Massa Anarkis Serbu KPUD OKI. Petugas Polres Amankan Provokator

oleh -91 views

Adegan simulasi pengamanan Pilkada di Kabupaten OKI, Rabu (14/2). foto:nis/krw.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat)- Ratusan massa anarkis menyerbu kantor KPUD Ogan Komering Ilir (OKI), dengan alasan mereka tidak terima atas pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) karena telah berbuat curang. Dengan anarkis ratusan massa hendak masuk kantor KPUD untuk bertemu langsung Ketua KPUD.
Sayangnya, ratusan massa itu bersikap anarkis dihadang oleh satuan anggota Polres OKI yang memang disiapkan untuk pengamanan pilkada serentak 2018. Kemudian massa tambah anarkis dan beringas melawan petugas dengan melempari aparat polisi.
Massa yang terus bertambah melakukan perlawanan terhadap blokade polisi. Akhirnya petugas Polres OKI berhasil mengamankan salah satu provokator.
Massa bertambah marah, karena temannya diamankan. Perlawanan kepada aparat terus dilakukan, membuat aparat menurunkan mobil water canon. Tetapi massa yang telah terprovokasi terus melawan petugas, hingga satuan brimob diturunkan. Brimob memberikan peringatan kepada massa dengan melakukan tembakan ke udara. Massa yang melawan dilumpuhkan tembakan pantul. Dimana yang telah anarkis dan brutal dengan membakar ban bekas di halaman KPUD dan melempari aparat. Barulah massa membubarkan diri.

BACA JUGA =  Wali Kota Lubuklinggau Pimpin Upacara Usai Libur lebaran

Peristiwa itu hanyalah simulasi dalam pengamanan pilkada oleh Polres OKI,yang digelar di halaman Pemkab OKI, Rabu (14/2). Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH mengatakan, ini merupakan rangkaian simulasi guna pengamanan pilkada OKI nanti yang akan berlangsung 27 Juni 2018. Baik mulai dari pengawalan pengamanan paslon pada saat kampanye, pengamanan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS)
dan lainnya. ” Semua rangkaian simulasi telah dilaksanakan dan kita saksikan. Tadi dimana aparat dapat mengamankan seorang provokator yang ingin menyalurkan hak suaranya tapi tidak ada undangan. Dengan sigap aparat langsung mengamankan dan membawa ke polres,” ujar Kapolres didampingi Kabag Ops Kompol God P Sinaga.
Lanjutnya, seperti inilah gambaran situasi yang sewaktu-waktu dapat dihadapi saat pilkada nanti. Masih kata dia, dalam pilkada sangat memungkinkan terjadinya keributan. Memang pada saat simulasi ini tidak secara keseluruhan digambarkan. Semua simulasi yang dilaksanakan setidaknya menunjukkan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.
” Potensi keributan selalu ada, meskipun Kabupaten OKI termasuk yang tidak pernah terjadi konflik pilkada, namun ini tetap menjadi perhatian,” terangnya.
Ditambahkan Kapolres, tahun 2018 ini merupakan tahun yang istimewa, karena selain adanya perhelatan pilkada secara serentak, juga adanya moment besar yakni Asian Games pada Agustus. ” Nah, oleh karena itu keamanan dan kondufitas wilayah kita tetap dan selalu dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU OKI, Dedi Irawan SIp MSi mengungkapkan, simulasi pengamanan pilkada ini sangat perlu dilakukan. Yakni guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, baik dalam pilkada maupun pilgub. ” Tentu kita berharap pelaksanaan pesta demokrasi ini dapat berjalan baik dan lancar. Dimana kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya. (nis/krw)

BACA JUGA =  Disbudpar Gelar Diskusi Terpumpun Kajian Koleksi Peralatan Masak dan Hidangan Tradisional di Sumatera Selatan. Museum Negeri Sumsel Masih Perlu Penambahan Kurator