Majelis Hakim Kabulkan Gugatan Penggugat, Menyatakan Pemilik Sah Atas Sebidang Tanah

oleh -365 views

Penasihat hukum Aulia Aziz Al Haqqi SH dan Subrata SH dari kantor hukum Prasaja Nusantara Law Firm.

KAYUAGUNG (Kabar Rakyat) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, diketuai Tira Tirtona SH MHum, menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan penggugat yakni Rosipel (58) yang merupakan ahli waris almarhum Busroh Djemiang dan Almarhumah Djamilah.

Yakni menyatakan penggugat adalah pemilik sah atas sebidang tanah yang di atasnya berdiri rumah kopel (rumah dua pintu) dan ada sebuah toko di Desa Terate Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (3/9/2020).

Dibacakan hakim ketua dengan anggota Resa Oktaria SH dan Indah Wijayati SH, menghukum tergugat yakni Peterson, mengosongkan dan menyerahkan sebidang tanah berikut bangunan di atasnya.

BACA JUGA =  Eksekutif dan Legislatif Sepakat Bentuk Empat Raperda. Persi: Dua Pansus Dibentuk Untuk Penyusunan 4 Raperda Usulan Pihak Eksekutif

” Dalam proses persidangan, kami memutuskan menerima dan mengabulkan gugatan dari penggugat dan menyatakan penggugat sebagai pemilik sah atas sebidang tanah dan bangunannya, “ungkap hakim ketua.

Dibacakan, bahwa penggugat ajukan gugatan perbuatan melawan hukum menguasai sebidang tanah hak milik penggugat secara melawan hukum. Dimana tanah tersebut didapat dari warisan turun menurun. Yakni dibeli kakek dan nenek penggugat tahun 1950.

Lalu, tanah itu dihibahkan kepada orang tua (ibu kandung) penggugat, karena kakek dan neneknya meninggal dunia tahun 1994. Kemudian oleh ibu penggugat yakni Djamilah tanah itu dibangun rumah kopel dengan keluarga Cik Iyah yakni ibu kandung tergugat (Peterson) dengan perjanjian bahwa apabila dipergunakan tanah tersebut Cik Iyah bersedia melepaskan tanah dan bongkar bangunan tanpa ganti rugi dari Djamilah.

BACA JUGA =  PTTUN Medan Menangkan Gugatan PT SBA, Hotel Ibis Terancam Dibongkar

Lanjutnya, rupanya 24 April 2008 Djamilah meninggal dunia sehingga diwariskan ke penggugat. Tetapi tergugat terus menguasai tanah dan bangunan. Ternyata sempat di tahun 2000 ditengahi Kades Terate Kecamatan SP Padang OKI bahwa menetapkan memang milik Djamilah. Tetapi tidak ada tanggapan positif tergugat.

Kemudian, penggugat mengirimkan somasi/surat peringatan disampaikan melalui surat No 007/SS/PN/III/2020 Tanggal 12 Maret 2020 hingga gugatan didaftarkan. Sayangnya tergugat tidak pernah menanggapi somasi penggugat.

” Dimana tergugat terus menguasai tanah dan bangunan, sehingga membuat penggugat dirugikan karena kehilangan kekuasaan atas tanah, “tegas hakim.

Penasihat hukum penggugat dari kantor hukum Prasaja Nusantara Law Firm, Aulia Aziz Al Haqqi SH dan Subrata SH, yang mendampingi dari awal persidangan hingga persidangan putusan mengatakan, sangat senang akhirnya perkara ini dikabulkan majelis hakim. Dimana atas perkara ini kerugian materil penggugat mencapai Rp 50 juta, apabila disewakan setiap tahun dengan nilai Rp 2 juta. Yakni tergugat menguasainya sejak tahun 1994 hingga 2020 ini. Termasuk kerugian lainnya.

BACA JUGA =  Dodi Reza Janji Perhatikan Petani. Akan Distribusi Bibit Unggul, Pupuk dan Bangun Irigasi

” Sangat senang akhirnya gugatan klien kami dikabulkan majelis hakim dan klien kami dinyatakan sebagai pemilik sah atas tanah dan bangunannya, “ungkap Aulia Aziz kantornya melawan kantor hukum Syahril Akip SH.

Selain itu, hasil putusan sidang juga menyatakan menghukum tergugat agar mengosongkan dan menyerahkan tanah berikut bangunannya. (nis/krw)