Tim Khusus Gabungan Buru 6 Perampok Hidup atau Mati. Buntut Tertembaknya Kanitres Polsek Mesuji Makmur

oleh -453 views

Wajah empat dari enam perampok yang beredar luas di media sosial. Kapolda Sumsel,  Irjend Pol Zulkarnain Adinegara menyatakan akan menangkap pelaku hidup atau mati. foto:ist/net.

PALEMBANG (KabarRakyat) -Sekarang ini pasti keenam perampok yang telah menembak Kanitres Polsek Mesuji Makmur hingga tewas, dalam keadaan panik dan ketakutan. Pasalnya Kapolda Sumsel, Irjend Pol Zulkarnain Adinegara, telah mengultimatum untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku hidup atau mati. Bukan itu saja, kapolda juga telah membentuk Tim Khusus untuk menangkap para perampok yang meresahkan itu.

Tim khusus itu terdiri dari gabungan jajaran reskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) dan Polda Sumsel. Kapolda Sumsel, Irjend Pol Zulkarnain memang tidak ada kompromi dengan aksi kejahatan dengan kekerasan apalagi sampai korbannya terbunuh. Dia sangat keras. Terbukti saat kasus pembunuhan terhadap sopir taxi online, pelaku juga tewas ditembak petugas.  Apalagi dalam kasus di OKI ini  yang jadi korban adalah anggota polisi yang merupakan anak buahnya.

Menurut kapolda, para pelaku terbilang sangat kejam, sampai-sampai polisi ditembaki secara membabi buta. “Saya berhutang nyawa kepada keluarga korban, maka dari itu kemana pun para pelaku kabur akan saya tangkap hidup atau mati. Karena mereka ini kejam, bukan hanya anggota saya yang ditembak, tetapi korban Kodri juga ditembak,” tegas Kapolda.

BACA JUGA =  Herman Deru Gelontorkan Bantuan Rp 45 Miliar Untuk 10 Kabupaten Cegah Karhutla. Apel Siaga Siaga di Tengah Kebun Raya

Dijelaskan Kapolda, korban Kodri merupakan tauke karet yang hendak dirampok. Namun rupanya Kodri cukup bernyali, dia melawan bahkan seorang pelaku  sempat ditikamnya dengan senjata tajam. Makanya perampok lain langsung menembaknya di bagian perut.

Kapolda berjanji, akan menangkap para pelaku hidup atau mati. Di medsos beredar empat foto yang diduga pelaku perampok. Mereka dikabarkan lari secara berpisah. Ada yang kabur ke arah Muba, Lampung dan kearah Tuba. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, Polda Sumsel telah bekerja sama dengan Polda Lampung untuk menyisir wilayah perbatasan Lampung dan Sumsel sehingga ruang gerak pelaku dapat dibatasi.

Kronologi kejadian

Pada hari minggu (3/6/2019) dini hari, sekitar jam 01.00 Wib, Bripka Afrizal  dan seorang anggotanya,  Bripda  Mahmudi melakukan patroli rutin. Mereka mampir di pos kamling yang berada di Desa Beringin Jaya, dan ngobrol dengan beberapa petugas jaga disana.

BACA JUGA =  Firli Kapolda Sumsel Baru Gantikan Zulkarnain. Asli OKU, Mantan Deputi Penindakan KPK

Tak lama kemudian salah satu petugas poskamling mendapat telepon dari warga yang menginformasikan bahwa rumah seorang warga bernama Kodri sedang disatroni perampok.  Kodri di desa itu termasuk orang kaya.  Sehari-hari Kodri dikenal sebagai tauke karet.

Mendapatkan informasi tersebut, Bripka Afrizal (korban), Bripda Mahmudi serta Kades Beringin Jaya, Masdi dan petugas pos kamling serta warga sekitar langsung menuju ke TKP  (rumah Kodri).

Saat dalam perjalanan menuju TKP  di tengah perjalanan, rombongan mendengar dari kejauhan ada warga berteriak “itu pelakunya, lewat jembatan”. Saat itu juga Bripka Afrizal berboncengan dengan Kades dan  Mahmudi serta warga yang ikut dari poskamling melihat ada 3 motor masing2 berboncengan (6 pelaku) berjalan dengan kecepatan tidak terlalu kencang sambil mengarahkan senter untuk menerangi jalan.

Korban Afrizal mengajak warga untuk mengepung, namun para pelaku masih dalam posisi mengendari motor berteriak “dekat, tembak”. Entah siapa yang memberi perintah berulang itu.

Para pelaku bersamaan dengan itu menembakan senjata apinya secara membabi buta ke arah korban dan warga, hingga membuat warga lari dan ada yang tiarap menyelamatkan diri. Salah satu peluru perampok itu menembus dada Afrizal. Pria yang menjabat Kanitres Polsek Mesuji Makmur itu roboh dengan tubuh bersimbah darah. Taklama kemudian tembakan pun berhenti.  Rupanya pelaku telah kabur.

BACA JUGA =  Ayla Hantam Megapro, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Setelah pelaku melarikan diri, Bripda Mahmudi mencari komandannya, Bripka Afrizal.  Setelah dicari, korban  ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telungkup, dan ketika diperiksa dia (korban) sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan ditemukan luka tembak pada bagian tengah dadanya. Saat itu dicek denyut nadinya sudah tidak bergerak.

Petugas polsek dibantu warga lalu membawa Bripka Afrizal ke Puskesdes Pembantu Desa Beringin Jaya. Petugas medis disana menyatakan  Bripka Afrizal telah meninggal dunia.  Setelah itu  korban lalu dirujuk ke Puskesmas Bina Karsa Kecamatan Mesuji Makmur. Sedangkan Kodri yang mengalami luka tembak di bagian paha dan perut sebelah kiri dan saat ini korban telah di rawat ke RSUD Kayuagung. (sihat judin/krw)