Breaking News
Home / Hukum / Warga Hadang Truk Batubara yang Melintas di Jalan Protokol Muara Enim

Warga Hadang Truk Batubara yang Melintas di Jalan Protokol Muara Enim

Beberapa warga terlihat siaga untuk menghadang truk batubara yang melintas di jalan protokol Muara Enim. foto:adrian/krw.

MUARA ENIM (Kabar Rakyat)-Warga perumahan Griya Lestari, Grojokan 5 dan 6 melakukan penghadangan truk batubara yang melintas di dalam Kota Muara Enim jalan Triton menuju jalan lintas tepatnya depan kantor Pemda Muara Enim. Penghadangan tersebut lantaran keresahan warga lantaran jalan yang dilintasi memang tidak ada izin untuk dilintasi truk batubara milik PT GPP.

Alhasil Senin (4/5) sekitar pukul 22.30 WIB warga telah menghadang sedikitnya 10 unit truk batubara yang melintas di jalan kabupaten dalam kota kuburan cina Pelitasari Kelurahan Pasar 1.

Batubara milik PT GPP tersebut sebelumnya sudah mendapat izin dispensasi melintasi jalan kabupaten melalui Transad, Trans unit 6, Penanggiran. Namun kenyataannya sopir truk perusahaan tetap memaksakan diri melintas akses jalan dalam kota jalan Triton kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman (depan pemda).

BACA JUGA =  Alumni FH Unsri Angkatan 1990 Bakal Pimpin Kota Pagaralam. Unggul Dalam Perolehan Suara Pilkada Pagaralam

Dalam penghadangan tersebut truk sarat muatan mendapat pengamanan oleh kepolisian Polres Muara Enim yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Irwan Andeta. Pada malam itu juga truk dan supirnya diamankan untuk dimintai keterangan.

Ketua Rt 04, Andi meminta agar permasalahan ini segera ditindak dan jangan ada main mata. “Kami ini hanya rakyat kecil, kami sangat terganggu kalau memang ada truk batubara yang melintasi di jalanan yang dilakukan penghadangan tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, truk batubara tersebut sudah mendapat izin melintasi jalan kabupaten yakni melalui Transad, Trans unit 6 dan Penanggiran. “Ini malah memaksakan diri melintas akses jalan dalam kota, jalan kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman. Jelas perusahaan sudah menyalahi aturan dan melanggar izin dispensasi bupati, ” ujarnya.

BACA JUGA =  Pihak SMA Taruna Indonesia Datangi Keluarga Wiko. Serahkan Uang Duka dan Pengembalian Biaya Pendaftaran Sekolah Almarhum

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono didampingi kabag Ops Kompol Irwan Andeta, mengatakan supir sudah dimintai keterangan berkaitan dengan penghadangan tersebut. “Kalau untuk melintas memang dianjurkan dari polres dengan alasan keamanan dan itu bukan selamanya,” ujarnya.

Aksi warga saat menghadang truk batubara yang melintas jalan protokol di Kota Muara Enim. foto:adrian/krw.

Semua sudah di amankan dan dikawal untuk menghindari terjadinya konflik sehingga tidak berkepanjangan.”Untuk penghadangan jelas itu merupakan pelanggaran, jelas saya tidak akan tinggal diam untuk itu,” tegasnya.

BACA JUGA =  Menebang Dahan Pohon Mangga Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

Lanjutnya, hal ini juga masuk dalam atensi pimpinan dimana daerah polda Sumsel termasuk tinggi dalam hal premanisme.  “Saya tidak ingin ada orang luar yang masuk dan mengatasnamakan warga lalu meminta uang dari pengguna jalan,” terangnya.

Beredarnya isu bahwa PT GPP milik Kapolri sehingga Polres Muara Enim membackup penuh perusahaan dibantah keras oleh Kapolres. Menurut kapolres isu itu  tidak benar terlebih ada yang mengira bahwa tindakan ini di bekingi oleh kepolisian. “Tidak ada  itu semua, karena ini dilakukan semata mata untuk menjaga keamanan, dan jangan sampai terjadi konflik,” pungkasnya. (adrian/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kedua tersangka perampokan yang berhasil ditangkap massa dan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza …

Tinggalkan Balasan