Breaking News
Home / Hukum / Satu Lagi Kebijakan SMA Negeri yang Bikin ‘Klenger’ Wali Murid. SMAN 5 Palembang Disorot Disdik Sumsel, Ini Gara-Garanya…

Satu Lagi Kebijakan SMA Negeri yang Bikin ‘Klenger’ Wali Murid. SMAN 5 Palembang Disorot Disdik Sumsel, Ini Gara-Garanya…

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan, Drs Widodo MPd mengaku akan mengecek kebenaran sumbangan yang tidak sesuai dalam upaya peningkatan proses kegiatan belajar mengajar. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melihat legalitas Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) SMAN 5 Palembang yang diusulkan komite sekolah. “RAPBS itu masih dalam perencanaan, artinya masih bisa dievaluasi. Terpenting adalah sumbangan yang disepakati komite sekolah tidak bertentangan dengan Program Sekolah Gratis (PSG),” tegas Widodo.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar sekolah tidak menghimpun dana sumbangan sebelum disahkan oleh Gubernur Sumsel. Sebab, jika belum disahkan bisa dikatakan ilegal. “Sampai sekarang belum ada RAPBS SMAN 5 Palembang yang masuk ke Disdik Sumsel. Padahal setiap sumbangan harus terlebih dahulu disahkan oleh Gubernur Sumsel,” pungkasnya.

BACA JUGA =  Setelah Diberi Penyuluhan Hukum, Warga Sungai Ceper Serahkan 3 Pucuk Senpira

Kabar ini pun sempat heboh setelah SMAN 6 Palembang yang terindikasi melakukan pemungutan ilegal dengan dalih sumbangan kini kembali marak juga di SMAN 5 Palembang yang menganggarkan THR guru dan bensin mobil sekolah. SMAN 5 Minta duit Rp 100 juta hasil dari sumbangan siswa.        Sumbangan komite peserta didik baru di SMA Negeri 5 Palembang mengejutkan banyak pihak, pasalnya setelah siswa dinyatakan diterima di sekolah tersebut, orangtua siswa dibebankan untuk biaya sumbangan komite dengan nominal Rp 7.500.000 bagi setiap siswa dan saat ini pihak sekolah sudah mengumpulkan Rp.700 juta dari 40 persen jumlah siswa baru yang berjumlah 288 siswa.

BACA JUGA =  Desak SKK Migas dan Perusahaan K3S Beri Kontribusi Nyata. Komisi VII DPR RI Siap Back Up Pemkab Muba

Adapun rincian dana tersebut diperuntukkan untuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) guru dan biaya bensin mobil operasional guru yakni diantaranya Rp 60 juta untuk THR guru dan Rp.40 juta bensin mobil operasional sekolah. “Memang benar, awalnya kita minta Rp.8 juta ke setiap siswa dan akhirnya disepakati komite hanya Rp.7,5 juta setiap siswa,” ungkap Wakil Bidang Humas SMAN 5, Made Suarsana, Rabu (18/7).
Ia mengaku, dana sumbangan komite sekolah tidak hanya dipergunakan untuk THR guru dan biaya bensin mobil saja tetapi juga diperuntukkan untuk pembelian meja guru Rp.105 juta, minum sehari-hari guru Rp.12 juta.

Selain itu, pembebasan lahan warga yang digunakan untuk tempat parkir siswa Rp.450 juta, Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.30 juta, Perbaikan Rak Sepatu Rp.10,5 juta, dan Pembuatan WC sekolah Rp.60 juta. “Tidak ada paksaan untuk menyumbang, bagi siswa kurang mampu akan dimintai surat keterangan penghasilan orangtua dari RT setempat dan akan diberikan keringanan, biaya sumbangan komite ini untuk operasional sekolah selama satu tahun” katanya.

BACA JUGA =  Pembegal Motor di Jalintim OKI Dihukum 2 Tahun 6 Bulan

Made mengaku, sumbangan komite yang dibebankan ke masing-masing siswa ini sempat berjalan alot. “Tetapi kita jelaskan peruntukkannya, ini juga untuk kebaikan sekolah,” tukasnya.
Sebelumnya, sumbangan komite siswa SMAN 5 sebesar Rp.7,5 juta ini menuai banyak tanggapan dari warganet yang sebagian menilai sumbangan tersebut berlebihan dan sangat membebani orangtua siswa (fdl/krw).

Tentang sihaj

Baca Juga

PT Gojek Indonesia Beri Bantuan Kepada Mitranya yang Mengalami Musibah

,Regional Consumer Engagement Manager Gojek Palembang, Christina Anggraeni saat memberikan bantuan kepada keluarga Asnawi. foto:jauhari/krw. …

Tinggalkan Balasan