Ratusan Massa LSM KAPAKKN ‘Geruduk’ Kantor Disdik Sumsel. Mereka Mendesak Kadisdik Sumsel Keluarkan Berkas DPU STM Pertambangan Tahun 1977

oleh -505 views

Ratusan massa KAPAKKN saat orasi di depan Kantor Disdik Sumsel, Jumat (22/6).foto:ist.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Ratusan massa yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Jumat (22/6) pagi.

Pantauan di lapangan kedatangan ratusan massa dengan menggunakan 7 bus kota ini membuat  sekitaran Jalan Kapten A Rivai yang menuju kantor Gubernur Sumsel, hingga Simpang 5 Kampus macet total. Nampak aparat kepolisian sibuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi aksi demo agar dapat mengurai kemacetan.

BACA JUGA =  Dodi Reza Janji Perhatikan Petani. Akan Distribusi Bibit Unggul, Pupuk dan Bangun Irigasi

Sementara dalam orasinya, massa ini mendesak pihak Disdik Sumsel mengeluarkan jumlah daftar ijazah yang terpakai dan tidak terpakai di Sekolah Tehnik Mesin (STM) Pertambangan Tahun 1977. Terkait adanya dugaan ijazah palsu milik MY, Calon Gubernur Sumsel.

“Kita juga mendesak Disdik Sumsel mengeluarkan daftar peserta ujian STM Pertambangan tahun 1977,” kata Kordinator Aksi (Korak),  Aminullah usai  aksi.

Aminullah berharap, Disdik Sumsel bersikap jujur, transparan dan tidak terpengaruh intervensi dari kelompok maupun oknum-oknum tertentu dengan motif politis maupun ekonomi dalam mengusut skandal dugaan ijazah palsu milik MY. “Apabila tidak sungguh-sungguh menindaklanjuti aksi ini, maka kami akan
datang lagi dengan massa yang lebih banyak sampai kebenaran terungkap. Kami warga Sumsel berhak mendapatkan pimpinan yang bukan abal-abal,” ujarnya.

BACA JUGA =  2 Alumni STM Pertambangan Mengaku Tidak Kenal MY. Didampingi Syamsul Kedua Alumni Melapor Ke Mabes Polri

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo yang menerima langsung massa menyampaikan pihaknya selalu siap mendengarkan, mencermati semua hal yang menyangkut pendidikan di Sumsel, termasuk tuntutan massa KAPAKKN. “Saya hanya memiliki satu dokumen, tapi sudah diambil oleh pihak berwajib. Kalau ada pihak lain yang mengkonfirmasi, silahkan dilihat, saya siap menyerahkan dan akan saya jawab dengan baik,” tutur Widodo.

Dia mengatakan, terkait adanya dugaan ijazah palsu milik MY, ada pihak yang lebih berkompeten yang akan menjawabnya. “Kami terbuka untuk membuktikan, apakah sah atau palsu,” tutupnya.

BACA JUGA =  Merasa Dijebak, Terdakwa Menolak Semua Semua Isi Surat Dakwaan Jaksa. Kasus Kepemilikan 19 Butir Ineks

Sementara, Koordinator Media Center HDMY, H Alfrenzi Panggarbesi saat dikonfirmasi mengatakan kalau aksi yang dilakukan para pendemo bertujuan untuk menurunkan reputasi HDMY.” ujarnya.
(tim/krw)