Breaking News
Home / Hukum / Mantan Pemain Sriwijaya FC Gugat PT SOM. Oh.. Ternyata ini Masalahnya.

Mantan Pemain Sriwijaya FC Gugat PT SOM. Oh.. Ternyata ini Masalahnya.

PALEMBANG (KabarRakyat) -Para pemain bola yang dulu tergabung dalam klub bola kaki kebanggaan Wong Kito, Sriwijaya Football Club (SFC) menggugat PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM). Mengapa? Rupanya PT SOM belum membayar lunas uang gaji mereka pada musim lalu. Sidang perdana itu pihak pemain SFC didampingi  oleh Asosiasi Pesepakbola Professional Indonesia (APPI), digelar di Pengadilan Negeri (PN) klas 1A khusus Palembang, Rabu (12/6/2019).

Dalam sidang Perdana dengan agenda pembacaan gugatan ini, meskipun tertunda, kuasa hukum APPI, advokat Jansen SH , mengatakan memang sudah ada pembayaran gaji pemain Sriwijaya FC. Namun dari 28 pemain, masih ada tiga pemain yang angkanya belum cocok.“Marco Sandy, Sandy Firmansyah dan Al Hadji untuk sisa pemain. Untuk ketiga pemain tersebut totalnya sekitar Rp 60 juta,”ujarnya.

Suasana sidang perdana gugatan pemain SFC kepada PT SOM di PN klas I Palembang, Rabu (12/6/2019). foto:ist.

Untuk itu , lanjut Jansen, sesuai dengan komitmen seluruh pemain seandainya masih ada satu pemain yang belum selesai maka mereka akan tetap melanjutkan gugatan ini. “Tapi kita berharap agar ini cepat selesai. Apalagi Sriwijaya FC merupakan salah satu tim besar, salah satu klub Liga Indonesia,” jelas Jansen.

Lanjut Jansen, sidang akan dilanjutkan tanggal 10 Juli. Namun pada hari itu SFC akan melakukan pertandingan perdana Liga 2 menjamu Perserang tanggal 23 Juni di Stadion GSJ. “Sesuai petitum dalam gugatan kalau semua ini belum selesai maka Sriwijaya FC jangan dilibatkan di Liga 2. Tapi kita berharap agar ini bisa selesai sebelum tanggal 23 Juni, dan seandainya ini terwujud maka kita akan memberitahukan majelis hakim. Karena sudah ada perdamaian dan mencabut gugatan. Agar Sriwijaya FC bisa berkompetisi di Liga 2,” jelas Jansen.

BACA JUGA =  Ditabrak Bentor, Warga Perumnas Tebing Sage Lahat Patah Kaki dan Tangan

Dari pihak tergugat (PT SOM) diwakili Faisyal Mursyid. Dia menjelaskan sidang ditunda karena tidak kehadiran tergugat. Hanya tergugat satu yang hadir, yaitu PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

“Dan yang kedua kita sudah sampaikan ke majelis hakim bahwa sudah ada upaya perdamaian antara penggugat dengan tergugat satu. Upaya perdamaian itu sudah ada pembayaran dari SFC terhadap para mantan pemainnya. Sisa pemain yang belum terbayar dikarenakan masalah administrasi saja. Ada selisih saja karena kita bayar setengah gaji, tapi mereka minta satu bulan,”terangnya.

Lanjut Faisal, setiap yang dibayarkan ini harus diverifikasi dulu ke bagian keuangan. Kalau ada masalah perbedaan angka penghitungan verifikasi, itu yang akan diselesaikan. “Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah dibayar semua hanya ada dua orang yang tersisa. Tapi sudah dibayar, hanya ada sisa selisih penghitungan. Itu tadi, karena ada perbedaan angka penghitungan verifikasi. Tapi itu akan secepatnya kita selesaikan. Kita selaku tergugat akan melakukan upaya perdamaian dengan pengacara APPI, sehingga ini bisa secepatnya selesai,”tandasnya.

BACA JUGA =  Polisi Polda Sumsel Tembak Mati 3 Pengedar Narkoba Asal Kendari. Disita Sabu Seberat 5,12 Kg

Sebelumnya, Rangga Pratama dan Berry Rahmada mewakili 28 pemain Sriwijaya FC (SFC), resmi melayangkan gugatan untuk Sriwijaya FC ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Kamis 25 April 2019 lalu.

Gugatan yang dilayangkan adalah tuntutan agar SFC segera membayarkan gaji dan DP bagi 28 pemain di musim 2018 sebesar Rp 2,9 Miliar yang belum terselesaikan hingga kini. Pengajuan gugatan didampingi perwakilan Assosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Ada 4 pihak yang digugat yakni PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Badan Olahraga Profesional Indah (BOPI). “Pemain sudah berusaha untuk bicara baik-baik dengan pihak manajemen. Tapi tidak kunjung menemukan titik temu. Hingga akhirnya mereka lapor ke APPI dan untuk itu kami melakukan pendamping guna mencari penyelesaian terhadap permasalahan ini,”kata Riza Hufaida SH, kuasa hukum APPI.
Yang tambah bikin kecewa para pemain SFC rupanya SFC saat ini diketahui telah merekrut pemain baru. Bahkan informasi yang terdengar, bahwa pihak SFC juga sudah membayar DP bagi pemain baru tersebut.
“Tentu tindakan itu sangat melukai hati pemain lama yang belum terbayarkan haknya. Mestinya kewajiban dibayarkan dulu baru, kemudian merekrut pemain baru,”ujarnya.

BACA JUGA =  Api Mengamuk di Tulung Selapan OKI, 9 Rumah dan 1 Musolah Ludes Terbakar

Dikatakan Riza, pihak APPI sudah mengikuti SOP dalam penyelesaian tuntutan gaji pemain yang belum terbayarkan. Dimulai dengan membuat surat konfirmasi kepada klub, hingga akhirnya melayangkan tiga kali surat somasi. “Tapi semuanya tidak menemukan titik temu,”ungkapnya.

Di tengah somasi yang dilayangkan beberapa waktu lalu, sempat ada jawaban dari pihak SFC. Dalam jawaban itu, mereka mengakui memang ada kewajiban yang belum dibayarkan pada staf dan pemain.

Namun pada kesempatan itu mereka mengatakan bahwa kewajibannya baru akan dibayarkan, setelah menerima pembayaran subsidi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB). “Atas konfirmasi itu kita sudah ketemu sama PT. LIB. Tapi mereka mengatakan aturannya tidak seperti itu, melainkan dana subsidi itu akan diberikan ketika klub tersebut sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Diantaranya selain laporan pajak juga laporan mengenai tidak adanya tunggakan gaji,” tukasnya. (iwan sariyanto/krw)

Tentang sihaj

Baca Juga

Firdaus Berhasil Ungguli Teguh Santosa, Terpilih Sebagai Ketum SMSI

Firdaus saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai Ketua Umum SMSI periode 2019-2024.foto:net. JAKARTA (Kabar …

Tinggalkan Balasan