Breaking News
Home / Hukum / Syamsul Rizal Buka Suara Soal Indikasi Dugaan Ijazah Palsu Calon Wagub Sumsel

Syamsul Rizal Buka Suara Soal Indikasi Dugaan Ijazah Palsu Calon Wagub Sumsel

Syamsul Rizal dan perwakilan LSM Sumsel saat jumpa pers terkait ijazah MY di salah satu rumah makan di Palembang, Minggu (3/6). foto:krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-  Masih ingat ketika sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Pimpinan Pusat Gabungan LSM Indonesia Sumatera Selatan mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Kamis (17/5/2018) lalu. Mereka datang untuk mempertanyakan soal keaslian ijazah salah satu Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan, berinisial MY. Namun Kadin Diknas Sumsel, Drs Widodo menyatakan dia tidak berwenang untuk menentukan ijazah MY itu asli atau tidak.

     Dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan cetak dan online, perwakilan LSM dan Drs Syamsul Rizal membeberkan dan menunjukkan bukti dugaan palsu ijazah milik MY tersebut. Syamsul menunjukkan surat pernyataan bermeterai 6000 tanggal 27 Februari 2013 dari Syahril Anwar dan Tajuddin Tumbuh. Keduanya siswa STM Pertambangan Palembang tahun 1975-1977, dan keduanya menyatakan bahwa nama  M atau MY tidak pernah ada atau sama sekali mereka tidak pernah kenal. Padahal MY mengaku berijazah tahun 1977 juga sama dengan mereka (Syahril dan Tajuddin).

Selain itu untuk memperoleh titik terang soal ijazah MY apa memang absah dari STM Pertambangan Palembang, Drs Syamsul Rizal telah melakukan penyelidikan dan penelusuran baik dengan mendatangi pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel bahwa tempat MY pernah menuntut ilmu sejak tahun 2005 lalu . Bahkan untuk membuat terang soal status ijazah MY itu, Syamsul Rizal juga pernah melaporkan MY ke Polda Sumsel.

Hasil kesimpulan penyelidikan dan penelusuran yang dilakukan Guru Besar Perguruan Tenaga Dalam Mandiri (Tedari) itu, bahwa tahun 1975, MY masuk SMA YP Kerinjing OKI (sekarang OI, Red). “Dia ( MY) naik kelas II IPS namun 3 bulan di kelas dua berhenti tanpa meminta surat keterangan berhenti atau surat pindah . Ini sesuai dengan surat pernyataan bapak Masuan yang pernah jadi guru disana,” jelas Syamsul Rizal kepada wartawan saat buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Palembang.

Suasana jumpa pers Gabungan LSM dengan sejumlah wartawan.foto:sj/krw.

Soal MY dikatakan lulus STM Pertambangan Palembang dengan nomor STTB NO.VI Cm 1498 tanggal 1 Desember 1977, menurut Syamsul, diragukan keaslian ijazahnya. Sebab menurut pria yang merupakan pensiunan PT Pusri ini yang didampingi rekannya, Mas Budi dan Aminullah itu mengatakan bahwa pada tahun yang sama yakni dari Maret 1976 sd April 1977, MY juga aktif kursus di BLKI Kenten jurusan bangunan. “Ada teman kursus MY di BLKI namanya Syaifullah Sopuan dan dia mengatakan saat itu dia (MY) tidak bersekolah di tempat lain,” tegas Syamsul. Logikanya, lanjut Syamsul, mana ada waktu lagi mau sekolah SMA sedangkan seharian kursus di BLKI. Apalagi letak BLKI di Kenten sedangkan STM Pertambangan Palembang terletak di Plaju. Pada tahun itu (1976) bukan seperti sekarang, transportasi sudah banyak dan gampang didapat. ” Jadi kesimpulannya diduga STTB STM Tambang didapat dengan cara membeli blangko yang kosong sisa yang tidak terpakai  dan hanya tinggal menuliskan nama di STTB tersebut,” tegas Syamsul.

Hanya itu saja, indikasi hasil penelusuran Syamsul yang menyimpulkan ijazah MY palsu?  “Masih ada lagi,” kata Syamsul bersemangat. Menurutnya nama MY memang terdaftar di buku induk siswa STM Pertambangan Palembang  yang Kepseknya saat itu dijabat Ir Syarbini Husein Alam. Namun menurut Syamsul ada yang janggal. “Foto MY memang terlihat foto lama yang sudah dimakan usia namun capnya masih terang atau tidak terlihat usang,” bebernya di hadapan wartawan.

    Tulisan namanya juga berbeda warna tintanya dengan nama siswa lainnya. Serta nomor induk siswa (NIS) tidak berurutan. NIS MY 75021 sejogyanya nomor NIS siswa sebelumnya 75020 namun kenyataannya NIS siswa sebelum MY adalah 75001.
    Ketika Kadin Diknas Sumsel, Drs Widodo terkesan memberi jawaban mengambang ketika didesak Gabungan LSM Sumsel yang menyambanginya pada 17 Mei 2018 lalu rupanya dia ( Widodo) juga pernah kena skakmat oleh Syamsul Rizal. Saat itu di SKH Sumatera Ekspres terbitan tanggal 6 April 2010 , Widodo menjelaskan bahwa MY  pernah bersekolah di SMA YP Kerja dan berhenti saat kelas II  dan melanjutkan sekolah di STM Pertambangan. ” Itu menunjukkan Pak Widodo selaku Kadin Diknas Sumsel tidak mengerti tentang sistim pendidikan di tanah air. Masak siswa jurusan IPS bisa pindah ke STM Pertambangan yang merupakan jurusan IPA atau ilmu pasti,”kata Syamsul.
      Temuan Syamsul ini memang detil dan logis. Bahkan Syamsul menuding pihak Diknas Sumsel terkesan menyembunyikan  informasi. Indikasinya pihaknya melalui  Kantor Hukum Chairil syah dan Partners pada tanggal 19 Juli 2011 sudah berkirim surat kepada Diknas Sumsel. Isi surat itu agar Diknas Sumsel dapat meminjamkan dokumen buku induk siswa tahun 1975 dan daftar peserta ujian tahun 1977, STM LPTM Pertambangan Palembang. Namun permintaan itu tidak digubris sama sekali. “Jadi pihak Diknas Sumsel menurut kami berupaya menyembunyikan sebuah fakta,” kata Syamsul.
    Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, beberapa waktu lalu berusaha memberi penjelasan seputar keabsahan ijazah MY kepada beberapa perwakilan LSM yang mendatangi kantornya. “Saya hanya memiliki dokumen buku induk. Inilah rujukan saya, selebihnya saya harap teman-teman LSM mempertanyakan kepada Forensik untuk mengujinya. Karena hanya ini yang ada di saya tidak lebih,” kilah Widodo. Dia tidak bisa bicara banyak soal keabsahan salah satu calon wakil Gubernur Sumsel temuan para LSM itu.

   Widodo berharap agar masalah tersebut tidak berpolemik dan cepat clear,  teman-teman semasa sekolah Mawardi sekolah di SMK Kejuruan Pertambangan Palembang itu segera muncul ke publik agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan. Dugaan ijazah palsu ini juga sudah dilaporkan ke Mabes Polri oleh perwakilan LSM Sumsel itu baru-baru ini. (tim/krw).

 

BACA JUGA =  Diparkir Depan Kantor, Mobil Pick-up Milik Notaris Raib Dicuri 

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan