Breaking News
Home / Sumsel / Palembang / Rapat Kerja Anggota DPD RI di SMAN Sumsel, Guru Keluhkan Soal UNBK Menyimpang Dari Kisi-Kisi

Rapat Kerja Anggota DPD RI di SMAN Sumsel, Guru Keluhkan Soal UNBK Menyimpang Dari Kisi-Kisi

Anggota DPD RI, Abdul Aziz pose bareng dengan Kepsek dan staf pengajar SMAN SUMSEL. foto:ari/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Komite III Bidang Sosial, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan SDM, H Abdul Aziz, SH, melakukan kunjungan ke SMAN Sumatera Selatan dalam rangka rapat kerja melaksanakan tugas konstitusional serta penyerapan aspirasi masyarakat daerah. Rapat berlangsung di ruang rapat SMAN Sumatera Selatan,  yang dihadiri oleh dewan guru dan staf SMAN Sumatera Selatan yang membahas RUU tentang perubahan atas UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Kepala SMAN Sumatera Selatan, M. Ridwan Aziz, M.Pd, mengajak guru yang hadir dalam diskusi tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka, mengingat apa yang disampaikan dapat dijadikan bahan pertimbangan perubahan UU mengenai Guru dan Dosen.
Sebelumnya, Abdul Aziz menyayangkan sistem pendidikan yang mengedapankan nilai dan bukan pada pembentukan karakter. Namun, ia merasa yakin akan kiprah siswa-siswi SMAN Sumatera Selatan 10 tahun mendatang. Sebab, di SMAN Sumatera Selatan, siswa-siswi tak hanya diberikan pendidikan berkualitas di bidang akademik saja, namun juga ditempa untuk menjadi siswa-siswi yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia.
Selain itu, ia turut merasa prihatin dengan maraknya kasus kriminal yang melibatkan guru dan siswa. Seperti salah satu kasus yang menewaskan guru di Jawa Timur Februari silam. Oleh karena itu, Abdul Aziz berpendapat bahwa harus ada aturan yang melindungi guru di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, Abdul Aziz menampung dan mewadahi berbagai aspirasi maupun keluhan yang disampaikan oleh guru di SMAN Sumatera Selatan. Salah satu keluhan yang disampaikan ialah mengenai soal UNBK yang berbeda dengan kisi-kisi yang diberikan dan kisi-kisi yang baru diberikan 4 bulan sebelum jadwal ujian.     Temuan ini harus dievaluasi sedini mungkin, sebab hal ini tentunya akan sangat merugikan peserta didik yang menjalani ujian.(ari/krw).

BACA JUGA =  Polisi Ringkus Bandar Narkoba di OKI. Amankan BB 10 Bungkus Sabu

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan