Tatang Koswara Sniper Indonesia yang Disegani Dunia.Ini 5 Sniper Paling Berbahaya di Dunia

oleh -675 views

5 Penembak jitu atau sniper terbaik di dunia dimuat buku karya Peter Brookesmith yang berjudul Sniper Training, Techniques and Weapon, terbit tahun 2000. Ada juga sniper Indonesia masuk dalam buku tersebut yakni Tatang Koswara masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia.

Berikut lima sniper terbaik dunia menurut buku Peter juga versi Kabar Rakyat.

  1. Simo Hayha

Simo disebut penembak jitu paling berbahaya sejagad. Dijuluki orang putih mematikan. Dia membunuh sekitar 505 tentara dalam 100 hari. Ia lahir di kota Rautajärvi, Filandia tahun sekitar  1905-1906. Kota kelahirannya merupakan kota terdekat ke Rusia. Ia lahir dari orang tua petani pekerja keras.

Pada 1925, Simon ikut wajib militer di Finlandia. Ia meraih peringkat terbaik. Sejak itu karir militernya melesat. Ia mendapat pelatihan menembak saat menjadi pasukan Finnish Civil Guard, semacam pasukan pasukan Garda Nasional di Amerika Serikat.

Simo memang sangat menyukai kemampuan menembak. Senjata pertamanya senapan buatan Rusia, M19 . Dia mampu menembak 16 target per menit dalam jarak 500 kaki. Ia kemudian bertempur untuk negaranya Finlandia melawan Uni Sovyet pada perang dingin 1939-1940.

Dalam menjalankan tugasnya Hayha mengenakan seragam warna putih dan menyamar menjadi salju lantaran suhu saat itu sekitar minus 12  derajat celsius. Hayha tersohor membunuh ratusan tentara merah Sovyet.

Ia membunuh 705 orang pasukan merah atau setara dengan satu batalion infanteri TNI.  Sejak Finlandia merdeka, dia pensiun menjadi penembak jitu dan menghabiskan masa tuanya dengan tenang. Ia meninggal di usia 97 tahun.

  1. Vasily Gregorievich Zaytsev

Ia lahir pada 1915 di Yeleninskoye, Rusia. Besar di Urals, kakeknya mengajar Vasily berburu dan menembak. Kemudian masuk tentara ditempatkan di unit infanteri dan pindah menjadi penembak jitu setelah seorang brigadir melihatnya menembak dengan cepat tiga pasukan Jerman. Penembak jitu berbahaya asal Rusia dan dikenang sebagai pahlawan negeri Beruang Merah.

Dia bergabung dalam pasukan tentara merah saat Rusia masih menjadi wilayah Uni Sovyet. Vasily dikenang sebagai orang paling berjasa dalam pertempuran di Kota Stalingrad, ketika berkecamuk perang antara Jerman dan sekutunya melawan Sovyet memperebutkan wilayah itu di puncak PD II. Antara Oktober 1942 hingga 10 November 1942, Vasily berhasil menewaskan 32 tentara Jerman.

BACA JUGA =  Minat Jadi Polisi Tinggi, Tercatat 1.391 Pelamar di Polresta Palembang. Sstt...Jangan Percaya Calo

Kemampuan Vasily sebagai salah satu penembak jitu terbaik semakin diakui setelah antara 10 November hingga 17 Desember 1942, Vasily berhasil menewaskan 225 tentara Jerman. Dari 225 yang berhasil dibunuh tersebut, 11 di antaranya penembak jitu Jerman yang terkenal. Secara keseluruhan, Vasily rata-rata menewaskan 6 prajurit musuh per hari selama 38 hari.

Kisah legendarisnya adalah ketika terjadi duel dengan penembak jitu dari satuan elit Schutzstaffel (SS) Nazi Jerman, Erwin Konig, yang berlangsung selama tiga hari. Duel ini dimenangkan Vasily. Pertempuran Konig dan Vasily Zeitsev sempat difilmkan dengan judul Enemy at the Gates pada 2001.

Umur Vasily sangat pendek. Dia tewas pada 1943 di tengah kontak senjata dengan tentara Jerman. Dia tewas di Ukraina pada 1991 dan dimakamkan di sana. Namun pada 2006, jasadnya dimakamkan kembali dengan upacara militer di Mamayev Kurgan, pekuburan khusus tentara yang bertempur  di Stalingrad.

3. Erwin Konig

merupakan penembak dari Jerman saat Perang Dunia II meletus pada 1940-an. Ketika itu Jerman menginvasi Eropa hingga ke daratan Rusia. Dalam buku Peter Brookesmit, Sniper Training, Techniques and Weapon, disebutkan Erwin Konig berhasil menembak sekitar 500 musuh. Tetapi dari pihak Jerman, tidak mengakui ada nama Erwin Konig yang pernah bertempur saat perang itu.

Nama Konig sendiri disebut-sebut dalam catatan Vasily Zeitsev yang berjudul Notes of a Sniper. Vasily Zeitsev merupakan sniper dari Rusia yang mengklaim telah terjadi duel antara dirinya dengan seorang sniper Jerman, Erwin Konig, yang berlangsung selama tiga hari di reruntuhan Kota Stalingrad. Data-data ini ia dapatkan berdasarkan dokumen-dokumen yang dirampas dari jenazah König.

  1. Chris Kyle

Penembak jitu ini diklaim paling banyak mencabut nyawa yang berasal dari kesatuan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat. Chris Kyle dalam salah satu biografinya tercatat menjadi tentara yang berani, terhormat, dan dedikasi untuk negaranya di atas segala urusan apa pun. Pada akhir karir militernya dia telah membunuh 160  orang selama bertugas di Irak pada 2003.

BACA JUGA =  Kasad Akan Buka Kejurnas Judo Kartika Cup XI 2018

Dengan predikatnya itu membuat Kyle ditahbiskan menjadi penembak jitu paling
berbahaya sepanjang sejarah militer Amerika. Tembakannya mematikan sehingga ia dijuluki sebagai iblis dari Ramadi, Irak. Ia terlibat dalam pertempuran di Ramadi dan Fallujah. Sejak itu ia dijuluki  iblis atau setan.

Namun, hidupnya berakhir tragis. Dia justru tertembak oleh rekannya sendiri Eddie Ray Routh, 25 tahun, yang mengalami stres. Kyle tewas di rumahnya di negara bagian Texas. Routh merupakan anggota pasukan marinir yang pernah ditugaskan ke Irak pada 2007 dan Haiti pada 2007.

 

  1. Tatang Koswara, Sniper TNI AD Indonesia 

     

    Inilah sniper terbaik kebanggaan Indonesia, Beliau bernama Tatang Koswara. Meskipun sudah meninggal dunia pada 3 Maret 2015 kemarin di usia 68 tahun. Nama beliau selalu dikenang atas jasa-jasanya untuk tanah air kita Indonesia.

    Profil singkat Tatang Koswara adalah seorang Sniper dari TNI AD. Dalam dokumentasi Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan tahun 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa.

    Ada kejadian unik saat pertama kali ia direkrut menjadi penembak sniper. Saat itu Indonesia belum memiliki Antiteror dan Sniper.

    Kemudian muncullah usul untuk mengambil personil dari 4 kesatuan yaitu Koppasus (AD), Marinir (AL), Paskhas (AU) dan Brimob (Polri). Namun untuk angkatan pertama hanya diikuti perwakilan dari TNI AD, termasuk Tatang Koswara didalamnya.

    Bersama ke tujuh rekannya ia terpilih masuk program mobile training teams (MTT) yang dipimpin langsung oleh pelatih Kapten Conway, dari Green Berets Amerika Serikat di periode tahun 1974 sampai 1975.

    Setelah lama mendapatkan latihan keras militer dari Sniper, Kamuflase, menyusup, melacak jejak dll. Ia pun lulus dan mendapatkan senjata Winchester model 70. Diketahui pada saat itu, dari 60 peserta jumlah kelulusan hanya sebanyak 17 orang saja.

    sniper terbaik dunia

    Sebuah kisah mengerikan mengawali karir Tatang sebagai ahli Sniper. Saat itu ia ditugaskan ke jantung pertahanan Markas Pasukan Fretelin di Timtim. Tanpa ia sadari, ternyata ia terjebak di sarang lawan.

    Ia berada ditengah-tengahnya dengan 30 orang bersenjata lengkap sedang berjaga-jaga. Dalam pikirannya hanya ada satu bayangan, kematian. Namun, sebelum mati, ia harus membunuh komandan Fretelin terlebih dahulu.

    Mudah baginya untuk membunuh sang Komandan, namun begitu banyak anak buahnya membuat Tatang harus berpikir lebih matang, bagaimana cara ia melarikan diri kalau sampai ketahuan. Sekian lama menunggu, waktu tepat di jam 17.00 Tatang berhasil menembak sang Komandan tepat di bagian kepalanya.

    Sialnya, aksi penembakan tersebut ketahuan. Para pasukan Frentelin pun mengepungnya sambil menjaga jarak, sebab mereka sadar jangkauan senjata sniper Tatang jauh lebih berbahaya dibandingkan senjata mereka. Dari kejauhan mereka pun menembaki Tatang dengan membabi buta, alhasil 2 peluru berhasil menyarang dibagian betisnya.

    Ia pun mencoba bertahan hidup sampai menunggu malam tiba untuk melarikan diri. Dengan keadaan berdarah yang tak berhenti mengalir, ia mencoba mencongkel peluru tersebut dengan gunting kuku. Kemudian mengikatkan luka tersebut dengan syal merah putih agar berhenti mengalir. Keajaiban terjadi, syal merah putih seolah menjadi penolongnya.

    Dalam empat kali pertempuran di medan perang, tembakan jitu Tatang Koswara berhasil membunuh 80 orang. Yang luar biasa jusru pada aksi pertamanya. Dari 50 peluru senjatanya, 49 berhasil dengan tepat menewaskan semua musuhnya. Sedangkan 1 peluru sengaja disimpan olehnya.

    Hal ini menurut penjelasan beliau, bahwa seorang Sniper dikenal pantang menyerah. Jika ia dalam keadaan terdesak, ia akan membunuh dirinya sendiri daripada harus tertangkap oleh musuh dan dijadikan tawanan, yang tentu saja jika seorang tawanan tak kuat menahan siksaan dari musuh, ia bisa membocorkan rahasia kesatuan militernya. . (sj/net/berbagai sumber)

    Foto2 :internet

BACA JUGA =  Warga Keluhkan Bau Amoniak PT Pusri Saat Reses Dewan Kota Davil VI