Wong Dusun Tulung Selapan OKI Bobol Rekening Staf Bawaslu DKI Jakarta. Ditangkap Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya

oleh -502 views

 

Tersangka AZ (muka ditutup) saat press release oleh tim Cyber Crime Polda Metro Jaya. foto:simburnews/net.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Wong dusun (orang desa, Red) ternyata bisa mengelabui dan membobol rekening orang terpelajar yang hidup di kota besar.  Setidaknya hal itu dibuktikan AZ (20) warga Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dia menipu korbannya dan berhasil membobol rekening seorang staf Bawaslu DKI Jakarta bernama Andi Maulana.

Atas ulahnya, AZ harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Tidak tanggung-tanggung, Penyidik Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, yang datang ke Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, untuk membekuk tersangka AZ (20). “Kasus penipuan ini berawal dari adanya video viral. Korban staf Bawaslu Provinsi DKI, yang mengalami penipuan atau pembobolan rekening. Pelakunya mengecoh korban dengan mengaku sebagai karyawan salah satu bank,” jelas Kanit III Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Khairuddin , di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/3) kepada wartawan.

BACA JUGA =  Pria Tanpa Indentitas Tewas Dalam Mobil. Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Modus AZ memperdaya staf Bawaslu DKI Jakarta, Andi Maulana dengan menelpon korban. AZ yang mengaku dari pihak salah bank itu meminta kode one time password (OTP) rekening korban. Apesnya, korban Andi mau saja memberikan kode yang diminta tersangka. “Pelaku lalu menggunakan kode itu untuk membeli pulsa lewat online. Biasanya (toko online) meminta kode OTP untuk melakukan transaksi,” ungkapnya.

Setelah tahu rekeningnya dibobol orang maka korban  Andi melapor ke Polda Metro Jaya. Laporannya lalu ditangani tim cyber crime Polda Metro Jaya. Selama dua hari tim cyber crime melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk tersangka pelaku. “Masih ada dua anggotanya lagi yang belum kami tangkap,” ujar Kompol Khairuddin.

BACA JUGA =  Dugaan Ijazah Palsu Mawardi Dilaporkan ke Mabes Polri

Tamat SD

Ternyata AZ bukan ahli informatika atau seorang mahasiswa tapi dia hanya tamatan sekolah dasar (SD). AZ belajar melakukan aksinya secara otodidak. “Menurut pengakuan tersangka (AZ) dia sudah 8 bulan melakukan aksinya baik terhadap nasabah (kartu) debit maupun kartu kredit. Jadi dia lakukan bersama-sama temannya dua orang yang belum kita tangkap,” jelasnya.

Mereka berbagi tugas dalam menjalankan aksi. Tersangka AZ bertugas menelepon calon korban dengan mengaku sebagai karyawan bank. Jika sudah dapat nomor kode OTP yang dibutuhkan  maka temannya yang bertugas belanja di toko online. Mereka membeli pulsa dengan menggunakan rekening korban dengan nilai besar dan dimasukkan ke HP mereka. Lalu pulsa itu  mereka jual kembali. Atas kejadian itu korban staf Bawaslu DKI Jakarta itu sedikitnya mengalami kerugian sekitar Rp 37 juta.

BACA JUGA =  MPA Tiga Desa Dibina Untuk Siap Gahkarhutla di OKI

Uniknya dalam beraksi rombongan pelaku itu semua menggunakan handphone jadul (lama) yang tentu saja sangat murah harganya. Menurut Khairuddin diduga untuk memudahkan mereka (pelaku) mudah menghilangkan barang bukti. Di tempat terpisah Camat Tulung Selapan, Djamil membenarkan salah seorang warganya telah diamankan oleh pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Dalam aksi penangkapan itu polisi telah menyita barang bukti berupa satu buah kartu keluarga, 17 buah handphone, dua buah router dan 4 buah modem. Atas perbuatannya AZ terancam dijerat  pasal 378 KUHP tentang Penipuan Jo Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.(sihat/krw)