Mulai Periksa Kesehatan Hewan Kurban, Stok dipenjual Menurun Tahun Ini

oleh -171 views

Tim Disbunnak saat meriksa kesehatan hewan kurban yang dijual pedagang.  Foto:  Ist

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H tahun 2020 ini pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menginstensifkan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah pedagan kurban yang tersebar. Selain itu juga, melaksanakan kegiatan sosialisasi penanganan hewan kurban dalam situasi wabah corona virus desease (Covid 19) di tempat-tempat penjualan hewan kurban dan tempat-tempat rencana pemotongan hewan kurban.

Dikatakan Kepala Disbunnak OKI, Aris Panani SP MSi, dari hasil pemantauan hewan kurban telah dilaksanakan di kecamatan Kayuagung di beberapan titik penjualan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dijual sebagai hewan kurban. Pemeriksaan dilaksanakan Kamis (16/7/2020) pagi hingga sore.

” Tim Disbunnak sudah mulai periksa hewan kurban yang dijual pedagang secara dadakan maupun ke tempat peternakan langsung. Semua hewan kita periksa layak atau tidak menjadi hewan kurban, baik secara fisiknya tidak boleh cacat terpenting sehatnya, “ungkap Aris.

BACA JUGA =  Pembegal Motor di Jalintim OKI Dihukum 2 Tahun 6 Bulan

Menurut Aris, semua pedagang hewan kurban dilakukan pemeriksaan kesehatan. Seperti di Kayuagung ada empat titik lokasi tempat penjualan hewan kurban, yakni di Desa Muara Baru, Desa Celikah, Kelurahan Jua Jua dan Kelurahan Kutaraya. Dengan jumlah ketersediaan hewan kurban tercatat, untuk Kambing sebanyak 60 ekor dengan harga kisaran Rp. 2.000.000 sampai dengan Rp. 3.500.000 dan untuk Sapi berjumlah 8 Ekor dengan kisaran harga Rp. 13.000.000 sampai dengan Rp. 30.000.000. Jumlah ketersediaan hewan kurban ini berpeluang mengalami peningkatan disaat mendekati hari raya Idul Adha nanti yang masih beberapa minggu lagi.

Aris menjelaskan, dalam hal pemantauan pelaksanaan kurban di tahun ini, berjalan berbeda dengan tahun sebelumnya, tim yang bertugas dalam memantau pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban saja, tetapi juga menggencarkan kegiatan sosialisasi Surat Edaran Kementerian Pertanian tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban ditengah Wabah Covid-19 yang dimulai dari tempat- tempat penjualan hewan kurban dan tempat pemotongan hewan kurban.

BACA JUGA =  Dua Pria Warga Ogan Ilir Diciduk Petugas Saat Bawa Sabu

Lanjutnya, hal ini ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan atau penyebaran Covid- 19 di tempat penjualan hewan kurban dan tempat pemotongan hewan kurban. Sehingga untuk mencegah terjadinya penyakit hewan yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) tetap dilakukan oleh Tim kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih (ante mortem) dan pemeriksaan Hewan Kurban setelah disembelih (Post Mortem) ditempat- tempat pemotongan hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha.

” Sehingga melalui rangkaian pelaksanaan kegiatan ini diharapkan kegiatan kurban di Kabupaten OKI dapat berjalan dengan baik tanpa ada potensi peningkatan jumlah kasus Covid 19, hewan kurban yang tersedia ditempat penjualan bebas dari penyakit hewan yang dapat menular kemanusia dan daging kurban yang dihasilkan berkualitas baik memenuhi standar aman, sehat, utuh, halal (ASUH) untuk dikonsumsi masyarakat, “terangnya.

BACA JUGA =  Ini Dia Camping di Klinik Outbond RSUD Sekayu. Mau tau Jadwal Terapi Holistik Covid-19 RSUD Sekayu ?

Sementara itu salah satu pedagang, M Nur menuturkan, stok penjualan hewan kurban untuk tahun ini terbilang sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu bisa menyiapkan 40-50 ekor kambing, kini hanya 30 ekor saja itupun kalau terjual semua. ” Kalau tahun ini stok cuma dikit, karena covid-19 ini tidak banyak yang beli karena tidak ada uang untuk berkurban, biasanya jauh-jauh hari sudah rami yang beli, sekarang stok ada habis terjual sudah bersyukur, “cetusnya. (nis/krw)