Breaking News
Home / Hukum / Rugikan PT PSM Ratusan Juta Dituntut 4 Tahun Penjara

Rugikan PT PSM Ratusan Juta Dituntut 4 Tahun Penjara

 

Jaksa penuntut umum, Imran SH.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, terdakwa Yahmat (44), dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imran SH, selama empat tahun penjara.
Terungkap di persidangan,   terdakwa  Yahmat warga RT 02 Desa Talang Jaya Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan dituntut 4 tahun penjara karena melakukan tindak pidana penggelapan. ” Perbuatan terdakwa dituntut sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 378 KUHP,”ujar jaksa Imran, dalam persidangan, Kamis (4/7/2019).
Dalam sidang itu Majelis hakim diketuai Jarot Widiyatmono SH dengan anggota Irma Nasution SH dan Firman Jaya SH. Terungkap, perbuatan terdakwa merugikan pihak PT Persada Sawit Mas senilai Rp 619.190.000.
Perbuatan Yahmat itu terjadi Selasa 15 Agustus 2017 sekira pukul 11.00 Wib, bertempat di kantor PT Persada Sawit Mas (PSM) Desa Secondong Kecamatan Pampangan OKI. Bermula pada bulan Mei 2015 pihak perusahaan PT PSM meminta bantuan kepada terdakwa untuk mencari lahan guna penambahan areal plasma di Desa Talang Jaya Kecamatan Pangkalan Lampam OKI dengan harga Rp 11 juta/hektar.         Kemudian terdakwa memberitahukan kepada pihak PT PSM bahwa terdakwa memiliki lahan seluas 91,72 hektar yang berlokasi di Desa Talang Jaya Kecamatan Pangkalan Lampam OKI.
Lalu,15 Agustus 2017, pihak perusahaan akan melakukan penggarapan lahan tersebut, alat berat milik perusahaan yang akan melakukan penggarapan lahan dihalangi oleh warga dengan alasan tanah yang digarap tersebut adalah milik warga bukan milik perusahaan.

BACA JUGA =  Kapolsek Kemuning Baku Tembak Dengan Pelaku Pembobol Rumah Kosong. Seorang Pelaku Tewas Tertembak

Kemudian pihak perusahaan menghubungi terdakwa dan terdakwa berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. ” Lalu saksi Dadang bersama dengan tim internal PT PSM bersama warga Desa Rambai melaksanakan kroscek ganti rugi lahan seluas 92,72 hektar lahan milik terdakwa yang terletak di Desa Talang Jaya. Ternyata lahan seluas 56,29 hektar dari total luas 92,72 hektar tidak bisa dikuasai pihak PT PSM,”ungkap jaksa.
Lanjut Jaksa, rupanya dikarenakan lahan tersebut bukan milik terdakwa melainkan milik warga Desa Rambai. Kemudian 10 Mei 2018 terdakwa menawarkan kepada perusahaan untuk melakukan tukar guling lahan yang bermasalah tersebut dengan lahan milik terdakwa seluas 25 hektar yang terletak di Desa Talang Jaya Kecamatan Pangkalan Lampam OKI.

BACA JUGA =   Perkokoh Ukhuwah Islami, Ratusan Ibu Mengikuti Pengajian Al Muidu

Namun perusahaan menolaknya, kemudian Juli 2018 perusahaan melakukan pengecekan lahan 25 hektar milik terdakwa tersebut. Setelah dicek oleh perusahaan lahan milik terdakwa itu hanya 10 hektar sedangkan sisanya bukan lahan milik terdakwa.
Kemudian, pihak perusahaan menghubungi terdakwa Yahmat untuk mengembalikan uang senilai Rp 619.190.000, namun sampai saat ini uang senilai Rp 619.190.000 itu milik perusahaan yang ada pada terdakwa tidak dikembalikan. Di persidangan, terdakwa didampingi penasihat hukum Yusman Herry SH dan rekan, mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan. (nis/krw)

BACA JUGA =  Pedagang Sayur di Pasar Ritel Jakabaring Mengeluh Sepi Pembeli di Bulan Ramadhan. Harga Sayur Mayur Juga Turun

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan