Perusahaan Harus Lengkapi Peralatan Pemadaman Karhutbunla

oleh -194 views

Salah satu perusahaan perkebunan Sriwijaya Palm Oil Group menandatangi MoU kesepakatan tidak membuka lahan dengan membakar,  di halaman kantor Bupati Banyuasin.  Foto : Ist/krw

BANYUASIN (Kabar Rakyat) – Semua perusahaan di lokasi rawan kebakaran untuk segera melengkapi peralatan pemadaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla).

Hal tersebut disampaikan bupati Banyuasin, H Askolani SH MH, saat memimpin apel gelar pasukan dan perlengkapan, dalam rangka menghadapi Karhutbunla tahun 2020 di halaman kantor Bupati Banyuasin, Rabu (15/7/2020).

Adapun bertindak sebagai komandan upacara pada apel tersebut, yakni Lettu Inf Pringgo (Pasi Ops Kodim 0430/BA). Sedangkan para peserta apel terdiri dari TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, PMI beserta seluruh Satgas perwakilan perkebunan se-Kabupaten Banyuasin.

” Bagi perusahaan-perusahaan di lokasi rawan kebakaran untuk segera melengkapi sarana dan prasarana pemadaman Karhutbunla,” ucap bupati saat menyampaikan amanatnya.

BACA JUGA =  Dalam Melakukan Pencegahan Covid-19, Disdukcapil Menutup Pelayanan

Bupati Askolani juga menegaskan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengendalian bencana Karhutbunla tahun 2020, diantaranya segera verifikasi lahan-lahan yang berpotensi terjadinya kebakaran, segera selesaikan permasalahan konflik yang menyangkut status kepemilikan lahan dan tapal batas antara perusahaan dengan masyarakat, OPD agar proaktif dalam penanggulangan Karhutbunla tahun 2020 sesuai fungsi dan wewenangnya.

Sementara Dandim 0430/Banyuasin, Letkol Arh H Alfian Amran, ST MM mengatakan, apel gelar pasukan dan perlengkapan yang dilakukan dalam rangka menghadapi Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunla) tahun 2020. Kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, melainkan lebih kepada pengecekan kesiapan secara nyata.

Lebih lanjut dikatakannya, Kodim 0430/Banyuasin siap mendukung Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam melaksanakan operasi penangulangan bencana Karhutbunla. Hal ini merupakan tindaklanjut dari Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004, tentang tugas TNI dalam mengemban tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu; membantu tugas pemerintahan di daerah dan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

BACA JUGA =  PPDB SMAN Sumsel Memasuki Tes Tahap II

Ditambahkannya, walaupun ditengah badai Covid-19, tidak menyurutkan prajurit Kodim 0430/Banyuasin untuk membantu Pemda Banyuasin menanggulangi bencana Karhutbunla.

Bahkan sejak dua bulan yang lalu hingga saat ini para Babinsa jajaran Kodim 0430/Banyuasin telah tersebar di wilayah-wilayah yang rawan dan rentan terhadap bahaya Karhutbunla. Selain itu, Babinsa juga telah mensosialisasikan akan dampak dan bahaya dari Karhutbunla serta membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selanjutnya Dandim menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Banyuasin agar lebih serius, dan melakukan bukti nyata terhadap upaya pencegahan Karhutbunla.

BACA JUGA =  Partai Hanura Palembang Targetkan 9 Kursi. Lisa Sako Optimis Bisa Meraih Target Itu, Ternyata Ini Alasannya...

” Jangan pernah membuka lahan dengan cara membakar. Di tengah musibah Covid 19 ini, hendaknya kita bersama-sama menjaga agar Negeri ini tidak ditambah dengan musibah bencana Karhutbunla,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sebab dengan kehadiran para pengusaha perkebunan tentunya dapat memberikan harapan positif untuk bersama-sama bertanggung jawab, terhadap penanggulangan bahaya Karhutbunla di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Dalam Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan pihak perkebunan di wilayah Kabupaten Banyuasin, terkait kesepakatan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Diantaranya turut hadir dan menandatangani MoU PT Cipta Lestari Sawit, Sriwijaya Palm Oil Group. (nis/krw)