Merasa Dijebak, Terdakwa Menolak Semua Semua Isi Surat Dakwaan Jaksa. Kasus Kepemilikan 19 Butir Ineks

oleh -102 views

Terdakwa Masagus Ahadi saat disidang di PN Kayuagung, Kamis (1/8/2019). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Pengacara  terdakwa Masagus Ahadi (23) , Advokat A Rahman SH, perkara kasus kepemilikan narkoba jenis Pil Ekstasi, membacakan pledoi (nota pembelaan). Isinya menolak semua isi surat dakwaan maupun Replik yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, digelar Kamis (1/8/2019) siang. Dengan agenda Replik dan langsung Duplik. Dalam sidang tersebut, dihadapan Majelis hakim diketuai Jarot Widiyatmono SH dengan anggota Resa Oktaria SH dan Irma Nasution SH, pengacara terdakwa membacakan tetap pada pembelaan pribadi dari terdakwa serta pembelaan tertulis darinya. ” Kami juga menyampaikan secara resmi alat bukti berupa 1 keping CD yang isinya foto-foto Dita saat membuat surat pernyataan dan penandatanganan. Termasuk juga scanning surat pernyataan yang dalam pledoi. Serta adanya live video Dita yang bacakan surat pernyataan,”terang A Rahman.
Dikatakan Rahman., menyatakan terdakwa Masagus Ahadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana pasal yang didakwakan yaitu pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009.

BACA JUGA =  Richard Tegaskan Tidak Akan Merumahkan PHL di Pemkot Prabumulih

Pengacara terdakwa meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan serta mengeluarkan dari tahanan. “Juga agar mengembalikan nama baik, harkat dan martabat terdakwa ke dalam kedudukan semula.  Memerintahkan Kepolisian RI khusus Polres Ogan Ilir agar mengungkap perkara yang sebenarnya,”ucapnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum, Aidil Fitriansyah SH dalam Repliknya, tetap pada tuntutan yang menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menguasai, menyimpan Narkotika Golongan I bukan tanaman dengan beratnya melebihi 5 gram. Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana yang didakwakan. Terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun denda sebesar Rp 1 Miliar dan subsider 3 bulan penjara.
Pada pemberitaan sebelumnya, terdakwa Masagus Ahadi warga, Perumahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang ini, ditangkap oleh anggota polisi Satuan narkoba Polres OI atas kepemilikan pil ekstasy sebanyak 19 butir yang berada dalam jaket miliknya.
Dalam persidangan diungkapkan, pil ekatasy itu sengaja dimasukkan oleh seseorang bernama Dita, yang sebelumnya berada dalam mobil dengan terdakwa. Yakni berangkat dari Palembang menuju Indralaya Ogan Ilir atas permintaan Dita. Dita ini temannya rekan sekolah terdakwa saat SMA.       Namun beberapa saat belum ditangkap, Dita keluar dari mobil dengan alasan membeli pembalut, sedangkan terdakwa dikasih uang Rp 100 ribu oleh Dita untuk mengisi minyak di SPBU Romi Herton di Indralaya Utara.
Saat mobil di SPBU inilah, sejumlah anggota Satnarkoba Polres OI langsung menggeledah mobil terdakwa dan langsung mencari jaket milik terdakwa yang sebelumnya diduga ditaruh barang bukti narkoba sebanyak 19 butir ineks.
Majelis hakim menunda sidang itu dua pekan yakni Kamis 15 Agustus depan dengan agenda pembacaan amar putusan. (nis/krw)

BACA JUGA =  Pemprov Sumsel Raih Peringkat 1 Best Smart Society Category Smart Province Dalam Acara 3rd Smart Nation Award 2018