Presiden Jokowi Resmikan Tol Kapal Betung

oleh -68 views

Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan tol Kayuagung – Palembang – Betung, di Gerbang Tol Keramasan, Selasa (26/1/2021).  Foto: Istimewa

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Presiden RI Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung (Kapal Betung), Ruas Kayuagung Palembang. Peresmian dilakukan di Gerbang Tol Keramasan Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (26/1/2021).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan dengan resminya ruas jalan tol ini jarak tempuh Palembang – Bakauheni yang berjarak 373 Kilometer bisa ditempuh hanya dalam waktu 3,5 jam

BACA JUGA =  Janji Bisa Masukan Orang Jadi PNS Tanpa Tes Ternyata Menipu. Baru Bebas Sudah Dicokok Polisi Lagi Dalam Kasus yang Sama

“Jalan Tol ini adalah poros terpenting dari jalan tol Trans Sumatera, ruang ruas terakhir yang menghubungkan Bakauheni sampai Palembang. Dengan selesai jalan tol jarak tempuh Bakauheni Palembang dengan jarak 373 km yg biasa di tempuh 12 jam perjalanan darat sekrang hanya perlu waktu 3 sampai 3,5 jam,” kata Jokowi ketika meresmikan Ruas Tol Kayuagung-Palembang.

Presiden mengatakan, peresmian ini menjadi lompatan besar karena hemat waktu tempuh hingga 75 persen. Dan efisiensi jelas memberikan kontribusi biaya logistik memberikan kompetitif daya saing yang besar bagi Palembang dan Lampung.

BACA JUGA =  BPBD dan Manggala Agni OKI Optimalkan Satgas Darat

” Jalan tol ini tidak menghubungkan antar wilayah antar daerah, tapi juga untuk membangkitkan perkonomian Pulau Sumatera khususnya Sumsel. Juga berperan menumbuhkan pusat perekonomian baru, serta mengembangkan pertumbuhan ekonomi produktif,” terangnya.

Maka oleh karenanya, ia berharap Gubernur, Walikota dan Bupati agar jalan tol ini disambungkan pada sentra sentra ekonomi, pariwisata, kawasan industri, pertanian, perkebunan sambungkan berikan akses penghubung antar wilayah.

BACA JUGA =  Polisi Polda Sumsel Tembak Mati 3 Pengedar Narkoba Asal Kendari. Disita Sabu Seberat 5,12 Kg

Lahan yang masih luas dan potensi tenaga kerja yang masih sangat besar, ia menilai, aktifitas bisnis bisa dilakukan dengan biaya yang bersaing dengan Provinsi lain

” Ini adalah tugas pemerintah provinsi, pemerintah daerah. Sepanjang koridor jalan ini masih banyak dapat dikembangkan sebagai kawasan produktif,” katanya. (nis/krw)