Pemprov Sumsel Raih Peringkat 1 Best Smart Society Category Smart Province Dalam Acara 3rd Smart Nation Award 2018

oleh -327 views

Plt Kadis Kominfo Provinsi Sumsel, Dr Inanda Karina Astari Fatma, menerima Penghargaan peringkat 1 Best Smart Society Category Smart Province dalam acara 3rd Smart Nation Award 2018. ­foto:ist.

PALEMBANG (Kabar Rakyat) — Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali meraih penghargaan  peringkat 1 Best Smart Society Category Smart Province dalam acara 3rd Smart Nation Award 2018 yang diselenggarakan oleh Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) di Nusantara 2 Hall, ICE BSD, Tangerang, Kamis (3/5) siang.

Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, Dr Inanda Karina Astari Fatma, SSi, MSi. “Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh masyarakat Sumsel, seluruh unsur pemerintah, serta jajaran Diskominfo Sumsel yang semakin aktif mendukung pembangunan Sumsel”, ujar Dr Inanda singkat.

Inanda juga mengucapkan selamat  kepada Kabupaten Muara Enim yang juga meraih prestasi pada Kategori Most Innovative in Basic Living Service. “Bangga dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel,” pungkasnya.

BACA JUGA =  Serang Mapolres OKI, Pelaku Tewas, Anggota Terluka 

Menurut Cahyana Ahmadjayadi, Founder & Chairman Citiasia Inc. Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018 merupakan kali ketiga kegiatan ini diselenggarakan oleh Citiasia Inc. Sejak pertama kali ISNA diselenggarakan di tahun 2015, kegiatan ini berangkat dari semangat mengkampanyekan praktik pintar (smart) dalam pelaksanaan proses pembangunan di Indonesia, khususnya di tingkat kota, kabupaten dan provinsi mulai dari sisi tata kelola, citra daerah, dampak pembangunan ekonomi, kelayakan hidup, masyarakat yang cerdas, hingga pengelolaan aspek lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

Pada tahun ini, Pemberian penghargaan ISNA 2018 merupakan daerah-daerah dengan pencapaian terbaik dalam pelaksanaan Smart City/ Smart Region sesuai framework yang dikembangkan oleh Citiasia Inc. ISNA 2018 dilaksanakan melalui proses penilaian indeks dan penjurian oleh pakar di bidang Smart City di Indonesia.

BACA JUGA =  Heboh, Seorang Advokat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa Dalam Kamar Kosnya

Dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2017. Juga melibatkan data hasil investigasi terhadap exposure seluruh daerah di lebih dari 260.000 artikel pemberitaan yang terdapat di lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional yang dimulai dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2017.

Sedangkan proses penjurian dilakukan melalui rapat dewan juri yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2018 di Jakarta. Dalam sidang dewan juri tersebut, disepakati sebuah transformasi dalam ISNA 2018.

Transformasi tersebut terutama dalam hal kategori penerima penghargaan yang pada tahun sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi yang dibagi ke dalam 3 kategori daerah, yaitu besar, sedang dan kecil berdasarkan populasi penduduk. Pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city (smart city readiness).

BACA JUGA =  Gelapkan Uang Perusahaan Warga Pangkalan Lampam OKI Dihukum 3 Tahun Penjara

Sehingga penerima penghargaan ISNA 2018 merupakan daerah-daerah dengan peringkat terbaik pada 7 kategori penghargaan, yaitu Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment dimana masing-masing terdiri dari 3 daerah nominasi. “Disamping itu, di tahun 2018 ini, Citiasia Inc. memperkenalkan kategori baru dalam ISNA 2018, yaitu kategori special mention. Kategori special mention merupakan kategori yang diberikan kepada daerah-daerah yang dinilai memiliki inovasi, gagasan, atau pencapaian yang baik terkait pelaksanaan fungsi pelayanan publik dan pemerintahan daerah dalam mendorong terjadinya perbaikan kualitas hidup masyarakatnya, ” jelas Cahyana. (rel/krw)