Breaking News
Home / Kriminal / Rahidin Mantan Staf Ahli Menko Maritim Ditahan

Rahidin Mantan Staf Ahli Menko Maritim Ditahan

Rahidin H Anang (paling kanan) bersebelahan dengan Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli, dalam suatu acara. foto:sumselposonline.com/net.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)- Mantan staf ahli Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli dan juga pemilik media di Kota Palembang, H Rahidin H Anang, kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Klas I Palembang, Kamis (26/4). Lho mengapa? Rahidin merupakan  tahanan titipan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Sebelumnya Rahidin dijemput paksa oleh anggota Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Kemudian penyidik kepolisian melakukan tahap 2 ke pihak kejaksaan dan langsung dilakukan penahanan. Rahidin H Anang dijemput petugas dan ditahan karena diduga atas kasus penggelapan. Tertera dalam berkas perkara penyidik, Rahidin H Anang melanggar pasal 372 KUHP atau pasal 335 KUHP atau UU Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan atau pasal 2 dan pasal 6 huruf B dan 9 Nomor 51/Prp tahun 1960.

BACA JUGA =  Polisi Polda Sumsel Tembak Mati 3 Pengedar Narkoba Asal Kendari. Disita Sabu Seberat 5,12 Kg

Kepala Rutan Klas IA Pakjo Palembang, Mardan SH MH mengatakan, pihak rutan memang telah menerima satu orang tahanan titipan dari penyidik Kejati Sumsel atas nama Rahidin H Anang sekitar pukul 16.30 Wib. “Benar kita sudah terima tahanan titipan kejaksaan. Saat ini sudah di dalam (rutan) dan tentu tempatnya sama dengan tahanan lainnya,” ujarnya seperti dikutip dari Jodanews.com, Kamis (26/4) sore.

Dijelaskannya,  Rahidin itu statusnya titipan. Jadi bisa diperpanjang dan tidak, tergantung dari penyidik yang menitipnya.  Rutan hanya menerima titipan tahanan saja.

BACA JUGA =  Rumah Gembong Narkoba di PALI Digerebek. Pelaku Lolos, Diamankan Narkoba Senilai Rp 2 Milyar

Diduga kasus bermula Rahidin H Anang sebelumnya dilaporkan atas nama pelapor Betty alias Andre Lie Tjongan (61), seorang ibu rumah tangga.

Betty  memiliki bangunan atau gudang seluas 412 meter persegi. Pada tanggal 31 Desember 2015, terlapor Rahidin menyewa gudang selama dua tahun dengan uang sewa Rp220 juta. Namun pada habis waktu sewa, terlapor tidak mengosongkan bangunan hingga waktu selama 7 bulan. Atas mbalelonya Rahidin itu, Betty mengaku menderita kerugian materi sebesar Rp80 juta. (fadil/krw).

BACA JUGA =  Disbudpar Gelar Diskusi Terpumpun Kajian Koleksi Peralatan Masak dan Hidangan Tradisional di Sumatera Selatan. Museum Negeri Sumsel Masih Perlu Penambahan Kurator

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan