Jakarta – Sepandai-pandainya Setya Novanto ‘melompat’ masih jatuh ke tangan KPK juga. Akhirnya KPK resmi menahan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik, Jumat (16/11/2017).Hal ini dijelaskan jubir KPK , Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/11).

Berhubung Ketua Umum Partai Golkar itu sakit maka dibantarkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“KPK melakukan penahanan terhadap SN (Setya Novanto) karena berdasarkan bukti yang cukup tersangka SN diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan pihak lain dalam kasus e-KTP dan menahan selama 20 hari terhintung 17 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur cab KPK,” kata jubir KPK , Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (16/11).

Setya Novanto saat ini dirawat di RSCM setelah dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau pascakecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam.

Setnov ketika disodori surat perintah penahanan oleh penyidik KPK , tidak mau menandatangani surat berita acara penahanan tersebut. Alhasil  berita acara penahanan ditandatangani penyidik dan 2 saksi dari pihak rumah sakit. Lalu berita acara tersebut diserahkan 1 rangkap kepada , Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto.

Penyidik juga menyiapkan berita acara penolakan penahanan dan juga tidak ditandatangani Setnov dan salinan berita acara itu kembali diserahkan kepada Deisti. Akhirnya penyidik menyiapkan berita acara penolakan berita acara penahanan yang juga ditandatangani penyidik dan saksi.

BACA JUGA =  Kades Sungai Laru, Lahat Ditahan. Diduga Korupsi Dana Desa Rp183 Juta

“Karena menurut hasil pemeriksan di RSCM sampai hari ini masih dibutuhkan perawatan lebih lanjut atau rawat inap untuk observasi lebih lanjut maka KPK melakukan pembantaran Setya Novanto sehingga perawatan akan dilakukan di RSCM namun kuasa hukum menolak menandatangani berita acara pembantaran,” jelas Febri.

Sehingga penyidik menyiapkan berita acara penolakan pembataran penahanan dan lagi-lagi tidak ditandatangani Setnov sehingga penyidik menyiapkan berita acara penolakan menandatangani penolakan untuk menadatangani berita acara pembantaran.

“Jadi baik berita acara penahanan maupun berita acara pembantaran tidak ditandatangani pihak Setnov (SN) dan sesuai KUHAP, maka penyidik membuat berita acara lanjutan,” tambah Febri.

Selama pembantaran penahanan itu Setnov akan berada di dalam proses perawatan di RSCM dengan penjagaan tim KPK dan Polri.

Setya Novanto selaku anggota DPR RI periode 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjono, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dirjen Dukcapil Kemendagri dan kawan-kawan.

BACA JUGA =  Kakak Beradik Pembunuh Sopir Bus Kota Kertapati-KM 12 Akhirnya Dibekuk Tim Gabungan

Mereka diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi, menyahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atas perekonomian negara sekurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam pengadaan paket penerapan KTP-E 2011-2012 Kemendagri.

Setnov disangkakan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terkenal Licin

   Nama Drs. Setya Novanto, Ak, sekarang sangat top. Di dunia medsos namanya bertengger di posisi puncak. Pria kelahiran Bandung, 12 Nopember 1954 ini terkenal karena kelicinannya sehingga selalu lolos dari jerat hukum. Akrobatik politik yang diperbuatnya membuat orang tak percaya hal itu bisa terjadi.

Setnov pernah mengundurkan diri sebagai Ketua DPR RI tanggal 16 Desember 2015. Hal itu karena banyaknya desakan publik terkait rekaman percakapannya dengan Direktur Freeport minta saham PT Freeport Indonesia yang telah pencatutan nama Presiden Joko Widodo . Itu terkenal dengan skandal ‘Papa Minta Saham’.  dalam rekaman kontrak PT. Freeport Indonesia. Dia pernah disidang kode etik DPR dan dinyatakan tidak bersalah. Kembali Setnov melakukan manuver politik dan sim salabim.jabatan Ketua DPR kembali berhasil dia rebut.

BACA JUGA =  Menebang Dahan Pohon Mangga Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

      Yang masih hangat , ketika selalu mangkir dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maka lembaga anti rasuah itu menetapkan nama Ketua DPR, Setya Novanto masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) .

   Rupanya Setnov keder juga . Dia yang beberapa waktu menghilang bak ditelan bumi akhirnya muncul kabar mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik sehingga membuatnya luka parah. Entah siapa yang punya ide tersebut , alhasil insiden itu bukan menuai simpati tapi malah bully dari masyarakat dan warganet. Setnov dan tiang listrik dijadikan meme untuk menyindir tingkah nyeleneh Setnov dan tim pengacaranya.

      Juru bicara KPK, Febri Diansyah, kepada para wartawan di Jakarta, Kamis (16/11) malam, menjelaskan keputusan ini diambil setelah dibicarakan di internal KPK dan setelah dicermati tidak ada kepastian tentang penyerahan diri Setya Novanto. Adanya insiden ‘tiang listrik’ membikin Setnov tak berdaya menghindar dari cengkeraman KPK. (sj/sayangi/net)