Breaking News
Home / Hukum / Seorang Perwira Polisi Terancam Dipecat Karena 2 Bulan Lebih Bolos Kerja. Sibuk Jadi Tukang Ojek Ternyata Ini Alasannya

Seorang Perwira Polisi Terancam Dipecat Karena 2 Bulan Lebih Bolos Kerja. Sibuk Jadi Tukang Ojek Ternyata Ini Alasannya

Iptu Triadi saat menjalani sidang kode etik di Polda Sulawesi Tenggara. foto:net/liputan6.com

KENDARI (Kabar Rakyat) –Agak aneh kedengarannya,  seorang perwira polisi lebih memilih menjadi tukang ojek daripada merintis karir sebagai anggota korp bhayangkara. Di sisi lain banyak lulusan  SMA sederajat bersaing ketat agar diterima menjadi anggota polisi. Perwira polisi dimaksud  bernama Triadi,  pangkatnya Inspektur Polisi Satu dan bertugas di Polres Kendari,  Sulawesi Tenggara. 

      Namun Triadi sekarang terancam dipecat karena dia tak masuk kantor dan memilih jadi tukang ojek. Karena tindakannya, polisi ini sudah menjalani sidang rekomendasi pemberhentian oleh Propam Polda Sulawesi Tenggara, Jumat (9/8/2019).

          Iptu Triadi. foto:liputan6/net.
     Ternyata ada sejumlah alasan penyebab Triadi  malas ngantor dan memilih menjadi tukang ojek. Alasan ini makin menguat ketika dia ditarik dari Polsek Wawonii dan bertugas di Polres Kendari.

Iptu Triadi sudah dua kali melakoni profesi sebagai tukang ojek. Pertama, di Kabupaten Konawe Kepulauan saat bertugas di Polsek Wawonii. Selanjutnya, saat ditarik di Polres Kendari, dia kembali mengulangi menjadi tukang ojek. “Sebelumnya, sudah ada peringatan keras, ada kebijakan untuk membantu dia. Tapi dia tetap memilih menjadi tukang ojek,” ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP harry Goldenhardt.

BACA JUGA =  Saat Nongkrong Di Atas Jembatan Pulau Gemantung, Hp Pelajar Dirampas 2 Begundal. Diduga Melawan Korban Tewas Ditikam

Iptu Triadi diketahui memiliki seorang istri dan delapan orang anak. Beberapa diantaranya masih kecil. Saat diperiksa di Polda Sultra, Iptu Triadi mengaku gajinya sebagai polisi tak mencukupi dan memilih menjadi tukang ojek. Hal ini dilakukan untuk menutupi kebutuhan tumah tangganya. “Soal penyebab kenapa dia memilih jadi tukang ojek, ada alasannya. Namun, masih diperiksa Propam Polda,” ujar AKBP Goldenhardt seperti dikutip dari Merdeka. Com.

BACA JUGA =  Semburan Lumpur Gas Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Sudah Berkurang. Perlu Tindakan Tegas Aparat Agar Pelaku Jera

Saat menjalani sidang kode etik di Polda Sultra, Iptu Triadi masih memakai pakaian seragam lengkap. Kabid Propam Polda Sultra, AKBP Agoeng Adi Koerniawan bersama dua orang perwira polisi propam, memimpin langsung sidang rekomendasi pemecatan.

Ternyata selain punya 8 anak. Iptu Triadi memiliki sejumlah utang di sebuah bank di Kota Kendari. Sebelumnya, sebelum tahun 2017, Iptu Triadi sudah mengajukan pinjaman.

Salah seorang rekannya di Polda Sulawesi Tenggara mengatakan, gaji yang diterima tinggal sedikit. Iptu Triadi di Polda Sultra, hanya menerima gaji sekitar ratusan ribu saja usai dipotong bank. “Mungkin tinggal Rp500 ribu saja,” ujar salah seorang anggota polisi yang enggan disebut namanya kepada Merdeka. Com.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhart menegaskan soal utang di bank, itu tak masuk dalam materi sidang kode etik. “Yang masuk dalam materi sidang karena Iptu Triadi meninggalkan tugas selama 62 hari berturut-turut,” ujarnya.

BACA JUGA =  Peringatan Hari RA Kartini Bukan Hanya Sebatas Sanggul dan Kebaya

Sebelumnya, pada sidang kode etik yang digelar di Polda Sulawesi Tenggara, Iptu Triadi direkomendasikan diberhentikan karena tak masuk kantor tanpa izin pimpinan. Perwira berpangkat 2 balok itu, mangkir selama 2 bulan tanpa izin yang jelas.(sj/merdeka/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

KKKS Sumbagsel Raih Proper Emas, Penghargaan Tertinggi KLHK di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Tanggung Jawab Sosial

JAKARTA (Kabar Rakyat)-Pencapaian yang membanggakan berhasil diraih oleh SKK Migas – KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja …

Tinggalkan Balasan