Meyudin Didakwa Pasal Berlapis, Sidang Lanjut Pekan Depan Agenda Mendengarkan Keterangan Saksi

oleh -119 views

Sidang online di masa pandemi Covid-19.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, terdakwa Meyudin (49), warga Lingkungan III RT 06 Kelurahan Tanjung Rancing Kayuagung, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (26/1/2021).

Terungkap dibacakan JPU Santoso SH dalam surat dakwaan, bahwa perbuatan terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Yakni korbannya M Arif MPd yang merupakan ketua Masjid Nurul Iman Tanjung Rancing Kayuagung meninggal dunia.

Dalam persidangan itu Majelis hakim diketuai Tira Tirtona SH MHum anggota Indah Wijayati SH dan Nadia Septiani SH serta panitera pengganti Mira Aryani SH. Dalam persidangan virtual tersebut, terdakwa Meyudin tetap berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kayuagung dan didampingi oleh Penasihat Hukumnya Sayuti SH.

BACA JUGA =  Dua Hari Menjelang Lebaran Pengunjung Pasar 16 Ilir Menurun. Kondisi Keamanan Dalam Keadaan Terkendali

Dibacakan jaksa, perbuatan terdakwa terjadi pada Jumat 11 September 2020 sekira pukul 18.15 Wib, bertempat di dalam Masjid Nurul Iman Kelurahan Tanjung Rancing Kayuagung. Berawal dari terdakwa sholat jumat berjamaah dan selesai menjalankan sholat berjamaah, lalu terdakwa mengumpulkan kotak amal. Kemudian dibuka dan menghitung semua uang yang ada bersama-sama pengurus dan bendahara. Lalu korban M Arif meminta terdakwa untuk memberikan seluruh kunci kotak amal kepada bendahara Masjid.

“Usai memberikan kunci itu, terdakwa pulang ke rumah dan mandi untuk persiapan sholat magrib berjamaah di Masjid. Tiba di masjid pukul 18.10 Wib, terdakwa melihat korban dalam masjid. Karena terdakwa merasa sakit hati dan tersinggung ucapan korban terkait kotak amal, maka terdakwa pulang ke rumah, ” jelas jaksa.

BACA JUGA =  236 Kontingen Musi Rawas Ikuti KTNA XIII Sumsel. Gubernur Sumsel Buka Peda KTNA di Muba

Rupanya, lanjut jaksa, terdakwa mengambil senjata tajam jenis parang dengan tujuan akan digunakan untuk melakukan penganiayaan terhadap korban. Sampai di masjid, terdakwa melihat korban sedang memulai sholat magrib. Karena terdakwa merasa sakit hati, maka langsung masuk masjid dan menebaskan parang dari belakang ke arah bahu kiri korban dengan menggunakan tangan kiri.

Selanjutnya, karena parang yang ditebaskan terpental, korban menoleh ke kiri, sehingga terdakwa kembali menebaskan parang yang kedua kalinya kearah telingga kiri korban. Lalu terdakwa melepaskan parang. Korban berusaha mengejar terdakwa, tetapi terdakwa telah keluar masjid. Terdakwa berusaha melarikan diri, tetapi berhasil diamankan oleh warga sekitar.

BACA JUGA =  Dodi Reza Hadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutbunlah di Ogan Ilir. Bupati Muba Wajibkan Perangkat Kecamatan dan Desa Muba Siaga Karhutbunlah

Atas perbuatan terdakwa, membuat korban mengalami luka bacok pipi kanan hingga kepala samping kanan dan putusnya urat syaraf wajah serta pembuluh darah nadi. Setelah menjalani operasi dan perawatan intensif, kondisi korban memburuk hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia pada 14 September 2020.

“Dalam perkara ini, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana ketentuan pasal 340 Kuhp, pasal 355 ayat (2) Kuhp dan pasal 351 ayat (2) kuhp, ” terang jaksa.

Penasihat hukum terdakwa usai dibacakan surat dakwaan tidak keberatan, sehingga sidang dilanjutkan kembali pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (nis/krw)