Pasal Hutang, Warga Sungai Ceper Tewas Ditembak Senpira

oleh -356 views

­Jenazah Deri saat masih dalam perahu setelah berupaya dibawa ke tim medis. foto:ist.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Peristiwa mencekam terjadi di dusun 7 Sungutan Lalang Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. Seorang warga sekitar bernama Deri (37) harus meregang nyawa usai ditembak oleh kakak beradik yang masih tetangganya sendiri.
Peristiwa berdarah itu terjadi Selasa (10/4) sekira pukul 16.30 WIB, dimana kedua tersangka menembak korban dengan menggunakan senjata api rakitan (senpira).  Luka tembak mengenai kepala sebelah kiri di atas telinga tembus ke kepala sebelah kanan korban Deri. Akibat banyaknya darah yang keluar  akhirnya korban meninggal dunia sekira pukul 18:30 WIB.
Berdasarkan informasi dilapangan dengan saksi Darmawan dan Cinta, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Sefriannizar SSos melalui Danramil 402- 13/Sungai Menang, Kapten Chb Jauhari mengatakan, untuk kronologis kejadian yaitu sekira pukul 16.30 WIB korban didatangi pelaku kakak Beradik, Ladin (35) dan Yen (32) keduanya warga Dusun 8 Talang Rimba Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. Tujuan keduanya hendak menagih hutang piutang saat membeli sabu-sabu.
” Kedua pelaku ini menagih hutang dengan korban dan itupun sudah berkali-kali ditagih hutangnya. Namun oleh korban tidak dihiraukannya. Mungkin karena tidak ada respon dari korban lalu pelaku langsung menembak korban dengan senjata api rakitan,” ungkap Danramil.
Dijelaskan, dalam penembakan itu mengenai kepala bagian kiri diatas telinga tembus ke bagian kanan. Barulah usai peristiwa itu sekira pukul 18.00 WIB korban  meninggal.
Jenazah korban disemayamkan di rumah korban dusun 7 Sungutan Lalang Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang OKI.
Lebih lanjut dikatakan Jauhari, baru keesokannya sekira pukul 09.30 Wib korban yang telah berkeluarga ini di bawa dari dusun 7 desa Sungai Ceper menuju kampung halaman dusun Wiralaga 2 Kecamatan Wiralaga Kabupaten Mesuji Lampung untuk dimakamkan. ” Peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Sungai Menang,” ujarnya.
Dandim menyampaikan selaku dansatgas, dirinya sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi, jadi harus diselesaikan secara jalur hukum. Apalagi akses jalan yang tidak ada membuat satgas TMMD tidak bisa membantu polisi dalam perkara itu.” Semoga setelah jalan selesai akan memudahkan pengambilan tindakan oleh aparat pada kejadian serupa,” tegasnya.
Seraya mengatakan, rencananya anggota satgas aka ikut takziah di kediaman korban di Desa Wiralaga sebagai bentuk ikut berduka. (nis/krw)

BACA JUGA =  Oknum Mahasiswa Bikin Komentar Menghina di Medsos, Ratusan Driver Ojek Online Datangi Kampus Universitas Bina Darma