Pengacara Kondang di Palembang Bekuk dan Penjarakan Orang yang Menipu Dirinya

oleh -503 views

Tersangka Tito Destrian saat diamankan di Mapolresta  Palembang, Selasa (6/2). foto:fadil/krw.

PALEMBANG (Kabar Rakyat)-Lantaran telah melakukan aksi penipuan penjualan
tanah terhadap korbannya, Advokat Suharyono, SH MH (51), warga Jalan Residen HA Rozak
Villa Evergeen Blok A2 Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang, Sumatera Selatan membuat  Tito Destrian (30) warga Jalan Gotong Royong III Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, diamankan korbannya ke Polresta Palembang, Selasa (6/2), sekitar pukul 15.00 wib. Tito diamankan Suharyono setelah dipancing untuk bertemu di kawasan KM 12, di salah satu rumah makan.

Karena ia tak sanggup mengembalikan uang korban Rp 100 juta, yang sudah dipanjarnya untuk membeli tanah 2 kapling seluas 20X30 CM di kawasan Sukawinatan, yang diketahui bermasalah.

BACA JUGA =  Wow ..Hasil Survey LKPI, Sarimuda-Rozak Raih Suara Tertinggi. Hasil Survey Ini Bisa Bikin Tim Petahana Panik

Informasi yang dihimpun kabarrakyat.website, korban (Suharyono, red) membeli tanah dengan Tito, pada bulan September 2017, lalu Rp 250 juta. Namun saat itu karena tak memiliki uang, korban pun memanjar tanah itu Rp 100 juta.
Tetapi ketika hendak dilunasi ternyata tanah itu bermasalah.
“Awal saya tidak pernah tahu, tanah yang akan saya beli itu bermasalah.
Karena ada sertifikatnya. Namun saat hendak saya lunasi, rupanya tanah itu bermasalah. ya diketahui antar keluarga itu pak,” ungkap Suharyono kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, saat menyerahkan tersangka.
Lanjutnya, setelah mengetahui hal tersebut, ia pun meminta kepada Tito untuk mengembalikan uang panjarnya. Tetapi setelah berjanji untuk bertemu sebanyak 3 kali, janji untuk bertemu pun tidak ditepati pelaku. ” Ya saya sudah geram pak, setiap saya ajak bertemu ia tidak datang, dan hanya janji janji saja. Uang pun belum dikembalikannya hingga sekarang. Terpaksa saya amankan,” katanya sambil mengatakan sertifikat tanah yang ditawarkan Tito itu  palsu.
Sedangkan, Tito ketika ditemui di SPKT Polresta mengaku dirinya
bersalah. Namun saat ia menjual tanah tersebut, tanah itupun tidak ada masalah. ” Jujur memang tanah itu bukan punya saya tapi punya kakak saya. Nah uang panjar itu sudah saya kasih dengan kk saya 75 juta. Saya kebagian 20 juta dan 5 juta untuk pengantar pembeli pak. Uang sudah habis bagaimana saya mau kembalikan,” katanya.
Ditanya soal sertifikat palsu. Tito membantah itu. ” Setahu saya asli
pak sertifikat tanah itu. Jika palsu saya tidak tahu. Nanya saja dengan kakak saya. Saya hanya ikut menjual saja,” katanya. Atas
ulahnya, pelaku diancam pasal 378 KHUP dan pasal 372 KHUP. (fdl/krw).

BACA JUGA =  Aniaya Istri Tua, Istri Muda Divonis 16 Bulan Penjara