihat hukum.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. ” Majelis hakim kami pikir-pikir, ” ujar jaksa Sosor.

Candra Eka Septawan SH mengatakan menerima amar putusan yang dijatuhkan kepada enam terdakwa, dengan alasan pertimbangkan hakim sudah memenuhi hal-hal yang meringankan sesuai nota pembelaan yang diajukan.

” Kami pikir-pikir selama 7 hari kedepan dengan amar putusan majelis hakim. Karena putusan yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan, sehingga kami perlu koordinasi dahulu dengan tim dan pimpinan, ” kata Jaksa Sosor, saat ditemui usai persidangan. (nis/krw)