Breaking News
Home / Sumsel / Palembang / Mengintip Kegiatan Majlis Ta’lim Ar-Raudhah. Menampung Preman Yang Ingin Hijrah

Mengintip Kegiatan Majlis Ta’lim Ar-Raudhah. Menampung Preman Yang Ingin Hijrah

 

Salah satu kegiatan di Majlis Taklum Ar-Raudhah adalah dakwah. foto:ferry/krw.

PALEMBANG (KabarRakyat) -Pada era modernisasi seperti sekarang ini, banyak manusia mengalami kekeringan spiritual yang akut dan berakibat pada terjadinya perbuatan-perbuatan yang melanggar ajaran agama bahkan melanggar norma-norma sosial yang tidak hanya merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain. Selain itu, kekeringan spiritual akan menyebabkan kegelisahan dan kecemasan dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. Kecendrungan ini terjadi karena masyarakat telah jauh dari nilai-nilai agama dan tidak mempunyai tatanan spiritual yang jelas dalam menapaki perjalanan hidupnya.

Kehadiran majlis ta’lim merupakan suatu solusi yang sangat tepat untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu majlis ta’lim yang tetap eksis dalam membina dan mendakwahkan nilai-nilai Islam adalah Majlis Ta’lim Ar-Raudhah yang berlokasi Perumahan Guru, Komplek Citra Handayani, Jln Tanjung Sari II RT.34, RW.007, No.32, Kec.Kalidoni, Kelurahan Bukit Sangkal Palembang. Bagaimana kiprah majlis taklim ini dalam melakukan syiar Islam? KabarRakyat mencoba menceritakan aktivitas majlis ini.

Majlis Taklim Ar-Raudhah berdiri sejak tahun 2001 yang digawangi oleh ustadz  Ferry Burmansyah dan Enteti Tradisi Muslim (Entim) dengan restu dari ulama-ulama Palembang Darussalam di antaranya adalah (alm) KH Ali Umar Thoyyib dan (alm) KH M Zen Syukri serta beberapa Habaib. Adapun nama Ar Raudhah adalah pemberian dari KH Ahmad Idris Kailani , yang juga merupakan salah satu pembina dari M.Ta’lim Ar- Raudhah.

Salah satu kegiatan di Majlis Ar-Raudhah. foto:ferry/krw.

Dalam perjalanannya Majlis Ta’lim Ar- Raudhah sudah dua kali berganti ketua. Ketua sebelumnya adalah Ustadz Jan Syafaruddin, S.Pd.I (alumni IAIN Raden Fatah, sekarang UIN) dan sekarang ketuai oleh Ustadz  Dr Ahmad Rohim, S.PdI, M.PdI,Al Hafidz (alumni PTIQ Jakarta).

BACA JUGA =  Diduga Salah Paham Saat Beli Bengkoang,  2 Anggota TNI Ribut Dengan Seorang Polisi. Merasa Terdesak Polisi Menembak , Peluru pun Melesat Menyerempet Lengan Sersan Yog

Adapun pembina dan pengajar dari Majlis Ta’lim ini K.H.Ahmad Idris Kailani (alumni Darul Mustofa, Yaman), Ust. Ahmad Subhan (Alumni Pon-Pes.Tremas), Ust. Otoman, Ab.M.Hum (Dosen UIN Raden Fatah), Ust.Suryadi, S.Sos.I (Alumni Uin Raden Fatah), Abadi Rahman, M.Pd.(alumni UIN Raden Fatah) Ferry Burmansyah, M.Pd (alumni UIN Raden Fatah) serta Wahyu Hidayat, SH.

Menurut Ferry,  tujuan dari Majlis Ta’lim Ar-Raudhah adalah mengajak para pemuda dan masyarakat untuk kembali ke jalan Allah SWT dan meneladani Rasulullah,SAW serta ulama Salafunas Shalihin dengan cara meningkatkan keilmuan agama dan membaguskan adab. “Majlis ta’lim ini bukan majlis ta’lim biasa karena berkecimpung membina mantan-mantan preman dan orang-orang yang mau kembali ke jalanNya. Anggota majlis ta’lim pun bermacam-macam latar belakang masa lalunya, dari preman jalanan, perampok hingga perompak
Dari pemakai hingga pengedar,”jelas Ferry.
Mereka (anggota majlis, Red) juga mempunyai pengalaman spritual. Sebelum memasuki majlis mereka yang pernah belajar ilmu-ilmu salah dibina untuk menjadi salih.

Mereka semua pada akhirnya menyadari dan berhijrah memperdalam agama di Majlis Ta’lim Ar-Raudhah ini. Sekarang ini anggota majlis Ta’lim Ar-Raudhah berjumlah lebih kurang 200 orang yang tersebar di Palembang dan di luar Palembang. “Pada intinya Majlis Ta’lim Ar-Raudhah terbuka untuk umum,”tegas Ferry.

Untuk para anggota majlis yang baru bergabung, proses nya pun berlangsung unik. Mereka terlebih dahulu diterapi dengan pendekatan ruqyah untuk membuang ilmu-ilmu salah (sesat) untuk kemudian diadakan pembinaan lanjutan.

BACA JUGA =  Kebakaran di Gumay Ulu, 2 Rumah Ludes Seorang Kakek Tewas Terpanggang

Salah satu nilai tambah di Majlis Ta’lim Ar Raudhah ini setelah proses terapi adalah pemberantasan buta aksara Al Qur’an. Untuk dapat membaca Al Qur’an. para anggota hanya memerlukan waktu satu sampai dua jam saja walaupun mereka belum mengenal sama sekali huruf Hijaiyah. Satu hingga dua kali pertemuan saja, Inshaa Allah anggota baru yang sebelumnya buta Alquran jadi bisa mengaji. Kok bisa?

Bisa.  Mereka diajarkan baca tulis Alquran dengan metode ini dirintis dan susun oleh Ferry Burmansyah. Sudah banyak dari para anggota yang bisa membaca Al Qur’an dalam waktu singkat.

Hal lain yang cukup menarik dari majlis ta’lim ini adalah bahwa masing-masing anggota majlis Ta’lim di lengkapi dengan kemampuan Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi Muhammad SAW,  Red) dan pijat urut sehingga mereka dapat membantu orang lain sekaligus berdakwah untuk kemaslahatan ummat.

Selain dua ketrampilan tersebut, para anggota majlis ta’lim pun dibina supaya mempunyai ketrampilan untuk menjadi Bilal (orang yang memandikan jenazah), mengingat keberadaan Bilal sudah semakin langka . Soal bilal ini dibimbing oleh anggota , Bobby Nesa Putra. Pembelajaran ini juga dilengkapi dengan pembelajaran ibadah kemasyarakatan meliputi pembacaan Q.S. Yasin, Tahlil, Maulid dan lain-lain.

Dalam proses pembelajarannya, keilmuan majlis ta’lim didasarkan pada sanad keilmuan (mata rantai keilmuan yang bersambung dari satu guru kepada guru yang lainnya hingga kepada murid supaya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya )

Adapun kitab-kitab yang dipelajari di Majlis Ta’lim Ar-Raudhah adalah sebagai berikut: Kitab Risalah Al Jami’ah karya Habib Ahmad bin Zayn Al Habsy (Bidang Tauhid, Fiqh dan Tasawuf) dan Kitab Safinah an Najah karya Syekh Salim bin Sumair (Bidang Fiqh), Kitab Aqidah Al Awwam karya Syekh Marzuki (Bidang Tauhid).
Ada juga Kitab Nazham Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran karya Said Al-Hadhrami dan Metode Maisura karya Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A.(bidang Tajwid). Kitab Mukhtarul Hadis karya Habib Umar bin Hafiz. (bidang Hadis)
Kitab Durus Al Asas karya Habib Umar bin Hafiz (bidang Tata Bahasa Arab).
Kitab Khulashoh Madad karya Habib Umar bin Hafiz. (Bidang Dzikir)

BACA JUGA =  Hendak Antar Nasi Untuk PRT, Seorang ASN Disbudpar Sumsel Tewas Seketika Digilas Roda Truk Fuso

Jadwal pembelajaran di Majlis Ta’lim ini dilaksanakan 3 x dalam seminggu yaitu malam Senin, Rabu, dan Sabtu. Malam Sabtu semua anggota Majlis Ta’lim Ar- Raudhah berkumpul untuk melaksanakan pembacaan Zikir Ratib Al-Haddad dan Rotib Al-Attas.
Langkah-langkah kreatif juga dilakukan oleh para pembina dan pengasuh Majlis Ta’lim Ar-Raudhah dengan dilaksanakannya program akselerasi (percepatan dalam pembelajaran) di antaranya adalah: Akselerasi pelatihan MC (Master Of Ceremoni), Akselerasi kepengurusan jenazah, pelatihan Thibbun Nabawi. Pada saat ini Majlis Ta’lim Ar Raudhah juga mengadakan program baru yaitu program Tahfiz Al Qur’an dan pelatihan Hadrah.

Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi, para anggota majlis ta’lim yang belum bekerja diarahkan untuk berdagang, majlis ta’lim menyiapkan barang-barang dagangan seperti herbal, aksesoris kokka, minyak serai wangi dan lain-lain. Pengadaan barang dagangan tersebut didukung oleh para anggota majlis ta’lim yang mempunyai kemampuan finansial. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Majlis Ta’lim Ar-Raudhah telah berupaya kreatif untuk mewujudkan kemaslahatan dalam gerak kehidupan demi keberkahan dan keridhaan Nya di dunia maupun di akhirat. (ferry/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan