Breaking News
Home / Ekonomi / Menyibak Berbagai Manfaat Siwak. Selain Sunnah WHO Juga Pernah Rekomendasikan Penggunaannya

Menyibak Berbagai Manfaat Siwak. Selain Sunnah WHO Juga Pernah Rekomendasikan Penggunaannya

Siwak sering digunakan Rasullah untuk membersihkan gigi.  Pohon siwak yang banyak tumbuh di tanah Arab. foto:net.

SIWAK mungkin merasa terasa asing di telinga generasi milenial. Memakai siwak dianggap tidak keren dan kuno. Ada juga  yang berkilah bahwa kalau sudah ada odol dan sikat gigi kenapa lagi harus memakai siwak?

Dalam jurnal revelation and science: A Review on the Sunnah of Miswak (2012) disebutkan bahwa, “istilah Miswak/ siwak adalah menyikat sesuatu atau membersihkan gigi.” Dijelaskan juga dalam jurnal tersebut bahwa siwak memiliki berbagai macam nama yang berbeda di setiap negara seperti, ” Datan di India dan Pakistan, Miswak di Tanzania dan Arab, Kayu Sugi di Nusantara”.  Dalam Bahasa Inggris siwak dikenal dengan nama chewing stick (Kayu yang dikunyah, red).

Dalam Jurnal of Pharmacy and bioallied Sciences tahun 2011 disebutkan bahwa siwak/miswak adalah  sikat gigi alami yang dibuat dari ranting Salvadora Persica atau pohon araak (pohon sikat gigi, red).

Dalam kenyataannya, bahan dasar siwak tidak hanya berasal dari satu tanaman yang sama. Salvadora Persica atau pohon araak adalah bahan utama yang digunakan di Timur Tengah. Sebagaimana dilansir dari Republika.co.id  edisi 19/ Oktober 2006) disebutkan di Afrika Barat siwak berasal dari pohon limun (Citrus Aurantifolia) dan pohon jeruk (Citrus Sinesis), di Amerika menggunakan akar tanaman Senna (Cassiva Vinea), masyarakat India menggunakan kayu pohon Neem (Azadirachta Indica).

Menurut Syaikh Amin Asy Syaqawi dalam kitab nya as-Siwak (2012), jenis siwak yang terbaik yang digunakan adalah yang diambil dari pohon Araak atau Salvadora persica.

Menilik dari sejarahnya, penggunaan siwak sudah sangat lama bahkan mewarnai peradaban manusia di bumi ini. Saudi Dental Journal (1999) mengungkapkan bahwa siwak sudah digunakan oleh bangsa Babilonia selama 7000 tahun yang lalu, siwak juga kemudian digunakan di seluruh kekaisaran Yunani dan Romawi lalu Orang Mesir Kuno dan Muslim juga mwnggunakannya. Selain itu, ia juga digunakan di berbagai bagian wilayah Afrika, Asia, terutama Timur dan Amerika Selatan.

BACA JUGA =  JCH Asal OKI Mulai Tukar Riyal. BSM Kayuagung Siapkan 50 Paket Riyal

Tanaman siwak berasal dari tanah kering yang bergurun seperti di Timur Tengah, negara-negara Semenanjung Arab, dan di Afrika. Pohon siwak juga masih bisa ditemui di negara Tanzania, di dataran pasir yang memiliki oase (mata air) di tengah-tengahnya dan di Padang Rumput Savana.

Pohon siwak/Salvadora Persica memiliki serat, aroma yang enak serta rasa yang tajam. Pada umumnya, akar pohon dan rantinglah yang digunakan sebagai siwak.

Mengutip laporan penelitian U.S. Nasional Library of Medicine (2012) menyebutkan bahwa siwak memiliki, “kandungan alami seperti antibakteri, klorida, flouride, silika, sulfur, vitamin c dan banyak lagi kandungan lainnya yang berfungsi untuk membersihkan, memutihkan, dan menyehatkan gigi serta gusi.

Siwak juga mengandung minyak alami dengan kesegaran aromanya sehingga membuat mulut harum dan nafas segar. Selain itu, enzim yang terdapat dalam siwak dapat mengurangi plak gigi serta ada juga zat yang bertindak sebagai anti pembusukan yang bisa mengurangi jumlah bakteri dalam mulut .”

Saking banyaknya kandungan siwak ini World Health Organization (WHO) pada tahun 1986 pernah merekomendasikan penggunaan siwak untuk membersihkan gigi dan mulut.

Siwak sangat banyak manfaatnya, baik dari segi jasmani maupun rohani. Adapun manfaat siwak adalah:
1. Membunuh bakteri dan melindungi gusi dari penyakit serta perlindungan dari radang gusi
2.mencegah munculnya plak gigi
3.menjadikan gigi putih berseri alami
4.mengurangi resiko gigi berlubang dan kerusakan gigi lainnya.
5. Menghilangkan bau mulut tak sedap, membuat aroma nafas jadi wangi.

BACA JUGA =  KEJATI SUMSEL- PERTAMINA EP ASSET 2 TANDATANGANI KERJASAMA PENGAMANAN ASET NEGARA

Selain itu sebagaimana dikutip dari hellosehat.com , siwak dapat
bekerja sebagai dental floss (benang gigi) karena serabut kayunya ikut membersihkan sela-sela gigi dan meningkatkan produksi air liur serta mencegah mulut kering.

Pandangan Siwak Dalam Islam

Dalam Islam, siwak adalah salah satu alat yang digunakan untuk menjaga kebersihan mulut dan hal ini mendapat perhatian dari Nabi Muhammad, SAW untuk umatnya. Hal ini dikarenakan Allah Swt sangat mencintai orang-orang yang mensucikan dirinya (Q.S.al-Baqarah: 222). Dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadisnya “Siwak berfungsi sebagai pembersih mulut dan untuk meraih Ridha Allah.” (H.R.Bukhari) . Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya untuk senang bersiwak. Dalam sabda nya yang lain dinyatakan bahwa, ” Kalaulah sekiranya tidak memberatkan atas umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka supaya bersiwak tiap kali (ingin) mengerjakan shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Beliau juga memberikan contoh kepada umat nya mengenai siwak, dinyatakan oleh Beliau, ” Aku melebihi kalian dalam bersiwak.” (H.R.Bukhari)
Bahkan dalam Sirah Nabawiyah (sejarah kehidupan Rasulullah SAW), disebutkan bahwa di akhir hayatnya beliau masih bersiwak. (Lihat H.R.Bukhari dan Muslim).  Nyatalah bahwa siwak adalah dunnah yang intinya berpangkal pada kesucian yang meliputi kebersihan mulut seorang muslim dalam rangka menggapai keridhaan Allah.

Syaikh Amin Asy-Syaqawi dalam kitab nya As-Siwak (2013) merinci momen-momen yang dianjurkan untuk bersiwak, yaitu:
1. Setiap kali akan mengerjakan sholat baik sholat wajib maupun Sunnah.
2.Setiap.kali berwudhu
3.Ketika terjaga dari tidur malam (H.R. Bukhari dan Muslim)
4.Manakala masuk.rumah (H.R.Muslim)
5.Tatkala muncul bau pada mulut secara mutlak.

BACA JUGA =  Karyawan Pertamina Beri Sumbangan Sukarela, Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Para ulama banyak memberikan ulasan mengenai manfaat siwak dan uniknya penjelasan siwak tidak hanya menyentuh aspek lahir saja juga menyentuh aspek batiniahnya. Sebagian ulama bahkan ada yang menghitung manfaat siwak yang jumlahnya mencapai 70 faedah.

Sayyid Hasan bin Ahmad Al-Kaf dalam kitab nya yang berjudul, ” Ath-Taqritatus Syadidah fil Masail Mufidah (2018), ” menjelaskan bahwa bersiwak bisa menambah kefasihan, kecerdasan dan hafalan, mempertajam penglihatan, memudahkan lepasnya ruh, menggetarkan musuh, melipatgandakan pahala, memperlambat tumbuhnya uban, menjadikan Allah Ridha, mendapatkan kekayaan dan kemudahan, menghilangkan pusing dan sakit kepala, menyehatkan dan memperkuat pencernaan, membersihkan hati, dan faedah yang paling agung adalah memudahkan ucapan kalimat syahadat saat menjelang ajal. ”

Ditambahkan juga oleh Sayyid Hasan Al- Kaf, bahwa ukuran panjang siwak tidak melebihi satu jengkal dan tidak kurang dari empat jari. Memakai Siwak diawali dengan menggigitnya secara lembut sampai Siwak mengeluarkan serabutnya. Ditambahkan oleh Sayyid Hasan al -Kaf, cara memakai siwak dimulai dengan menggosok bagian lebarnya gigi dan panjangnya lidah. Dimulai dari bagian mulut sebelah kanan dengan meratakan seluruh bagian gigi atas bawah, luar, dan dalam. Kemudian juga pada bagian mulut sebelah kiri.” Cara menggosoknya bisa dengan membentuk pola angka delapan.

Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa Siwak bukanlah suatu alternatif dalam menjaga kebersihan mulut, ia adalah Sunnah Rasulullah SAW yang mempunyai banyak faedah terutama untuk menggapai keridhaan Allah, Swt. Silahkan menggunakan sikat gigi dan odol namun Siwak hendaknya jangan dilupakan dan menjadi bagian dari karakteristik kebersihan seorang muslim sepanjang hayatnya.

(ferry burmansyah/net/berbagai sumber/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan