Polisi Ringkus 2 Tersangka Pembunuh Siswa SMK yang Mayatnya Dibuang Dalam Sumur. Penadah Motor Korban Juga Diringkus

oleh -439 views

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Irwanto, saat press release bersama tiga tersangka (rompi warna orange), Senin (5/8/2019) . foto:ist/net.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Reaksi cepat tim gabungan polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap siswa SMK, Rahmad,  yang mayatnya dibuang ke dalam sumur milik salah satu warga Kompleks Handayani RT 44 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin,  Sumatera Selatan.  Mayat Rahmad ditemukan Jumat 2 Agustus 2019 dalam keadaan sudah mengembung dan menebarkan aroma tak sedap.

Tim gabungan Polres Banyuasin, Polsek Talang Kelapa, Ditreskrimsus dan  Polres Prabumulih itu meringkus dua tersangka pembunuhan terhadap Rahmad. Kedua tersangka adalah  Bambang Sumantri dan Swanda Yogi Suoro . Mereka keduanya ditangkap di Desa Tanjung Kelang, Prabumulih Timur.

BACA JUGA =  Ini Pengakuan Oknum Anggota Dewan Prabumulih yang Dilaporkan Rebut Istri Orang

Dua orang tersangka lainnya  masing-masing berinisial AN dan BT , masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Polisi juga meringkus penadah motor hasil membegal Rahmad,  yakni  Pandra yang dicokok di  Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Irwanto, mengatakan setelah mengetahui identitas korban, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Hasilnya pemeriksaan mengerucut hingga muncul nama kedua tersangka yang berdomisili  di Prabumulih Timur . “Petugas  gabungan langsung bergerak dan meringkus kedua tersangka,”kata Irwanto saat press rekease di Mapolsek Talang Kelapa Senin (5/8/2019).

Pengakuan kedua tersangka Bambang dan Swanda, motif mereka membunuh Rahmad karena ingin memiliki motor m korban (Rahmad). Menurut mereka otak rencana jahat itu adalah AN (masih buron).

BACA JUGA = 

“AN dan BT mengajak tersangka Bambang  dan Swanda untuk melakukan aksinya lalu disanggupi keduanya ( Bambang dan Swanda). Korban Rahmat diajak ke rumah Bambang lalu diajak  ngopi ,”tambah kapolsek.

Saat ngopi AN mengambil selang dari rumah kosong. Selang itu lalu digunakan untuk menjerat leher korban. Saat itu korban meronta berusaha melepaskan diri.  Datang  tersangka Bambang memukul korban dengan balok kayu. Mendapat hantaman balok membuat korban  tersungkur. Entah masih hidup atau sudah mati para tersangka berusaha menyingkirkan korban dari hadapan mereka.  “Tersangka AN lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh korban lalu dimasukkan ke dalam sumur dengan digantungi batu bata sebagai pemberat,”jelas Swanda.

BACA JUGA =  Ipda Djunaidi Jabat Kasubsektor Teluk Gelam

Berbeda dengan pengakuan tersangka Bambang , menurutnya korban ingin membeli motor. Lalu diajak AN kalau ke Kompleks Handayani . Korban mau karena kata AN disana ada orang yang ingin menjual motor. Sesampainya di rumah Bambang,  korban diajak ngopi oleh empat tersangka. “Sepeda motor milik korban kami jual seharga Rp2,5 juta di Babat Toman kepada Pandra,”jelas Bambang. Polisi masih memburu dua tersangka lagi yakni AN dan BT. (herlan wijaya/krw)