Warga Tolak Ganti Rugi Proyek Tol Pematang Panggang-Kayuagung. Pihak Pemborong Terhambat Bekerja Karena Jalan Diportal

oleh -199 views

Rapat koordinasi untuk mencari solusi penyelesaian ganti rugi pembebasan lahan jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung I,  di PN Kayuagung,  Selasa (2/4/2019). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (KabarRakyat) -Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, menerima uang titipan ganti rugi lahan jalan Tol Pematang Panggang – Kayuagung I, tepatnya lokasi di Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI. Dengan jumlah pemilik lahan sebanyak 3 orang.
Sayangnya, hingga saat ini pemilik lahan tersebut, belum mau menerima ganti rugi lahan tersebut. Dengan alasan nilai yang digantikan atau yang telah dititipkan pemerintah sebagai ganti rugi lahan tol itu tidak sesuai dengan tanaman tumbuh yang ada dalam lahan.
Terkait masalah itu, dilaksanakan rapat koordinasi antara Pengadilan Negeri Kayuagung, tim kuasa pemilik lahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKI, Badan Pertahanan OKI, pihak Polres OKI, pihak PT Waskita, PT Hutama Karya dan lainnya. Acara pertemuan itu bertempat di PN Kayuagung, Selasa (2/4/2019).
Tujuannya untuk dicarikan solusi dalam menyelesaikan masalah yang ada tersebut. Dimana akibatnya dari lahan yang masih sengketa itu, pihak PT Waskita tidak bisa bekerja, karena diportal. ” Hari ini forum rembuk dan silaturahmi antar semua pihak terkait masalah itu agar dapat diselesaikan segera,” kata Ketua PN Kayuagung, Jarot Widiyatmono SH.
Dikatakan Jarot, adanya masalah ini pengadilan bisa menjembatani dan fasilitasi, tetapi tidak bisa mengintervensi.  Pengadilan hanya dititipi uang ganti rugi. Sedangkan untuk pengosongan lahan dan eksekusi bukan wewenang pengadilan. ” Apabila lahan sudah dikuasai owner jalan tol dan hal-hal dalam penguasannya, bukan lagi ranah pengadilan,”ungkapnya.
Lanjutnya, nantinya apabila masalah ini sudah bisa diselesaikan, maka uang ganti rugi yang dititipkan tidak lagi pengadilan. Kapanpun mau diambil silahkan. Besar jumlah nilai uang ganti rugi yang dititipkan  Rp 700 juta.
Kuasa pemilik lahan, M Iskandar mengatakan, sebenarnya tidak menghambat pembangunan jalan tol, tetapi harga yang dititipkan sebagai ganti rugi tidak sesuai.
Kasat Intelkam Polres OKI, AKP Sigit menyampaikan, dengan adanya pertemuan ini sangat menyambut baik dan untuk lokasi yang sengketa saat ini masih kondusif. Berharap satu tujuan mencari penyelesaian dan solusinya. “Banyak solusi dalam menyelesaikan masalah. Untuk lokasi yang disengketakan tidak terjadi konflik,” terangnya. Untuk diketahui luasan lahan milik warga yang uang ganti rugi dititipkan yaitu 600 meter x 120 meter yang merupakan milik Syahril Macan, Andi Saputra dan Sarimin. (nis/krw)

BACA JUGA =  Hadirkan 11 Orang Saksi Benarkan 2 Terdakwa Bunuh Calon Pendeta