Breaking News
Home / Kriminal / Pembunuh Satpam BRI Dihukum 13 Tahun Penjara

Pembunuh Satpam BRI Dihukum 13 Tahun Penjara

Terdakwa M Ainul Pasha alias Icha saat mendengarkan pembacaan vonis di PN Kayuagung, Rabu (6/6). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Terdakwa M Ainul Pasha alias Icha (43), hanya bisa pasrah ketika majelis hakim menjatuhinya hukuman selama 13 tahun  penjara. Putusan itu dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (Pn) Kayu Agung dengan Majelis hakim diketuai Resa Oktaria SH , Rabu (6/6).

Ainul dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan. “Berdasarkan proses persidangan perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHP,” kata hakim ketua dengan anggota Irma Nasution SH dan Lina Safitri Tazili SH serta panitera pengganti (PP) Mia SH.
Hukuman untuk terdakwa tersebut sama seperti tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Imran SH yang menuntut selama 13 tahun penjara. Usai dibacakan amar putusan, terdakwa yang mengenakan pakaian kokoh warna putih didampingi penasihat hukumnya H Herman SH MH langsung menyatakan pikir-pikir.
Dibacakan hakim, hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa membuat korban Despatra Kurniawan alias Wawan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam terhadap keluarga korban. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum.
Terungkap, perbuatan terdakwa warga Desa Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI, terjadi Kamis 25 Januari 2018 sekira pukul 19.30 Wib, di sekutar kantor BRI unit II Kelurahan Jua-jua Kayuagung.     Dimana sehari sebelumnya sekira pukul 19.20 Wib, terdakwa Ainul datang ke BRI untuk melaksanakan piket jaga malam dan berganti shift dengan korban Wawan yang melaksanakan tugas.
Rupaya terdakwa datang terlambat 20 menit sehingga membuat korban marah-marah dengan terdakwa dan menuduh terdakwa menantangnya dengan sering terlambat. Hal itu membuat terdakwa minta maaf tetapi korban terus saja marah-marah dan mengancam akan memukul terdakwa.
Selanjutnya, setelah pulang jaga malam terdakwa menemui kakaknya guna mendamaikan dia (terdakwa) dan korban. Selain itu juga dalam mendamaikan mengajak saksi lain.
Setelah tiba di bank terdakwa menunggu kakaknya diparkiran sambil duduk diatas motor. Tak lama sekira pukul 18.45 Wib kakaknya Lukman dan Sarip menemui terdakwa dan menanyakan siapa orang yang berselisih paham dengan terdakwa.
” Lalu terdakwa masuk dalam kantor bank BRI menemui korban dan meminta maaf dan disusul oleh kakak terdakwa agar permasalahanya selesai secara kekeluargaan dan disuruh bersalaman. Tetapi korban tidak mau dan terus mengungkit kesalahan terdakwa dan ngoceh,” terangnya.
Selanjutnya, karena kesal dan merasa ditantang, terdakwa Ainul lalu mengambil pisau yang telah dibawa dari rumah. Korban melihat pisau langsung mengancam akan lapor polisi, masuk ke ruang teller dan mengancam akan menelpon polisi.
Kakak terdakwa menghalangi korban akan diselesaikan secara kekeluargaan. Terdakwa yang kesal sambil pegang pisau, dinasihati kakaknya agar tidak mendekati korban. Namun saat korban keluar kantor terdakwa langsung mengejar dan terdakwa berontak saat dihalangi Lukman dan Sarip.
Sayangnya saat korban menyeberang pembatas jalan terjatuh, terdakwa menikam korban berkali-kali. Setelah itu terdakwa meninggalkan lokasi dan
mengambil motor diparkiran.
Penasihat hukum terdakwa H Herman SH MH mengatakan, kliennya pikir-pikir selama 7 hari kedepan. Tetapi kemungkinan akan banding. ” Kami pikir-pikir atas putusan hakim, karena vonis tersebut tinggi sama seperti tuntutan jaksa. Padahal klien saya menyesali perbuatannya dan merupakan tulang punggung keluarga. Kami akan banding rencananya,” jelas Herman. Terdakwa keluar dari ruang persidangan digiring oleh petugas kejaksaaan, sambil menangis menyesali perbuatannya. (nis/krw)

BACA JUGA =  Daftar ke KPU, Abdiyanto-Made Diarak Tanjidor. Ribuan Massa Berpakaian Merah Penuhi GOR Perahu Kajang Kayuagung

Tentang sihaj

Baca Juga

Santoso SH Dilantik Jabat Kasubag Bin Kejari OKI

Yulia Eka Sari SH MH menyerahkan jabatan kepada Santoso SH. foto:niskiah/krw. KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Kepala …

Tinggalkan Balasan