Nekat Serang Mapolres OKI, Seorang Pria Tewas Ditembak. Seorang Anggota Polisi Jaga Terluka

oleh -685 views

Kapolres OKI, AKBP, Alamsyah Pelupessy didampingi Kasatreskrim  saat press release, Minggu (28/6/2020). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Seorang pria nekat masuk ke dalam markas Kepolisian Resort Kabupaten Ogan Komering Ilir (Mapolres OKI) dengan cara menabrak pagar pintu gerbang utama dengan mobil Honda Mobilio warna putih Nopol BG 1088 KD yang dikendarainya. Bukan itu saja, pria itu dengan beringas lalu menyerang seorang anggota polisi yang sedang piket jaga, Aipda M Nur (40) yang berakibat mengalami luka tusuk pada bagian tangannya. Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 02.30 Wib dinihari.

Namun aksi nekat dan brutal yang dilakukan pria bernama Indra Oktomi (35) warga Desa Mangunjaya Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI ini tidak berlangsung lama. Karena perbuatannya yang mengancam keselamatan anggota maka terhadapnya dilakukan tindakan tegas. Korban dilumpuhkan, timah panas petugas membuatnya roboh bersimbah darah. Petugas pun segera melarikan pelaku Indra ke RSUD Kayuagung, namun dalam perjalanan dia menghembuskan napas terakhirnya.

BACA JUGA =  Kapolda Silaturahmi ke PWI Sumsel, Minta Sinergi Sukseskan Program PDK

Kapolres OKI AKBP, Alamsyah Pelupessy saat press release menjelaskan, sekira pukul 02.30 WIB, pelaku Indra Oktomi, datang dengan mengendarai Mobil Honda Mobilio. Indra langsung menabrak gerbang sebelah barat Mapolres OKI lalu langsung menuju parkiran belakang.
“Adanya kejadian itu membuat alarm stelling dibunyikan oleh anggota piket jaga,”beber  Kapolres OKI, Alamsyah kepada wartawan, Minggu (28/6/2020) pagi.
Setelah memarkirkan mobilnya, pelaku turun dari mobil. Dengan wajah beringas dia berteriak menantang petugas. Pelaku Indra lalu mencari anggota polisi yang piket malam itu. ” Mano polisi…mano polisi,” teriak Indra dengan emosi.

Mobil yang dikendarai pelaku Indra. foto:ist.

Setelah dia bertemu korban Aipda M Nur yang sedang piket malam itu, pelaku langsung  melakukan penyerangan.” Tak hanya sampai disitu, pelaku terus melakukan pengejaran kepada anggota jaga lainnya. Kepada pelaku sempat diberikan peringatan agar membuang senjata dan menyerahkan diri, namun tidak digubris dia tetap melakukan perlawanan,”kata Kapolres.
Pria dua melati ini menegaskan, pelaku terpaksa dilumpuhkan oleh anggota jaga dengan menembak kakinya. Setelah itu pelaku segera dilarikan ke RSUD Kayuagung untuk dilakukan pengobatan, namun saat di RSUD pelaku dinyatakan meninggal dunia. “Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit Mobil jenis Honda Mobilio nopol BG 1088 KB, 1 pucuk senapan angin beserta 2 peluru karet, 1 buah gunting, 1 buah benda tajam pipa suling digunakan untuk menyerang petugas, 1 buah HP, 1 buah dompet berisi KTP, ATM, Kartu Perbakin dan 1 buah tas gendong berwama coklat,” jelas Kapolres OKI.

BACA JUGA =  Rumah Tahfidz Rahmat, Selain Mengaji Santri Juga Dilatih Menulis Sastra

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah saat membesuk anggotanya, Aipda  M Nur yang terluka. foto:ist.

Apa yang membuat pelaku Indra melakukan perbuatan nekat tersebut?
Menurut Kapolres, Indra Oktomi adalah seorang residivis. Dia baru keluar penjara sekitar 1 bulan lalu dari Lapas Kayuagung. Indra dipenjara karena tersandung kasus penganiayaan. Diduga dia kesal karena kasusnya diproses anggota Polres OKI. Makanya dia dendam betul dengan polisi.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol
Prof Dr Eko Indra Heri didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Supriyadi sudah  mengunjungi anggota polisi yang terluka, Aipda M Nur . Menurut Kapolda Kondisi M Nur sudah membaik. Dia mengalami luka di jari dan telapak kanan. Beruntung tusukan di bagian belakang tertahan dengan rompi yang dipakai korban.  “Saat kejadian pelaku sudah diingatkan Pawas piket Ipda Afif dan Ipda Jendri untuk menyerah, namun dia (pelaku) masih terus melakukan perlawanan dan bergulat dengan anggota. Akhirnya terpaksa diambil tindakan tegas kepada pelaku,” pungkas Kapolda melalui Kombes Pol Supriyadi. (nis/krw)

BACA JUGA =  Palembang Mulai Bergerak. Aksi Solidaritas Insiden 22 Mei, Tuntut KAPOLRI MUNDUR