Baru Pertengahan Tahun 2021, Angka Perceraian di PA Kayuagung Mencapai 1.251 Pasang

oleh -167 views

Kantor Pengadilan Agama Kayuagung.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Terhitung Per 15 Juli 2021, Tingkat Perceraian di Pengadilan Agama (PA) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai seribu pasangan lebih.

Pada bulan Januari ada sekitar 264 kasus perceraian. Lalu, di bulan Februari 173 pasangan, Maret 233 pasang, April 149 pasang, Mei 58 pasang, Juni 193 pasang dan Juli 181 pasang, sehingga total keseluruhannya yakni 1251 kasus perceraian.

” Kasus perceraian ini tentunya dilatari oleh berbagai permasalahan yang ada didalam rumah tangga pasangan-pasangan tersebut,” ungkap Ketua Pengadilan Agama Kayuagung, Drs Malem Puteh SH MH melalui Kabid Humas Alimudin SHI MH saat dibincangi, Kamis (15/7/2021).

BACA JUGA =  SMSI Dukung Program OBRAS Virtual Dirnarkoba Polda Sumsel

Ditambahkannya, permasalahan permasalahan tersebut sekitar 60 persen adanya perselisihan antara si istri dan suaminya, lalu 20 persen lagi karena masalah ekonomi. Selebihnya karena tindakan KDRT, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya.

” Untuk bulan Mei memang terlihat menurun, disebabkan pengadilan tutup karena mengikuti kebijakan pusat. Dimana pada saat itu kondisi pandemi covid-19 sedang memuncak. Namun pelayanan tetap berjalan hanya saja pendaftaran tidak dibuka,” ujarnya.

BACA JUGA =  Saat Kades Pulau Gemantung Ikuti Upacara HUT RI, Rumahnya Ludes Dilalap Api

Dikatakannya lagi, tingkat perceraian memang selalu meningkat setiap tahunnya, baik itu sebelum masa pandemi covid-19, maupun saat pandemi seperti sekarang.

“Dan juga memang, orang yang datang untuk mengurusi kasus perceraian tidak hanya dari wilayah Kabupaten OKI, tetapi dari daerah OI juga. Makanya setiap tahun bisa seribu kasus lebih, karena kalau dipisah mungkin hanya 500 – 800 kasus saja,” jelasnya.

Diungkapkan, sebenarnya miris jikalau adanya perihal perceraian tersebut. Tetapi, kalau melihat alasan seperti adanya tindakan KDRT, mungkin wajar-wajar saja. Bahkan, dibandingkan laki-laki, lebih banyak perempuan yang melakukan gugat cerai.

BACA JUGA =  Remaja Curi Pompa Air Dibekuk Polisi, Temannya Lolos Tapi Kakinya Ditembak

Sementara itu, menanggapi selalu meningkatnya tingkat perceraian pada setiap tahunnya tersebut, Suryani (58) warga Jua-jua Kayuagung menuturkan sebenarnya perceraian-perceraian yang terjadi itu pastinya tidak baik.

” Tentu yang akan jadi korban ialah anak-anak mereka. Pastinya kasih sayang yang diterimanya akan berkurang, bahkan bisa menjadi anak yang nakal. Untuk itu, sebaiknya kalau bisa dihindari, hindari saja sebelum nantinya menyesal,” terangnya. (nis/krw)

No More Posts Available.

No more pages to load.