Breaking News
Home / Hukum / Palembang Mulai Bergerak. Aksi Solidaritas Insiden 22 Mei, Tuntut KAPOLRI MUNDUR

Palembang Mulai Bergerak. Aksi Solidaritas Insiden 22 Mei, Tuntut KAPOLRI MUNDUR

Aksi Solidaritas Ulama dan Masyarakat Sumsel.  Kapolda Sumsel, Irjend Pol Zulkarnain Adinegara menerima mikropon dari korlap,  Habib Gasim, Selasa (28/5/2019) depan Mapolda Sumsel. foto:ferry/krw.

PALEMBANG (KabarRakyat) -Ulama Palembang mulai bergerak. Mereka menggelar aksi damai terkait tindakan brutal aparat brimob dalam penertiban aksi 22 Mei hingga jatuh korban jiwa,  Selasa (28/4/2019) usai solat ashar di depan Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel).
Aksi ini digawangi oleh Maspura (Majelis Asatidz Peduli Umat Rasulullah). Massa bergerak  dari bundaran Masjid Agung dipimpin mobil komando dengan pengeras suara dengan koordinator lapangan (korlao),  Habib Gasim Abdullah Alkaf . Mereka berorasi di depan Mapolda Sumsel.

Para peserta aksi solidaritas beragam baik dari kalangan majlis ta’lim, pesantren, mahasiswa dan masyarakat bahkan ibu-ibu serta para remaja putri. Sepanjang jalan Sudirman menuju Mapolda Sumsel seluruh peserta aksi solidaritas bersholawat.  Jalan Sudirman tampak memutih karena peserta aksi mengenakan pakaian bewarna putih.

Tepat di depan Taman Makam Pahlawan Ksetra Ksatria Siguntang Palembang, Koordinator aksi mengomandoi agar para peserta memarkirkan kendaraannya di halaman taman makam pahlawan. Selanjutnya peserta aksi berjalan kaki menuju Mapolda.

Hadir dalam aksi solidaritas dan doa ini ulama-ulama Palembang  seperti KH Umar Said, KH Nuruddin Mansur, Habib Mahdi, Habib Idrus Rafiq Syahab, Ust. Sholihin Hasibuan, Ust Kemas Ali, Ust Amiruddin Muslim, Ust Abul Hasan Asy Syazili dan para ustadz lainnya.

BACA JUGA =  Kakak Beradik Pembunuh Sopir Bus Kota Kertapati-KM 12 Akhirnya Dibekuk Tim Gabungan

Tepat di depan Mapolda, aksi dilanjutkan dengan mendengarkan orasi beberapa ustadz dan tokoh masyarakat sebagai perwakilan aksi.
Ustadz Sholihin Hasibuan dalam orasinya menyatakan bahwa kepedulian peserta aksi untuk hadir karena iman dan panggilan jiwa sebagai satu bentuk protes terhadap aksi penindasan dan pembantaian yang menimpa saudara kita di Jakarta (22-23 Mei) yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ditambahkan  Sholihin, hendaknya aksi serupa tidak terjadi di Palembang karena Palembang dikenal sebagai daerah zero conflict. ” Hubungan ulama dan Umara cukup terjalin baik.
Selain itu, polisi hendaknya bersikap netral terhadap kejadian ini,” kata Sholihin.
Terkait dengan gonjang ganjing politik negeri ini, Sholihin menghimbau kepada aparat kepolisian bahwa siapa pun yang jadi presiden, polisi tetap akan menjadi polisi yang bertugas mengayomi rakyat.
Sholihin juga berharap agar Kapolri Tito Karnavian supaya diberi petunjuk oleh Allah, SWT sehingga dapat bersikap adil.

Orasi kedua disampaikan dari perwakilan advokad, dalam orasinya dinyatakan bahwa penegakkan hukum sudah melenceng dan hilangnya keadilan di negeri ini. Sebagai contoh nyata dalam pemilihan presiden kemarin sangat kentara aroma ketidakadilan, ketidakjujuran dan penuh dengan kebohongan.

BACA JUGA =  Firli Kapolda Sumsel Baru Gantikan Zulkarnain. Asli OKU, Mantan Deputi Penindakan KPK

Orasi ketiga di sampaikan oleh Drs Ust Umar Said mewakili ormas Islam. Umar menyampaikan pernyataan sikap dengan mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat Pelanggaran HAM (GERAM). Dalam pernyataan sikap tersebut, Umar sebelumnya menceritakan kronologi kejadian aksi 21-22 Mei yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia, dan lebih dari 700 orang terluka.
Umar juga menegaskan dalam pernyataan sikap tersebut bahwa masyarakat dan warga negara mempunyai hak untuk menyatakan pendapat di muka umum. Aparat kepolisian bertanggungjawab atas keselamatan peserta aksi karena aparat kepolisian adalah pengayom masyarakat.

Lebih jauh Umar Said  menjelaskan dalam pernyataan sikap tersebut bahwa aparat kepolisian tidak netral, melainkan melakukan tindakan represif terhadap masyarakat. Korban jiwa dalam aksi tersebut adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa karena melanggar konsensi PBB yang melindungi hak politik warga sipil yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 Tahun 2005 mengenai penyiksaan yang kejam terhadap warga sipil.

Dalam pernyataan sikap tersebut Geram menukil ayat Al Qur’an dan hadis yang menyatakan:” barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka jahanam ” (an Nisa:93). Dan hadist shahih : Lenyapnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang muslim (HR. An Nasa’i dan Turmudzi)

BACA JUGA =  Pengacara Priatin dan Paslon Shinta-Syuryadi, Apresiasi Keputusan Panwaslu Muara Enim

Ada 3 poin penting di kemukakan dalam pernyataan sikap tersebut, yaitu:
Pertama,  meminta kepada Kapolda untuk menarik pasukan Brimob Sumsel dari Jakarta karena mereka juga sudah lelah dan capek berada di sana, Kedua,  Usut tuntas kematian para peserta aksi di Jakarta dan Ketiga,  menuntut Kapolri agar mundur, hal ini merupakan harga mati.

Setelah membacakan pernyataan sikap perwakilan aksi yang berjumlah 10 orang menyerahkan pernyataan sikap tersebut kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol  Zulkarnain Adinegara. Aksi dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin dan tahlil serta doa sembari menanti Kapolda keluar untuk menanggapi hal tersebut.

Setelah pembacaan Surah Yaasiin dan tahlil, Kapolda Irjen Polisi Zulkarnain keluar bersama para perwakilan aksi. Dalam kata sambutannya Kapolda tidak menyinggung ataupun menjawab pernyataan sikap dari masyarakat namun hanya menghimbau agar keamanan dan kekompakan tetap dijaga, Kapolda juga berharap agar kondusifitas keamanan di Palembang tetap terjaga. Kapolda juga menyiapkan takjil untuk para peserta aksi.

Disela-sela kata sambutannya, perwakilan aksi melalui Ustadz Sholihin Hasibuan meminta Kapolda agar menarik Brimob yang ada di Jakarta, Kapolda hanya mengangguk. Tepat pukul 18.00 wib, peserta aksi berbuka bersama di lapangan untuk kemudian membubarkan diri secara tertib. (ferry burmansyah/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan