Terdakwa Mutilasi di Sungai Pinang Terancam Hukuman Mati

oleh -310 views

Terdakwa Khairul Saleh alias Alek saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Kamis (2/1/2020). foto:niskiah/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Terdakwa Khairul Saleh alias Alek (37) kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap korbannya Karoman di Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), terancam hukuman mati. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Berly Gautama SH, Kamis (2/1/2020).
Dalam surat dakwaan, terdakwa warga dusun II Rt 3 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI ini didakwa dalam Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dibacakan Jaksa, perbuatan terdakwa terjadi Kamis 6 Juni 2019 sekira pukul 01.00 wib, di Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI. Pada waktu itu korban ditemukan telah menjadi mayat sekira pukul 10.00 Wib dengan keadaan tenggelam di Sungai Desa Pinang Mas. ” Pada saat ditemukan mayat korban tenggelam di dasar sungai dalam keadaan tanpa kepala dan kedua tangan serta terdapat banyak luka pada bagian tubuhnya, “ungkap Jaksa.
Rupanya, pembunuhan itu dilakukan oleh terdakwa bersama dengan Ibrahim, Ilul dan Bahusin alias Perek yang telah direncanakan dan dimulai pada Selasa 4 Juni 2019 sekira pukul 20.00 wib sampai Rabu 5 Juni 2019.
Dimana sebelumnya, memang para terdakwa telah menunggu korban untuk dibunuh di lebung timbang. Pada saat itu terdakwa Ibrahim (berkas berbeda) membawa sebilah pisau, Alek bawa sebilah parang dan tombang. Sedangkan Ilul bawa parang. Setelah menunggu ternyata pada malam itu korban Karoman tidak datang. Lalu pada keesokannya Rabu sekira pukul 22.00 wib, terdakwa dan temannya sudah berada di lebung timbang dengan menggunakan dua perahu milik terdakwa dan Alek menunggu kedatangan korban. ” Pada pukul 01.00 Wib Kamis 6 Juni 2019, korban datang mendekat sambil mencari ikan kearah terdakwa dan temannya. Setelah dekat Ilul memukulkan satang perahu ke leher kiri korban sehingga membuat korban terjatuh, “terang Jaksa.
Selanjutnya, terdakwa langsung membacok bahu sebelah kiri dan Petek menikam perut korban sebanyak 2 kali. Saat itu korban berteriak minta tolong. Lalu korban menebas leher korban dengan parang sebanyak 2 kali hingga putus dan tubuhnya jatuh ke air. Akibat perbuatan terdakwa dan temannya, korban meninggal dunia.
Usai dibacakan surat dakwaan oleh Jaksa penuntut, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukum Junaidi Aziz SH MH, Doni Efendi SH MH, Hj Harma Elen SH MH dan rekan, mengajukan eksepsi. Majelis hakim diketuai Reza Oktaria SH anggota Irma Nasution SH dan Lina Safitri Tazili SH menunda sidang terdakwa pada Rabu pekan depan 8 Januari 2020. (nis/krw)

BACA JUGA =  Disdukcapil Muba Musnahkan 20.766 Keping KTP-E Invalid