Penjual dan Pembeli Disel Akibat Jual Beli Tanah Sengketa

oleh -182 views

PALEMBANG (Kabar Rakyat) – Zailani (55) dan Sarinah (60) terpaksa harus menjalani hari-hari berpuasa di balik jeruji besi sel tahanan Polresta Palembang, Minggu (3/6). Pasalnya kedua orang ini tersandung kasus tanah yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Saat diwawancarai sejumlah wartawan di ruang piket, Zailani mengaku dirinya tidak tahu persis apa kesalahannya sehingga dibawa ke kantor polisi. Terkait tanah yang dibelinya persis tepat di depan rumahnya sendiri, padahal dirinya telah memenangkan sidang perdatanya di Pengadilan. “Saya tidak tahu salah saya apa sampai dibawa kesini. Katanya sih, saya memberikan keterangan palsu di depan pejabat. Namun, saya sendiri tidak mengerti perkataan atau ungkapan apa yang dimaksud,” ujar warga Jalan Demang Lebar Daun No 20 A Kelurahan Lorok Pakjo Palembang (depan Telkomsel) penasaran.

BACA JUGA =  Mobil Ditumpangi Menabrak Truk Bongkar Muatan, Wadanyon Armed 15/105 Tarik Martapura, OKU Timur Meninggal Dunia

Dikatakan Zailani, dirinya mengaku kalau proses kepemilikan tanah seluas 2.400M2 (60 m x 40 m) yang berlokasi tepat di sebelah rumahnya, telah dibeli melalui Sarinah. “Saya beli tanah tersebut dari Sarinah tahun 1973, sementara Sarinah membelinya dari Yusuf dan orangnya masih hidup kok. Kami sempat dikonfrontir waktu sidang perdata, kami pun memenangkannya, surat kami pun dinyatakan asli oleh pengadilan. Meskipun demikian, tanah tersebut harus dikosongkan. Karena saya tahu yang komplain itu tetangga saya sendiri, Hj Nora, jadi tidak terlalu saya hiraukan. Sementara dia menjadikannya cafe dan jual beli mobil,” tandasnya sembari menambahkan, dirinya bukan melarikan diri tapi melaksanakan umroh.

BACA JUGA =  Jadi Polisi Gadungan Berpangkat Ipda, Asmuni Gelapkan Mobil dan Pacari Perawat Kesehatan

Sementara Kuasa Hukum, Hj Nora, Redho Junaidi SH mengatakan semestinya tersangka langsung dimasukkan ke rumah tahanan, karena jelas menghambat proses penyelidikan yang selalu mengulur waktu. Apalagi beliau mangkir saat pelimpahan kasus kedua, status dia DPO kepolisian. “Rencananya baru Senin (4/6) pelimpahan tahap kedua dari Polresta ke kejaksaan,” jelas Redho saat diwawancarai.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah sejak Januari lalu dinyatakan P-21 dan sejak tahun 2014 telah menetapkan dua orang tersangka terkait perkara dugaan melanggar pasal 266 KUHP yakni Za dan Sa. Hanya saja, perkara yang diduga melanggar ketentuan pasal 266 KUHP yakni menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik, hingga kini penyidik unit harta benda (harda) Satreskrim Polresta Palembang tak kunjung melakukan pelimpahan tahap kedua berupa barang bukti dan tersangka.

BACA JUGA =  Gubernur Sumsel Melantik 7 Kepala Daerah Beserta Wakilnya. Acara di PSCC Palembang Berlangsung Aman dan Tertib

Ikhwal kasus ini bermula saat pelapor memiliki sebidang tanah seluas 2.400 meter persegi yang berlokasi di Jl Demang Lebar Daun, tepatnya di depan kantor Telkomsel. Tanah tersebut milik almarhum Daniel Lunda yang tak lain adalah ayah kandung dari pelapor, namun rupanya tanpa sepengetahuan pelapor selaku ahli waris tanah tersebut telah dipindahtangankan kepada Sa dan selajutnya menjualnya kepada Za senilai Rp80 juta.(fdl/krw)