Breaking News
Home / Kriminal / Sindikat Penipuan Modus Kupon Berhadiah Digulung Buser Polsek Lempuing OKI

Sindikat Penipuan Modus Kupon Berhadiah Digulung Buser Polsek Lempuing OKI

Wakapolres OKI, Janton Silaban saat press release keberhasil meringkus komplotan penipuan dengan modus kupon undian.foto:ist.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Jajaran anggota kepolisian resort (Polres) OKI sektor Lempuing berhasil meringkus tiga tersangka sindikat penipuan dengan modus kupon berhadiah. Dalam penangkapan tersebut anggota bekerja sama dengan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Para penipu itu diringkus Sabtu (18/8) sekira pukul 02.00 Wib dinihari di Desa Tlasan Condong Catur Kabupaten Depok Provinsi Yogyakarta, tepatnya di sebuah rumah kontrakan.
Ketiga tersangka yakni Basri alias Cali (30), Muswar alias Abdul Muis (21) dan Jery Mallu (20), kesemuanya warga Provinsi Sulawesi Selatan.
Dikatakan Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH melalui Wakapolres Janton Silaban SH didampingi Kapolsek Lempuing AKP Suprawira, untuk penangkapan ketiga tersangka ini atas laporan korbannya I Gusti Putu Sudiarya (46), warga Desa Karang Anyar Kabupaten OKU Timur. Kejadiannya pada Selasa (14/8) sekira pukul 11.00 Wib dilakukan oleh tersangka Abdul Muis.
Bermula dari korban I Gusti membeli susu kental manis dalam kemasan kaleng di sebuah warung sembako di warungnya. Ketika pulang ke rumah dan ambil susu dalam kantong plastik korban menemukan bungkusan kecil dalam kantong plastik, ketika dibuka ternyata ada kupon undian berhadiah dari PT Frisian Flag Indonesia Tbk dan kupon tersebut berhadiah 1 unit mobil Mitsubishi Xpander.
Lalu, lanjut wakapolres, korban menghubungi nomor telpon yang tertera di kupon undian dan tersangka mengaku Abdul Muis SE selaku kabag humas PT Frisian Flag. Tersangka meminta uang Rp 9.970.000, sebagai jaminan balik nama STNK dan BPKB. Setelah uang ditransfer oleh korban melalui ATM Bank Mandiri Tugumulyo.
Selanjutnya, tersangka mengaku Nur Rahman selaku kepala Samsat dari Polda Metro Jaya meminta uang untuk biaya asuransi senilai Rp 25 juta kepada korban. ” Tetapi korban tidak berikan karena korban merasa curiga bahwa undian tersebut merupakan penipuan. Barulah keesokannya korban melapor ke Polsek,”ungkap wakapolres.
Kemudian atas laporan korban dilakukan penyelidikan terhadap tersangka dan diketahui tersangka ada di Yogyakarta. Sehingga Kapolsek Lempuing bersama kanit reskrim Iptu Sulardi dan anggota langsung menuju Yogyakarta. Hingga akhirnya menangkap para tersangka dibantu Polda DIY.
Diungkapkan wakapolres, para tersangka merupakan sindikat penipuan nasional yakni seluruh Indonesia dengan kaki tangannya dan peran masing-masing. Dari barang bukti yang diamankan berupa kertas kupon undian siap edar sebanyak 39 ribu. Semua sudah dipak (siap dalam kardus) untuk disebar se Indonesia ke kaki tangannya.

BACA JUGA =  Efti Bantah Pemeriksaan Dirinya Terkait Pilkada Palembang 2013. Ucok Akui Pemeriksaan Terkait Sengketa Pilkada Palembang

Selain barang bukti perangkat pembuatnya berupa printer, laptop, kertas foto, alat laminating, gunting, plastik bening dan lainnya. Terpenting lagi BB berupa 16 unit handphone berbagai merek, buku tabungan berbagai macam bank berikut kartu ATM.
Wakapolres menambahkan, untuk ketiga tersangka akan dijerat tindak pidana penipuan dalam pasal 378 KUHP ancaman pidana minimal 3 tahun penjara. ” Ketiganya saat ini sudah diamankan dan akan dikembangkan, berapa banyak korban lainnya, termasuk hasil dari yang mereka dapatkan,”jelasnya.
Ketiga tersangka ini berperan menerima telpon dan meyakinkan korban agar mentransfer uang atas kupon hadiah berhadiah. Atas penipuan ini sudah ada puluhan laporan polisi  kemungkinan masih banyak lagi korbannya yang melapor.
” Kita himbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya kupon berhadiah. Bila mendapatkan harus tanyakan terlebih dahulu ke pihak kepolisian kebenaran tersebut,”pungkasnya.
Pengakuan tersangka Abdul Muis, ia bersama kedua temannya bertugas menerima telpon dan meyakinkan korban bahwa undian berhadiah tersebut ada lalu korban mentransfer uang. Sedangkan yang ambil uang dari transferan adalah orang lain. ” Kami hanya terima telpon dan yakinkan korban untuk segera transfer uang, selama 2 minggu sudah dapat 9 juta, uangnya untuk keluarga di Sulawesi Selatan,” ucapanya.
Dikatakannya, kupon yang ada siap edar tersebut ada yang dimasukkan dalam susu kemasan lalu dilamilating kembali supaya masyarakat percaya. Tetapi ada yang sengaja memang kupon berhadiah itu disebar di pinggir-pinggir jalan. (nis/krw)

BACA JUGA =  Besok Film “Meniti 20 Hari” akan Diputar di UMP

Tentang sihaj

Baca Juga

Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kedua tersangka perampokan yang berhasil ditangkap massa dan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza …

Tinggalkan Balasan