Oknum Anggota DPRD OKI, Arpan Hadi Divonis 3 Tahun 6 Bulan Denda Rp200 Juta

oleh -250 views

Suasana sidang putusan kasus penggunaan ijazah palsu oknum dewan OKI, Arpan Hadi di PN Kayuagung, Kamis (22/2). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) –  Oknum anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Arpan Hadi divonis 3 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.  Vonis dibacakan Ketua majelis Bambang J Winarno SH didampingi hakim anggota, RA Asri Ningrum, SH MH dan Irma Hani Nasution, SH MHum, Kamis (22/2) di Pengadilan Negeri Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Penetapan No547/Pid.B/2017/PN. Kag, itu dibacakan Ketua Majelis, Bambang J Winarno SH didampingi hakim anggota, RA Asri Ningrum, SH MH dan Irma Hani Nasution, SH MHum, setelah sidang lanjutan kasus dugaan ijazah palsu dengan agenda pembacaan replik di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Kamis (15/2). Atas putusan itu jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

BACA JUGA =  Bikin Karyawan Fiktif, Mandor PT SAML Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Sebelumnya Arpan Hadi (37) yang tercatat warga Perumahan Tanjung Rancing Blok C12 Kabupaten OKI ini telah berstatus tahanan kota oleh jaksa penuntut umum sejak 12 September 2017 hingga  1 Oktober 2017.  Saat diperiksa pihak kepolisian Arpan tidak ditahan. Namun sejak minggu lalu oknum anggota dewan dari Partai Gerinda ini terpaksa akan merasakan menginap di hotel prodeo hingga 16 Maret 2018 yang akan datang .

BACA JUGA =  Ombudsman Duga Pemberian Vaksin Dipaksakan. Buntut Kematian Jumiarni Pascaimunisasi di Sekolah

Arpan Hadi disidang  di PN Kayuagung karena diduga menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri menjadi anggota DPRD OKI pada Pemilu 2014 lalu.  Pada sidang sebelumnya dia  dituntut jaksa penuntut umum hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan  dan  denda Rp200 juta. Arpan didampingi pengacaranya, Advokat Arian SH. Dia bersikeras bahwa kliennya tidak bersalah. “Kami merasa ini merupakan kriminalisasi dari salah satu pihak. Oleh karenanya, kami akan melakukan pembelaan secara tertulis,” kata Arian usai sidang. Dirinya juga mengklaim, secara umum pihaknya tidak terbukti menggunakan ijazah palsu.

BACA JUGA =  Oknum TNI Sadis, Prada Deri Ditangkap.  Diduga Telah Membunuh dan Mutilasi Pacarnya Sendiri

Kasus dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD OKI dari Fraksi Gerindra ini berawal dari laporan pelapor atas nama, Fadrianto dengan nomor laporan LPB/986/XII/2015/SPKT pada tanggal 15 Desember 2015 lalu. Dalam laporan tersebut, saat registrasi pencalonan, oknum anggota DPRD OKI itu diduga menggunakan ijazah milik orang lain yang dikeluarkan Universitas Azzahra Jakarta dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 03060177, yang diketahui milik seseorang bernama Fadloli.(nis/krw)