Breaking News
Home / Hukum / Terdakwa Bersumpah Hilang Hapalannya Jika Gunakan Ekstacy. Pengacara Tegaskan Kliennya Hafizd AlQuran Jadi Korban Fitnah Oknum Polisi

Terdakwa Bersumpah Hilang Hapalannya Jika Gunakan Ekstacy. Pengacara Tegaskan Kliennya Hafizd AlQuran Jadi Korban Fitnah Oknum Polisi

Terdakwa M Masagus Ahadi saat membacakan pledoi di hadapan majelis PN Kayuagung,  Kamis (25/7/2019). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Sidang perkara kasus kepemilikan narkoba jenis pil ekstasi, dengan terdakwa M Masagus Ahadi (23), warga Perumahan Talang Kelapa Kecamatan Alang – Alang Lebar Palembang, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Kamis (25/7/2019) siang. Dengan agenda pembacaan pembelaan oleh terdakwa dan penasihat hukumnya Abdul Rahman SH.
Dalam sidang tersebut, dihadapan Majelis hakim diketuai Jarot Widiyatmono SH dengan anggota Resa Oktaria SH dan Irma Nasution SH, terdakwa membacakan pembelaan bahwa dirinya bersumpah tidak menggunakan ekstacy sebagaimana tuduhan polisi oleh Satnarkoba Polres Ogan Ilit.

BACA JUGA =  Rampas Hp dan Tikam Pelajar Hingga Tewas, ABG Dituntut 5 Tahun Penjara

Disampaikan Masagus, dirinya difitnah menggunakan ekstacy dengan bukti urine yang positif, padahal dirinya tidak menggunakannya .” Wallahi ..demi Allah saya bersumpah tidak gunakan ekstacy seperti tuduhan polisi, apabila saya menggunakan dan berbohong, garansinya hilang hapalan dan laknat Allah kepadanya. Apabila mereka yang berbohong, merekalah yang menerima laknatmu,”ujarnya.
Penasihat hukumnya Abdul Rahman SH juga membacakan pembelaan sebanyak 38 lembar. Yakni bahwasannya terdakwa dijadikan korban atau tumbal karena terdakwa adalah orang yang lugu, tidak tau dan tidak kenal dengan dunia narkotika.
Penangkapan terdakwa murni rekayasa oleh oknum polisi Satnarkoba Polres OI. Dimana kliennya merupakan hafiz Quran tidak pernah sama sekali menggunakan narkoba. Barang bukti yang ditemukan di dalan jaket terdakwa saat penangkapan bukan milik terdakwa. ” Saat diperiksa di Polres OI, terdakwa dipaksa untuk mengakui,”ungkapnya.
Barang bukti itu kata Abdul Rahman, sengaja dimasukkan seseorang bernama Dita, yang sebelumnya berada dalam mobil dengan terdakwa. Yakni berangkat dari Palembang menuju Indralaya Ogan Ilir atas permintaan Dita. Dita ini temannya rekan sekolah terdakwa saat SMA. Namun beberapa saat belum ditangkap, Dita keluar dari mobil dengan alasan membeli pembalut, sedangkan terdakwa dikasih uang Rp 100 ribu oleh Dita untuk mengisi minyak di SPBU Romi Herton di Indralaya Utara.
Saat di SPBU inilah, sejumlah anggota Satnarkoba Polres OI langsung menggeledah mobil terdakwa dan langsung mencari jaket milik terdakwa yang sebelumnya diduga ditaruh barang bukti narkoba sebanyak 19 butir.
” Bukti percakapan via whatsapp antara oknum polisi bernama Jodi dengan Dita ada. Dalam percakapan semua rekayasa untuk penangkapan dan sudah diatur,”terangnya. Usai dibacakan semua pembelaan oleh penasihat hukum, majelis hakim menunda sidang itu pada pekan depan dengan ada tanggapan dari jaksa penuntut umum. (nis/krw)

BACA JUGA =  Cegah Kenaikan Harga Jelang Ramadhan Tim Satgas Pangan Muara Enim Sidak Pasar

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan