Breaking News
Home / Hukum / Membunuh Karena Tersinggung Ditegur Parkir Mobil Saat Muat Duku, Dihukum 16 Tahun Penjara

Membunuh Karena Tersinggung Ditegur Parkir Mobil Saat Muat Duku, Dihukum 16 Tahun Penjara

Terdakwa M Yahya saat mendengarkan vonis 16 tahun penjara terhadap dirinya di PN Kayuagung,  Rabu (7/9/2019). foto:nis/ktw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Terdakwa M Yahya (35), akhirnya dijatuhi hukuman oleh Majelis hakim selama 16 tahun penjara. Vonis dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Rabu (7/8/2019). Dalam putusan oleh  Majelis hakim diketuai Resa Oktaria SH dengan anggota Irma Nasution SH dan Lina Safitri Tazili SH itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendy Sinatrya SH yakni 18 tahun penjara. ” Berdasarkan proses persidangan perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan, melanggar dalam pasal 340 KUHP,”kata hakim
Usai dibacakan, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukum, H Herman SH MH, langsung menyampaikan pikir-pikir.
Terungkap perbuatan terdakwa terjadi Rabu 13 Februari 2019 sekira pukul 13.00 Wib, bertempat di Desa Seri Tanjung Dusun II Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI.
Bermula dari terdakwa memarkirkan mobil truk untuk memuat duku di jalan simpang Rilik yang menutupi jalan sehingga menggangu kendaraan lain yang lewat. Saat itu korban Jahri menegur korban karena memarkir mobil menutupi jalan dan meminta agar dipindahkan.
Rupanya perkataan korban membuat terdakwa tersinggung dan menjadi emosi. Maka terdakwa menyuruh sopir truk untuk menggeser mobil. Karena terdakwa emosi dan tidak senang sehingga timbul niat untuk membunuh korban. ” Lalu terdakwa mencari korban ke rumahnya terlebih dahulu lewat depan rumah korban dengan motor dan dilihat saksi Diman,”kata hakim.
Tak lama kemudian saksi Diman melihat terdakwa lewat depan rumah korban kembali. Melihat terdakwa berhenti dan turun motor, terdakwa menemui korban di halaman rumah sedang menyusun kotak duku kemudian terjadi ribut mulut.
Di lokasi ada saksi Karina (anak korban) dan saksi Abu Said, saksi Said sempat menyuruh korban masuk rumah. Korban masuk rumah dan terdakwa kejar korban sambil mencabut pisau dibalik pinggangnya yang sudah dipersiapkan terdakwa. Setelah berhasil menangkap tubuh korban tepat di bawah rumah dan langsung menusuk tubuh korban secara berulang kali pada bagian punggung dan leher. Saat itu korban berusaha untuk lari dari kejaran terdakwa yang masuk ke dalam rumah.    Namun terdakwa masih mengejar korban menarik tubuh korban dan kembali munusuk korban hingga roboh di lantai.(nis/krw)

BACA JUGA =  Hadirkan 11 Orang Saksi Benarkan 2 Terdakwa Bunuh Calon Pendeta

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan