Breaking News
Home / Ekonomi / Semburan Lumpur Gas Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Sudah Berkurang. Perlu Tindakan Tegas Aparat Agar Pelaku Jera

Semburan Lumpur Gas Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Sudah Berkurang. Perlu Tindakan Tegas Aparat Agar Pelaku Jera

BAYUNG LENCIR (Kabar Rakyat) –Terkait semburan sumur illegal drilling di Bayung Lencir, Kepala SKK Migas perwakilan Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo menyampaikan sesuai komitmen SKK Migas untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan stakeholder untuk menanggapi permintaan dari PemKab Muba terkait dengan bantuan penanganan semburan yang diakibatkan karena aktivitas illegal drilling. “Maka untuk kesekian kalinya Pertamina EP Asset 1 diminta untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang diperlukan agar penanganan semburan ini dapat segera diatasi dan dihindarkan masalah-masalah yang lebih merugikan,”jelas Adiyanto.

Koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan dukungan penuh dari Pemkab Musi Banyuasin mutlak diperlukan. ”Semburan saat ini sudah jauh berkurang tekanannya dibanding pertama kali semburan ditemukan.
SKK Migas dan KKKS terdekat dari lokasi pemboran liar ini masih melakukan upaya-upaya mitigasi dan penanganan semburan. Butuh sinergi semua pemangku kepentingan agar penanggulangan dapat berjalan lancar,”kata Adiyanto.
Disamping itu masyarakat luas perlu mengetahui bahwa dari kegiatan pengeboran liar ini si pelaku dan kawan-kawannya selain mengambil keuntungan sendiri, juga merusak alam serta membahayakan lingkungan sekitar.

BACA JUGA =  KPU Prabumulih Tetapkan Paslon Wako dan Wawako Prabumulih Terpilih. Ridho Yahya Kembali Pimpin Kota Prabumulih Periode 2018-2023

Mudah-mudahan aparat bisa segera mengamankan pelaku pengeboran liar ini, karena kerusakan lingkungan serta membahayakan warga sekitar. Mereka banyak menimbulkan kerugian.
Setelah lubang ditutup, semburan terkendali, tentunya perlu tindaklanjut dan peran serta dari Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait agar kejadian serupa dapat dihindari.
” Sekarang yang terpenting adalah penanggulangan sumur liar ini, SKKMigas dan KKKS (Pertamina EP) telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat, melakukan upaya penanggulangan secara teknis,”tambahnya.

Terkait pembukaan akses jalan ke lokasi atau penggunaan lahan lainnya untuk proses penanggulangan ini, SKKMigas – KKKS mohon bantuan back up dari Pemkab atau aparat keamanan serta dukungan masyarakat. “Kami membantu penanggulangan semburan liar ini secara teknis sesuai kemampuan dan kapasitas kami,”kata Adiyanto.

Seperti diketahui SKK Migas telah menerima laporan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama Migas yang terdekat dari lokasi semburan, yaitu Pertamina EP Aset 1 Jambi mengenai adanya semburan lumpur yang mengandung gas dan minyak bumi. Beruntung semburan setinggi 20-30m tersebut tidak teridentifikasi gas H2S yang berbahaya, yang teridentifikasi hanya lumpur dan batuan.

BACA JUGA =  Pemkab OKU Renovasi Total RSUD Ibnu Soetowo Baturaja. Menjadi Rumah Sakit Mewah 5 Lantai, Ditaksir Butuh Dana Rp400 M Lebih

Masing-masing General Manager KKKS PHE Jambi Merang dan Pertamina Aset 1 Jambi telah memberikan masukan-masukan kepada Aparat TNI/Polri dan koordinasi pun telah dilakukan. SKK Migas menekankan bahwa keselamatan harus diutamakan, semua pihak agar memastikan hazard / bahaya tidak meluas, menghindari bahaya percikan api, memastikan warga untuk menjauhi daerah semburan, demi keamanan lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan pemboran liar ini semoga membuka mata semua pihak bahwa Kegiatan hulu migas merupakan rangkaian aktivitas yang memiliki resiko tinggi, sehingga perlu mengikuti kerangka peraturan perundangan yang berlaku dan comply ke standard operating procedure (SOP) yang ketat, dan dilaksanakan oleh organisasi dengan personel yang kompeten dan bersertifikasi, demi keamanan bersama, dengan hasil yang maksimal. Sehingga tidak bisa dilaksanakan dengan sederhana.

Pentingnya untuk menjaga kesinambungan hayati di sekitar wilayah kerja juga menjadi hal utama bagi pelaku usaha hulu migas di bawah naungan SKK Migas. Dengan kejadian yg telah berulang seperti ini semoga juga membuka mata semua pihak bahwa Kegiatan pemboran liar adalah bentuk tindakan yang tidak sejalan dengan kerangka peraturan yang ada yang nyatanya sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar dan lingkungan.

BACA JUGA =  Puluhan Satpam Terima Piagam Penghargaan pada HUT Satpam Ke-37 di OKI

Perlu adanya ketegasan dalam penindakan/penegakan hukum sehingga terjadi efek jera bagi pelaku. Kerap  ditemui di beberapa tempat yang SKK Migas – KKKS bantu penutupan sumur liarnya namun di area lain yang tidak berjauhan masih berlangsung kegiatan pengeboran sumur liar lainnya.

Kalau dari sisi SKK Migas – KKKS akan mendukung secara teknis untuk penutupan sumur dari kegiatan pengeboran liar karena kemampuan teknisnya, dengan dukungan good governance dari Pemerintah Daerah dan arahan dari Ditjen Migas – KESDM, maka KKKS siap membantu. Mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menutup kegiatan illegal drilling itu menjadi beban negara (cost recovery) yang dalam jumlah signifikan dapat memberatkan SKK Migas dan KKKS untuk mencapai efisiensi sektor hulu migas.(rel/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Kembali Sopir Online Jadi Korban Perampokan Penumpangnya.Tewas Mengenaskan Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Kedua tersangka perampokan yang berhasil ditangkap massa dan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza …

Tinggalkan Balasan