Breaking News
Home / Hukum / Terdakwa Kasus Pembunuhan Calon Pendeta Didakwa Pasal Berlapis

Terdakwa Kasus Pembunuhan Calon Pendeta Didakwa Pasal Berlapis

Kedua terdakwa Nang dan Hendri saat menuju ruang sidang PN Kayuagung dikawal petugas,  Rabu (7/8/2019). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Dua terdakwa kasus pembunuhan calon pendeta dengan korbannya Melindawati Zidomi yang terjadi 25 Maret 2019 lalu di Blok F 19 Divisi III PT Persada Sawit Mas (PSM) Sungai Baung Estate Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sumatera Selatan,  didakwa dalam pasal berlapis.
Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendy Sinatrya SH dan Bravo SH, dalam persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Rabu (7/8/2019) secara tertutup.
Dikatakan Kasi Pidum Kejari OKI, Heri Hariyanto SH didampingi Jaksa usai persidangan, kedua terdakwa yakni Nang (21), warga Dusun II Desa Bungin Tinggi Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI dan Hendri (26), warga Pematang Gaib Dusun IV Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI. ” Keduanya didakwa dalam pasal berlapis, yaitu tindak pidana pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, pasal 365 ayat (4) KUHP. Lalu tindak pidana pasal 289 KUHP dan 290 ke-1 KUHP,”ungkapnya.
Dijelaskan, dalam perkara ini untuk kedua terdakwa terancam hukuman mati. Perbuatan kedua terdakwa ini yakni terjadi 25 Maret 2019 sekira pukul 23.00 Wib. Bermula dari keduanya yang bekerja sebagai buruh PT PSM, dimana terdakwa Nang menyukai korban yang bekerja sebagai pendeta Gereja di area PT PSM. Ternyata keduanya berencana untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban.
Selanjutnya, kedua terdakwa  menyiapkan dua bilah senjata tajam jenis pisau dan penutup wajah (sebo), satu helai tali sepatu dan 2 tali karet
ban Kemudian melakukan pengintaian. Rupanya korban saat itu bersama saksi Nita mengendarai motor.

BACA JUGA =  Aneh Disaat Vonis Akan Dibacakan, Gunawati Cabut Gugatan Praperadilan Polresta-Kejari Palembang

Sebelumnya kedua terdakwa telah sepakat apabila ketahuan oleh korban maka akan menghabisi korban.
” Saat korban ke mess divisi I, kedua langsung mempersiapkan alat-alat yang telah disiapkan, lalu kedua terdakwa menunggu korban di pinggir jalan poros kebun kelapa sawit dengan menggunakan sebo dan membawa sajam,”terang jaksa.
Kemudian, korban melintas dan kedua terdakwa memberhentikan motor korban. Terdakwa Hendri langsung memegang tangan saksi Nita agar diam dan mengancam akan membunuh. Sedangkan terdakwa Nang mengapit leher korban sambil mengancam akan membunuh jika berontak. Lalu membawa korban dan Nita masuk ke dalam kebun, lalu terdakwa Hendri mengikat tangan Nita, lalu kembali ke jalan poros mengamankan motor korban.
Selanjutnya, terdakwa meninggalkan Nita dan korban dibawa masuk lagi ke dalam kebun, kedua kaki korban diikat. Terdakwa Nang memegangi kedua tangan korban dan terdakwa Hendri membuka paksa celana jeans dan celana dalam korban. Namun saat akan memperkosa korban mengatakan dirinya sedang mens.
” Sehingga terdakwa Hendri melakukan cabul dan tangan kirinya menutup mulut korban. Tak hanya itu terdakwa Nang sudah juga melakukan cabul kepada korban,”jelasnya.
Lalu terdakwa Hendri kembali akan memperkosa, maka korban berontak dan tangan korban menarik penutup wajah terdakwa Hendri sehingga terbuka.              Rupanya karena ketahuan, maka kedua terdakwa nekad membunuh korban. Terdakwa Nang mencekik leher korban dengan kuat, terdakwa Hendri pegangi kaki hingga korban tidak bergerak dan tidak menghembuskan nafas lagi.
Lalu terdakwa Hendri menuju tempat Nita dan mencekik Nita sekuat tenaga hingga Nita yang masih anak-anak tidak sadarkan diri. Lalu membanting Nita ke tanah hingga tidak bergerak dan membawa Nita menuju tempat korban.         Setelah itu kedua terdakwa  membuang korban dan Nita ke seberang parit agar tidak diketahui orang.
Ternyata Nita masih hidup dan setiba di rumah memberitahukan bahwa korban diculik. Maka orang tua Nita memberitahukan kepada tetangga dan melakukan pencarian. Akhirnya korban Melindawati ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di semak belukar.
Diungkapkan jaksa dalam sidang ini Majelis hakim diketuai Eddy D Sembiring SH dengan anggota Lina Safitri Tazili SH dan Firman Jaya SH. Hakim ketua menunda sidang kedua terdakwa pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (nis/krw)

BACA JUGA =  Aniaya Istri Tua, Istri Muda Divonis 16 Bulan Penjara

Tentang sihaj

Baca Juga

PT Gojek Indonesia Beri Bantuan Kepada Mitranya yang Mengalami Musibah

,Regional Consumer Engagement Manager Gojek Palembang, Christina Anggraeni saat memberikan bantuan kepada keluarga Asnawi. foto:jauhari/krw. …

Tinggalkan Balasan