Saksi Ahli: Penetapan Tersangka Gunawati Sah

oleh -512 views

Suasana sidang lanjutan praperadilan Gunawati Thamrin terhadap Polresta Palembang dan Kejari Palembang di PN Klas I Palembang, Selasa (20/2). foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Sejatinya sebuah sidang praperadilan hanya menguji apakah mekanisme dan prosedur ditetapkannya seseorang menjadi tersangka itu telah sesuai aturan hukum atau tidak. Salah satunya penetapan tersangka merujuk pada 184 KUHP haruslah memenuhi dua alat bukti yang cukup. “Apabila penetapan seseorang ini mempunyai dua alat bukti permulaan yang cukup maka penetapannya sudah sah menurut hukum,” ungkap Dr H Yuli Asmara Triputra, SH,M.Hum yang dihadirkan sebagai saksi ahli di sidang praperadilan yang diajukan pemohon Gunawati Thamrin alias Gunawati Pandarmi di ruang sidang PN Klas IA Palembang, Selasa (20/2).

BACA JUGA =  Berkas Gunawati Thamrin Dilimpahkan ke Kejari Palembang

Menurut staf pengajar Fakultas Hukum STIHPADA ini dari proses pemeriksaan saksi-saksi saksi ahli dan surat ditemukan bukti petunjuk dan minimal ada dua alat bukti yang cukup maka penetapan tersangka sudah sah menurut hukum. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi minimal ada ada dua alat bukti yang sah seseorang bisa ditetapkan tersangka.
Selain itu, penetapan tersangka juga merujuk Pasal 184 KUHAP jika mekanisme yang diatur dalam pasal tersebut sudah dipenuhi maka sudah sah penetapan tersangka di dalam hukum.
“Jadi menurut kami penyidikan sudah sesuai mekanisme dengan Pasal 184 KUHAP sudah sah secara hukum,” ucapnya menjawab pertanyaan kuasa hukum termohon dari Polda Sumsel prihal syarat dan prosedur penetapan tersangka.

BACA JUGA =  Tujuh Jabatan Perwira Polres Prabumulih Dilakukan Sertijab

Yuli menerangkan penetapan tersangka berdasarkan bukti permulaan dan untuk penetapan tersangka kewenangan dari Penyidik dengan harus memenuhi dua alat bukti sesuai peraturan yang berlaku.
Sementara itu, kuasa hukum termohon, Triyanto mempertanyakan relevansi alat bukti dalam tindak pidana yang disangkakan itu seperti apa. Karena menurutnya sangat subjektif.
Diketahui sidang lanjutan perkara praperadilan yang dimohonkan Gunawati Pandarmi kembali digelar di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang, Selasa,(20/02). Dengan agenda melengkapi alat bukti dan menghadirkan saksi ahli.(fdy/krw)

BACA JUGA =  Mahasiswi Kebidanan UKB Turun Ke Jalan Cari Sumbangan Untuk Korban Kebakaran 15 Ulu